4 Tips Berpuasa untuk Penderita Diabetes yang Tidak Boleh Dilewatkan


Puasa memiliki berbagai manfaat bagi penderita diabetes. Untuk mendapatkan manfaatnya, ada sejumlah tips berpuasa untuk penderita diabetes yang bisa dilakukan, seperti menghindari dehidrasi hingga menjaga porsi makan dan jenis makanan saat berbuka puasa.

0,0
28 Apr 2021|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tips puasa berpuasa untuk penderita diabetes meliputi menjaga porsi makan dan jenis makan saat berbukaPuasa memiliki manfaat bagi penderita diabetes
Saat ini, sebagian besar umat muslim sedang menjalani ibadah puasa Ramadan. Ada yang sehat, ada pula yang sedang sakit tapi tetap ikut berpuasa. Menjalankan puasa meski sakit tentunya berisiko, terutama bagi orang-orang yang memiliki penyakit kronis. Namun, ada beberapa kondisi ternyata bisa diuntungkan dengan berpuasa. Salah satunya adalah diabetes melitus.

Tips berpuasa untuk penderita diabetes

Ketika puasa, kadar gula darah akan mengalami penurunan. Untuk mencegah berbagai potensi masalah, berikut adalah sejumlah tips berpuasa untuk penderita diabetes yang bisa Anda ikuti.

1. Berkonsultasi dengan dokter

Tips berpuasa untuk penderita diabetes pertama yang harus Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Idealnya, konsultasi ini dilakukan 2-4 bulan sebelum Ramadan.

Dokter akan memeriksa kondisi Anda dan melakukan penyesuaian obat-obatan yang dikonsumsi selama puasa agar kadar gula darah tetap terkontrol. Penyesuaian obat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Selain itu, Anda dapat bersama-sama mengatur rencana pola makan, jumlah aktivitas yang sesuai, dan kontrol komplikasi akut yang dapat terjadi saat berpuasa.

Jika Anda sedang hamil, penting bagi Anda mengetahui informasi komplikasi karena puasa. Umumnya, wanita hamil dengan diabetes berada pada kondisi risiko tinggi dan dianjurkan untuk tidak berpuasa. Pada ibu hamil yang berpuasa, terjadi peningkatan angka kecacatan dan kematian janin maupun ibu.

Perawatan intensif terhadap pola, pemantauan gula darah, dan penyesuaian dosis obat lebih sering dibutuhkan. Perawatan yang ideal dapat dilakukan di rumah sakit oleh ahli diabetes, ahli gizi, hingga ahli kebidanan (jika ibu hamil yang mengalaminya).
[[artikel-terkait]]

2. Perhatikan tanda hipoglikemia

Tidak adanya asupan makanan selama berpuasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, yakni kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah terlalu rendah. Risiko terjadinya hipoglikemia berat berkaitan dengan penggunaan obat antidiabetes, terutama golongan sulfonilurea, insulin, perubahan dosis obat, dan perubahan aktivitas yang terlalu drastis.

Oleh karena itu, tips berpuasa untuk penderita diabetes selanjutnya adalah memerhatikan tanda adanya hipoglikemia saat Anda puasa. Bila Anda mulai mengalami gemetar, keluar banyak keringat, gelisah, dan pusing, berbagai kondisi ini dapat menandakan adanya hipoglikemia.
Pada kondisi berat, Anda bisa mengalami pandangan kabur, kelemahan otot, sulit berbicara, kejang, dan penurunan kesadaran. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama untuk menangani hipoglikemia yang dapat Anda lakukan adalah mengonsumsi makanan atau minuman manis. Tindakan ini bermanfaat untuk mengembalikan kadar gula darah Anda menjadi normal. Setelah itu, makanlah dalam porsi secukupnya.

3. Jaga porsi makan dan jenis makanan saat berbuka

Sebagian besar masalah pada penderita diabetes selama berpuasa disebabkan karena terlalu banyak makan. Sering kali, terjadi peningkatan konsumsi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat dan lemak saat berbuka puasa atau setelah salat tarawih.

Dalam konteks ini, tips puasa sehat untuk penderita diabetes yang perlu Anda lakukan adalah menghindari terlalu banyak konsumsi karbohidrat dan makanan atau minuman manis. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan pada kadar gula darah Anda atau hiperglikemia.

Pola makanan yang dikonsumsi selama puasa seharusnya tidak berbeda dengan pola makanan pada hari-hari lainnya. Pilihlah makanan yang sehat dengan komposisi seimbang. Perhatikan juga porsi makan yang Anda konsumsi.

Makanan yang dianjurkan adalah makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks (contohnya nasi merah) untuk dikonsumsi saat sahur. Distribusikan kalori yang dibutuhkan dibagi ke dalam dua sampai tiga porsi di antara jam buka puasa dan sahur sebagai cara berpuasa untuk penderita diabetes.

4. Menghindari dehidrasi

Pembatasan asupan cairan selama puasa dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Aktivitas fisik berat dan hiperglikemia juga dapat menyebabkan masalah ini. Oleh karena itu, tips berpuasa untuk penderita diabetes yang perlu Anda lakukan adalah memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka puasa.

Selain banyak minum, memperhatikan intensitas aktivitas yang Anda lakukan juga penting untuk menghindari diri dari dehidrasi. Saat beraktivitas, tubuh akan membakar glukosa dalam tubuh.
Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah sehingga berpotensi memicu hipoglikemia. Sebaiknya, aktivitas fisik berat dikurangi durasi dan intensitasnya selama ada puasa.Itulah beberapa tips berpuasa untuk penderita diabetes. Jika timbul gejala-gejala hipoglikemia saat berpuasa, sebaiknya batalkan puasa Anda dan segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Jika Anda punya pertanyaan seputar puasa sehat, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
diabetestips puasa
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20371525
Diakses pada Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/fasting-diabetes
Diakses pada Mei 2019
Panduan Penatalaksanaan DM Tipe 2 pada Individu Dewasa di Bulan Ramadan. Perkeni: 2015
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait