Buah untuk bayi bisa diberikan dalam bentuk pure maupun dimakan secara langsung
Memberikan buah untuk bayi perlu memerhatikan jenis buahnya dan kesiapan makan bayi

Di usia enam bulan, bayi sudah siap untuk mulai dikenalkan pada makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI). Pilihan MPASI sangat beragam, dari sereal bayi hingga buah untuk bayi.

Selain karena kandungan vitamin dan mineralnya yang bagus, berbagai ragam buah juga bermanfaat untuk memperkenalkan bayi pada aneka citarasa dan tekstur makanan. Namun sebelum memberikan MPASI, orangtua harus jeli dalam mengenal apakah buah hati sudah siap menyantap makanan padat atau belum.

Tanda-tanda bayi siap makan

Selain usianya yang sudah mencapai enam bulan, bayi dianggap siap makan bila memperlihatkan gelagat sebagai berikut:

  • Mulai berhenti mengeluarkan lidah dari mulut, atau tidak lagi mendorong makanan keluar dari mulut dengan lidahnya.
  • Bayi sudah bisa duduk dengan bersandar.
  • Bayi mampu menahan kepalanya dalam posisi tegak.
  • Bayi tampak berminat pada makanan dan mau membuka mulut saat ditawari makanan.
  • Bayi mulai sering memasukkan tangan atau mainannya ke mulut.
  • Bayi tetap lapar meski sudah disusui, misalnya rewel.

Buah untuk bayi yang cocok dijadikan MPASI

Anda bisa mulai memberikan MPASI untuk bayi berupa buah atau sayur. Tidak ada aturan baku mengenai pemberian MPASI.

Begitu bayi berusia enam bulan, orangtua dapat memperkenalkan berbagai rasa dan tekstur makanan secara bertahap. Aneka buah untuk bayi yang bisa menjadi pilihan meliputi:

1. Alpukat

Alpukat mengandung lemak baik yang sangat penting bagi pertumbuhan otak bayi, dan tentu saja pertumbuhan fisiknya. Buah berdaging kuning ini bisa menjadi pilihan saat Anda pertama kali mengenalkan makanan pendamping ASI pada buah hati. 

Buah alpukat bertekstur halus dan creamy saat dijadikan pure. Karena itu, cocok sekali sebagai salah satu jenis makanan pertama bayi.

2. Pisang

Pisang juga bisa mulai diberikan saat bayi berusia enam bulan. Buah favorit monyet ini merupakan makanan yang praktis, terutama saat Anda bepergian bersama Si Kecil.

Tak perlu dicuci atau dikukus, pisang tinggal dikupas dan dimakan. Namun batasi konsumsinya untuk bayi karena buah ini berpotensi menyebabkan konstipasi.

3. Pepaya

Di Indonesia, buah pepaya sudah diperkenalkan pada bayi sejak usia enam bulan. Selain mudah didapat, rasa pepaya yang manis dan teksturnya yang mudah dicerna membuat banyak orangtua memilihnya sebagai buah untuk bayi.

Pepaya kaya akan kandungan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi, vitamin A, vitamin E, asam folat, serta serat yang dapat memperlancar pencernaan. 

4. Apel

Apel boleh diberikan sebagai makanan pendamping ASI saat bayi berusia antara enam sampai delapan bulan. Berikan apel yang sudah dikupas kulitnya, dan dikukus sebentar.

Proses kukus akan membuat tekstur apel menjadi lunak, sehingga cocok sebagai buah untuk bayi yang berusia di bawah delapan bulan. Apel yang sudah dikukus juga lezat dijadikan pure untuk bayi. 

Setelah bayi berusia di atas delapan bulan, Anda bisa mulai memberikan apel tanpa dikupas maupun dikukus. Potong dan sajikan buah apel sebagai finger food untuk Si Kecil. Jangan lupa untuk memastikan bahwa buah ini sudah dicuci hingga bersih. 

5. Melon

Melon dapat diberikan saat bayi berusia delapan bulan. Tetapi banyak juga orangtua yang mulai memberikannya pada bayinya saat berusia enam bulan.

Sebagian kecil bayi mengalami timbulnya ruam kulit setelah mengonsumsi melon. Untuk memastikan apakah reaksi ini termasuk alergi atau bukan, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak

Melon jenis cantaloupe atau blewah memiliki kandungan beta-karoten tinggi, sehingga baik untuk perkembangan penglihatan bayi. Rasanya juga manis dan segar, jadi biasanya disukai oleh bayi. 

6. Mangga

Sebagai buah tropis, mangga sangat mudah didapatkan saat sedang musimnya di Indonesia. Buah ini kaya vitamin A, C, B, serta zat besi, kalium, dan serat. Anda bisa mulai memberikan mangga pada bayi saat berusia delapan bulan. 

Namun berhati-hatilah saat mengupas mangga. Jangan sampai getah pada kulitnya menempel pada daging buah yang akan diberikan pada Si Kecil karena bisa menimbulkan gatal di tenggorokan.

7. Pir

Pir sering menjadi pilihan orangtua sebagai makanan yang pertama kali diberikan saat bayi berusia enam bulan. Buah pir yang sudah matang tidak perlu dikukus karena daging buahnya sudah lunak. Anda bisa langsung menjadikannya sebagai pure.

Jika buah pir masih renyah dan agak keras, Anda disarankan untuk mengukusnya dahulu sampai lunak sebelum diberikan pada bayi.

Setiap keluarga memiliki cara yang berbeda dalam memperkenalkan MPASI pada bayinya. Ada yang memberikan buah dalam bentuk pure, sementara ada juga yang langsung memberikannya dalam bentuk finger food untuk dipegang dan dimakan sendiri oleh Si Kecil.

Anda bisa menyesuaikan dan memilih cara yang cocok bagi Anda dan bayi Anda. Mulai dari buah untuk bayi, sayuran, maupun bubur padat.

Jika memutuskan untuk memberi MPASI dalam bentuk pure, segeralah beranjak ke MPASI dengan konsistensi lebih kental atau makanan yang dilumatkan. Belajar mengunyah makanan akan memperkuat otot-otot yang digunakan oleh anak untuk berbicara kelak.

Namun perlu diingat bahwa pure bukanlah makanan utama dalam MPASI. Selalu berikan porsi makanan yang mengandung empat kuadran, yaitu karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan serat. Nutrisi-nutrisi ini baik untuk pertumbuhan tubuh dan otak anak, serta mencegah stunting

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20046200
Diakses pada 8 November 2019

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a25010527/first-foods-fruit-vs-vegetables
Diakses pada 8 November 2019

Wholesome Baby Food. https://wholesomebabyfood.momtastic.com/fruits-for-baby-food.htm
Diakses pada 8 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed