logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Mengenal Menarche (Haid Pertama) dan Cara Membantu Anak Menghadapinya

open-summary

Menarche adalah istilah medis untuk haid pertama yang terjadi pada anak perempuan. Tanda-tandanya bervariasi, mulai dari tumbuh jerawat, perut kembung, rasa nyeri payudara, hingga sakit punggung. Untuk membicarakannya tanpa rasa canggung bersama anak, Anda perlu menjelaskan gambaran umum terkait menstruasi pertama hingga membantu mereka mengenal pe


close-summary

3.47

(57)

23 Des 2021

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Menstruasi pertama alias menarche pada anak remaja wanita

Menyambut menstruasi pertama atau menarche bisa saja membuat panik para remaja wanita.

Table of Content

  • Apa itu menarche?
  • Usia haid anak perempuan
  • Ciri-ciri menstruasi pada anak perempuan
  • Berapa banyak darah yang keluar saat menstruasi?
  • Cara berbicara tentang menarche kepada putri Anda
  • Kapan harus ke dokter?

Sebagian orangtua mungkin merasa canggung jika harus membicarakan tentang menarche atau haid pertama dengan putrinya ketika memasuki masa pubertas.

Advertisement

Namun, membekali anak dengan pengetahuan ini sangat disarankan supaya mereka siap dalam menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi.

Maka dari itu, mari kenali lebih lanjut apa itu menarche, tanda-tandanya, dan cara membantu anak untuk menghadapi haid pertamanya.

Baca Juga

  • Balita Susah Makan? Ini Tips Mengatasinya
  • Mati Gaya di Rumah? Coba Permainan Anak-Anak yang Seru Ini, Yuk!
  • Jadikan Permainan Seru, Ini 7 Cara Mengajarkan Anak Berbuat Baik

Apa itu menarche?

Menarche adalah istilah medis dari haid pertama pada perempuan. Ketika hal ini terjadi, kadar hormon estrogen di dalam tubuh anak meningkat dan menyebabkan lapisan rahimnya menebal.

Penebalan lapisan rahim berfungsi untuk mendukung sel telur yang telah dibuahi dan berkembang menjadi kehamilan.

Jika tidak ada sel telur yang dibuahi, maka lapisan tersebut akan luruh sehingga menyebabkan terjadinya menstruasi.

Usia haid anak perempuan

Menstruasi pertama pada anak perempuan biasanya terjadi antara usia 11-14 tahun. Namun, tidak semua anak mengalami menarche di usia yang sama.

Tak jarang juga menstruasi terjadi pada usia 14-15 tahun. Secara umum, rentang menstruasi pertama pertama anak perempuan berada pada usia 8-15 tahun. 

Dikutip dari Healthline, haid pertama juga bisa muncul sekitar dua tahun setelah payudara anak perempuan mulai berkembang.

Cepat atau lambat menstruasi pertama akan datang, orangtua (terutama ibu) dianjurkan untuk membekali putrinya.

Berikan mereka pengetahuan yang memadai sebagai cara menghadapi menstruasi pertamanya. Pembekalan ini juga perlu dilakukan untuk menghindari anak dari perasaan cemas, panik, maupun terpaan informasi yang keliru.

Nah, bagaimanakah cara tepat membahas topik ini dengan putri Anda?

Ciri-ciri menstruasi pada anak perempuan

menarche adalah haid pertama
Sembelit menjadi salah satu ciri menstruasi pertama

Pertama-tama, Anda perlu menjelaskan tanda-tanda menstruasi pada anak. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mengantisipasi dengan baik bila sewaktu-waktu mengalami gejalanya.

Berikut adalah gejala menstruasi pertama yang dapat terjadi:

  • Tumbuhnya jerawat
  • Perut kembung
  • Rasa nyeri payudara
  • Sakit punggung
  • Sembelit
  • Diare
  • Merasa lebih lelah dari biasanya
  • Merasa lebih emosional dan mudah marah
  • Mengidamkan makanan, terutama yang manis
  • Munculnya keputihan.

Perlu diingat, tidak semua anak perempuan dapat mengalami gejala haid pertama di atas. Ada juga anak yang mengalaminya tanpa diawali dengan gejala.

Salah satu cara mengatasi haid pertama pada anak yang bisa dilakukan adalah membawa ‘perlengkapan haid’. Ketika tanda-tanda haid pertama muncul, bekali mereka dengan beberapa perlengkapan di bawah ini:

  • Celana dalam bersih
  • Pembalut
  • Tisu
  • Obat pereda nyeri, misalnya acetaminophen.

Jadi, jika anak sedang berada di luar rumah dan mengalami menarche, mereka pun bisa melakukan tindakan penanganan dengan perlengkapan di atas.

Berapa banyak darah yang keluar saat menstruasi?

Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak anak perempuan adalah: berapa banyak darah yang akan keluar selama menstruasi terjadi?

Dikutip dari Healthline, menstruasi pertama anak perempuan biasanya bersifat ringan, yakni hanya beberapa titik darah merah atau kecokelatan saja sepanjang minggu.

Meski begitu, ada pula anak perempuan yang mengalami cukup banyak perdarahan saat sedang menstruasi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Ketika hormon di tubuh anak sudah stabil, biasanya jumlah darah yang keluar saat menstruasi akan lebih konsisten.

Dilansir dari Planned Parenthood, umumnya seseorang akan mengeluarkan darah sebanyak 6 sendok makan atau 1/3 cangkir selama menstruasi.

Perdarahan yang banyak selama menstruasi tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, jika anak merasa dirinya kehilangan banyak darah saat haid atau haid yang berkepanjangan, bawa mereka ke dokter untuk diperiksa.

Cara berbicara tentang menarche kepada putri Anda

Pertama-tama, carilah waktu yang tepat untuk membicarakan menstruasi pertama pada putri Anda.

Pilih waktu yang santai, misalnya di akhir pekan saat pekerjaan rumah anak tidak menumpuk dan mereka sedang sendiri di rumah.

Pembicaraan ini biasanya terasa lebih nyaman jika dilakukan oleh ibu. Sementara itu, bagi ayah yang berstatus single parent, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan pada perempuan yang paling dekat dengan si kecil (misalnya nenek atau bibi).

Kalau tidak memungkinkan, sebaiknya Anda pelajari seluk-beluk haid pertama terlebih dulu untuk membekali diri sekaligus mengantisipasi pertanyaan dari anak.

Berikut adalah sejumlah hal penting untuk putri Anda sebagai cara menghadapi menstruasi pertamanya.

1. Jelaskan gambaran umum mengenai haid pertama

Pertanyaan yang paling sering muncul dari anak perempuan terkait hal ini adalah: apa yang harus dilakukan ketika haid pertama datang?

Selain itu, wajar jika mereka bertanya mengenai sakit atau tidak saat menstruasi, kenapa bisa keluar darah dari vagina, berapa lama menstruasi berlangsung, hingga bagaimana caranya membersihkan darah haid.

Anda bisa menjelaskan secara perlahan-lahan, dimulai dari fakta bahwa darah menstruasi pertama bisa berwarna merah, cokelat, bahkan kehitaman.

Tekankan juga pentingnya menjaga kebersihan organ vitalnya pada masa ini. Salah satunya dengan mengganti pembalut setiap 4-6 jam agar terhindar dari bakteri dan infeksi.

2. Jelaskan jenis-jenis pembalut

Pembalut memiliki beberapa jenis, mulai dari pembalut sekali pakai atau pembalut kain yang bisa digunakan berulang kali. Merek pembalut sekali pakai juga bermacam-macam.

Jelaskan pada putri Anda bahwa pembalut jenis apa pun bisa menjadi pilihannya karena sama-sama berfungsi sebagai penampung darah menstruasi. Yang penting adalah daya serap pembalut dan kenyamanan penggunanya.

3. Bawa perlengkapan menstruasi untuk berjaga-jaga

Ketika putri Anda sudah mendekati usia pertama kali haid, pastikan mereka selalu membawa pembalut atau pakaian ganti.

Pasalnya, haid pertama bisa terjadi di rumah, sekolah, maupun tempat lain yang tak terduga. Pastikan mereka siap mengantisipasi segala kemungkinan.

Cara mengatasi haid pertama pada anak ini dapat membantunya untuk bisa langsung ke kamar mandi dan menggunakan pembalutnya. Sehingga, darah haid tidak tembus ke celana.

4. Jangan terlalu detail menjelaskan sisi negatif menstruasi

Semua perempuan yang sudah mengalami menstruasi tentu paham kalau ada banyak sisi negatif dari tamu bulanan ini.

Kram, jerawat, sakit perut, payudara sensitif, hingga sindrom pramenstruasi (PMS) adalah hal biasa bagi perempuan, baik menjelang maupun selama menstruasi berlangsung.

Efek samping haid juga tentu harus dijelaskan pada putri Anda agar mereka tidak panik saat mengalaminya. Namun, hindari penjelasan terlalu rinci atau terkesan membesar-besarkan masalah untuk menghindari munculnya rasa takut pada anak.

Yakinkan juga bahwa merasakan gejala menstruasi adalah hal yang normal dan dialami banyak wanita. Gejala-gejala tersebut bisa reda sendiri atau dengan mengonsumsi obat pereda nyeri haid yang dijual bebas di apotek terdekat, jika benar-benar diperlukan.

Bantal pemanas yang diletakkan di perut atau punggung bagian bawah juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri yang muncul.

5. Jelaskan seperti apa siklus haid yang sehat

Pada umumnya, siklus menstruasi yang normal akan terjadi setiap 28 hari. Namun, ada pula yang mengalami siklus ini sekitar 25-35 hari yang masih terhitung normal.

Anda dianggap memiliki haid yang teratur jika menstruasi datang setiap 23 hari, 35 hari, atau kapan pun di antara rentang waktu ini. Menstruasi yang normal berlangsung di antara 3-7 hari.

Masa ovulasi (ketika indung telur melepaskan sel telurnya) pada siklus haid yang normal akan selalu datang di hari ke-14, yaitu tepat di pertengahan siklus.

Masa ini juga sering disebut sebagai masa subur, yakni saat sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma pria. Jika tidak, hari pertama menstruasi umumnya akan tiba dalam 14 hari kemudian.

Wanita yang mengalami siklus menstruasi normal akan menjalani menstruasi sebulan sekali, dengan total 11-13 kali dalam waktu satu tahun.

Siklus haid ini akan terus berulang sampai perempuan masuk ke usia menopause dan ketika tubuhnya sudah tidak memproduksi sel telur lagi.

Tidak jauh berbeda dari ciri-ciri menstruasi pertama pada anak, gejala menstruasi normal umumnya meliputi

  • Muncul jerawat
  • Mengidam makanan
  • Perubahan suasana hati
  • Perut kembung
  • Kram pada perut bagian bawah dan punggung
  • Kesulitan untuk tidur
  • Payudara jadi lebih sensitif.

Kapan harus ke dokter?

Jika berbagai hal di bawah ini terjadi pada anak, bawa mereka ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut:

  • Belum juga menstruasi ketika usianya mencapai 15 tahun.
  • Sudah menstruasi selama 2 tahun namun tidak teratur.
  • Terjadi perdarahan di sela-sela periode menstruasi.
  • Mengalami rasa sakit yang parah sehingga tak mampu menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Perdarahan yang hebat sehingga anak perlu mengganti pembalutnya setiap 1-2 jam sekali.
  • Anak mengalami menstruasi yang bertahan lebih dari 7 hari.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai kesehatan anak perempuan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

tips parentingmenstruasi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved