Tips Kerja dari Rumah untuk Para Ibu yang Sedang Tak Punya ART

Kerja dari rumah bukan perkara mudah, apalagi saat anak sedang libur dan tanpa bantuan ART
Kerja dari rumah bisa jadi tantangan tersendiri terutama untuk ibu yang tak punya ART

Selama masa pandemi, para ibu bekerja banyak yang harus bekerja dari rumah alias work from home (WFH). Di satu sisi, hal ini bisa menyenangkan karena Anda bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga. Namun di sisi lain, bekerja sambil mengurus anak yang juga harus belajar di rumah, bisa jadi tantangan tersendiri. Belum lagi, kalau semua itu dilalui tanpa bantuan asisten rumah tangga atau ART.

Sehari atau dua hari, kondisi ini biasanya masih bisa dijalani dengan baik. Memasuki bulan pertama, bisakah Anda tetap produktif bekerja meski Si Kecil bersikukuh untuk digendong atau ngambek jika tidak ditemani main?

Tenang, untuk Anda yang sudah mulai kewalahan, belum saatnya menyerah dan ambil cuti. Coba terapkan tips di bawah ini, agar bisa tetap kerja dari rumah sambil mengurus berbagai keperluan.

Tips kerja dari rumah untuk para Ibu

Mulai dari cara membagi waktu hingga strategi menghadapi atasan saat anak rewel, berikut ini langkah yang bisa Anda coba.

1. Membuat jadwal tetap

Membuat jadwal tetap akan sangat membantu Anda menyiasati pembagian waktu antara menyelesaikan pekerjaan di rumah dan di kantor. Buat timeline yang memperlihatkan waktu Anda harus mulai bekerja dan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Anda juga bisa sekaligus membuat jadwal untuk anak, untuk mengatur waktu dimulainya belajar online dan selesainya, misalnya. Atau jika Si Kecil belum sekolah, buatlah jadwal makan, tidur, dan bermain, sehingga Anda bisa membagi waktu dengan baik dan teratur antara pekerjaan dan keluarga.

2. Menyelesaikan banyak pekerjaan saat jam tidur siang

Jam tidur siang anak bisa dibilang adalah masa tenang bagi Anda untuk fokus menyelesaikan pekerjaan. Jadi, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan manfaatkan betul jam tenang ini.

Jika anak tidak mau tidur, tetap ikuti jadwal ini dan ubah menjadi jam tenang untuk anak. Ajak Si Kecil ke tempat tidurnya dan berikan ia buku atau mainan yang bisa mengalihkan perhatiannya, sambil Anda bekerja di dekatnya.

3. Menciptakan area kerja sendiri

Salah satu hambatan kerja dari rumah bersama anak adalah saat melihat ibunya, Si Kecil biasanya akan selalu mengikuti dan minta diperhatikan. Hal ini akan membuat Anda memberikan perhatian penuh, baik pada anak maupun pekerjaan.

Jadi jika memungkinkan, bekerjalah di ruang terpisah dari ruang main anak. Apabila di rumah tidak ada ruangan ekstra yang bisa digunakan untuk bekerja, Anda bisa menyulap area tertenu sebagai meja kerja selama WFH. Dengan begitu, Anda akan lebih fokus bekerja saat waktunya bekerja dan lebih fokus pada Si Kecil saat waktunya bermain bersama anak.

4. Buat anak tetap terhibur

Ingin tahu bagaimana caranya agar anak tidak terus menghampiri Anda ketika sedang bekerja? Buat ia terhibur saat sedang menghabiskan waktunya sendiri. Misalnya, saat jam kerja, Anda menyiapkan movie time agar anak bisa lebih anteng sambil menonton film kesukaannya.

Selain itu, meski masih jam bekerja, Anda disarankan untuk tidak sepenuhnya cuek dengan kebutuhan anak. Sebab, ini justru akan membuat Si Kecil semakin ingin diperhatikan. Beri ia sedikit waktu esktra untuk mendapatkan quality time bersama Anda. Selanjutnya, ia akan lebih tenang dan Anda pun bisa lebih fokus bekerja.

5. Menyiapkan diri untuk hadapi interupsi anak

Sudah sering kita mendengar kisah-kisah interupsi buah hati saat orangtua sedang online meeting dengan rekan kerjanya. Si Kecil bisa saja tiba-tiba masuk ke ruangan dan merengek ingin ditemani padahal Anda sedang mendiskusikan hal penting dengan rekan satu tim.

Meski rekan-rekan umumnya pasti maklum akan hal itu, Anda juga bisa membuat perjanjian tersendiri dengan anak untuk mengurangi interupsi. Misalnya, saat sedang tidak bisa diganggu, Anda menggunakan topi sebagai tanda.

Jadi, Anda bisa komunikasikan kepada Si Kecil dengan contoh “Nak, kalau Ibu sedang pakai topi, itu tandanya ibu sedang ada telepon penting, ya”. Anda juga bisa menggunakan tanda-tanda lain yang lebih sesuai dengan situasi keluarga di rumah.

6. Menyampaikan kondisi WFH Anda pada atasan

Jika hubungan dengan atasan termasuk baik, komunikasikan situasi WFH Anda dengannya. Misalnya, ada waktu-waktu tertentu Anda harus mendampingi anak belajar online di rumah atau minta dimaklumi jika ada interupsi dari Si Kecil yang tiba-tiba lari menghampiri Anda.

7. Bernegosiasi dengan anak

Apabila usia anak sudah cukup besar untuk diajak bernegosiasi, maka komunikasikan padanya bahwa ada waktu-waktu ketika Anda harus menjalani rapat penting sehingga tidak bisa diganggu. Jadikan momen ini untuk memberikan anak peran sebagai orang yang berjasa membantu Anda.

Misalnya, Anda bisa menyampaikan pada anak, “Mama minta tolong, ya, siang ini Mama mau meeting penting. Jadi, Adik bantu Mama ya untuk tidak berisik, nanti habis meeting kita bisa main bareng.”

8. Memodifikasi cara kerja

Salah satu keuntungan kerja dari rumah adalah Anda bisa lebih fleksibel dalam menentukan cara menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, jika biasanya Anda hanya berdiam di depan laptop atau komputer, saat WFH Anda bisa lakukan beberapa hal lewat fitur yang memungkinkan untuk dilakukan lewat smartphone.

Sebagai contoh, saat meeting, Anda bisa gunakan aplikasi di handphone dibanding memakai laptop dan melakukannya sambil menemani anak makan di meja makan.

Catatan dari SehatQ

Kerja dari rumah bersama anak-anak memang bisa jadi tantangan tersendiri dan tidak mudah dilakukan. Namun dengan berbagai tips di atas, Anda diharapkan tidak lagi sulit membagi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus tidak melepeas peran sebagai orangtua di rumah.

Parents. https://www.parents.com/parenting/work/life-balance/how-to-master-being-a-work-at-home-mom/
Diakses pada 14 Mei 2020

United Way. https://www.unitedwayaustin.org/quarantined-mom-life-working-from-home-edition/
Diakses pada 14 Mei 2020

Artikel Terkait