Jadi Ibu Muda Menyusui Bayi Baru Lahir? Ini Tipsnya

(0)
30 Aug 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada beberapa tips untuk ibu muda menyusui bayi baru lahir.Ibu muda menyusui bayi baru lahir bisa mengikuti sejumlah tips untuk memastikan kesehatan Si Kecil
Sesaat setelah persalinan, dokter maupun bidan biasanya segera meletakkan bayi di atas perut maupun dada ibunya. Proses ini dikenal sebagai inisiasi menyusu dini (IMD), yang akan membantu ibu muda menyusui bayi baru lahir.Dalan waktu 12-44 menit, bayi akan menggerak-gerakkan anggota tubuhnya dan menuju puting ibunya, meski belum bisa melihat dengan jelas. Selanjutnya, dengan mengandalkan indra penciuman, bayi mulai belajar menyusu dari payudara ibu.Pada tahap awal, bayi biasanya akan menyusu sekitar 15 menit. Ketika menyusu untuk pertama kalinya ini, anggota tubuh bayi berkoordinasi untuk bernapas, mengisap, dan menelan ASI.
Selanjutnya, bayi tidak akan memiliki keinginan untuk menyusu, setidaknya dalam waktu 2-2,5 jam ke depan.

Panduan untuk ibu muda menyusui bayi baru lahir

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan ibu untuk menyusui bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. Berikut ini panduan bagi para ibu muda yang akan menyusui bayi baru lahir.

1. Lakukan inisiasi menyusu dini (IMD)

Jika memungkinkan, biarkan bayi menyusui segera setelah dilahirkan, terutama selama 1 jam pertama, melalui inisiasi menyusui dini (IMD). Sebab, bayi newborn masih sangat aktif dan memiliki refleks mengisap yang kuat selama 1 jam pertama setelah kelahirannya, sebelum akhirnya tertidur karena mengantuk.Baik ibu yang menjalani persalinan normal maupun operasi Caesar, sama-sama bisa melakukan IMD. Hanya saja pada ibu yang baru saja melalui operasi Caesar, bayi diletakkan di dada untuk IMD, bukan di perut. IMD ini akan membantu ibu muda menyusui bayi baru lahir.

2. Tidak memberikan asupan lain

Sebisa mungkin, jangan berikan asupan selain ASI pada bayi yang baru lahir. Sebab, asupan lain bukan hanya mengganggu produksi ASI, tapi juga menciptakan kondisi bingung puting pada bayi, dan meningkatkan risiko infeksi.Namun, jika bayi maupun ibu mengalami kondisi tertentu yang tidak memungkinkan dilakukannya IMD maupun proses menyusui, pemberian susu formula bisa dilakukan, hanya dengan pengawasan tim medis.

3. Susui bayi hingga kenyang

Susuilah Si Kecil hingga ia kenyang. Jika sudah puas dan kenyang, bayi akan melepaskan isapannya dari payudara ibu dengan sendirinya. Apabila masih mengisap payudara ibu, maka hal itu menandakan bayi belum kenyang dan masih ingin menyusu.

4. Bangunkan bayi untuk disusui

Bangunkan bayi secara lembut sebelum menyusuinya.
Dalam minggu pertamanya, Bayi baru lahir perlu disusui sekitar 8 kali sehari, dengan jarak tidak lebih dari 4 jam untuk setiap sesi menyusunya.Agar bayi mudah dibangunkan ketika tidur jika Anda ingin menyusuinya, cobalah untuk melepaskan selimutnya, mengganti popoknya, memijatnya dengan lembut, atau mendekapnya dalam pelukan Anda.

5. Susui dengan kedua payudara

Setelah menyusui selama beberapa bayi, latih bayi untuk menyusu hingga salah satu payudara kosong, sebelum berganti ke payudara lain. Sebab pada setiap sesi menyusu, ada dua tipe ASI.Pertama, susu dengan konsistensi encer, yang bisa mengenyangkan bayi. Kedua, susu dengan tekstur creamy yang kaya akan lemak. Si Kecil membutuhkan keduanya. Oleh karena itu, jika bayi hanya menyusu dari salah satu payudara kemudian tertidur, maka susuilah dari payudara lain di sesi menyusu berikutnya.

6. Cari posisi yang pas

Tak sedikit ibu baru, yang bingung mencari posisi menyusui bayinya. Namun, hal ini bisa dipelajari dengan mudah. Begitu Anda menemukan posisi yang tepat, aktivitas menyusu pun akan lebih lancar dan menyenangkan.Anda bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi, bidan, atau dokter untuk mempelajari posisi menyusu yang tepat. Sebab, perlekatan bayi yang tidak pas, bisa menimbulkan luka pada puting Anda.

7. Tidak memberi dot sebelum 4 minggu

Bayi bisa mengalami bingung puting apabila mendapatkan dot terlalu cepat, sehingga akhirnya lupa cara menyusu langsung dari payudara ibu. Anda bisa mengantisipasinya dengan tidak memberinya dot sebelum berusia 4 minggu.Selain itu, sebaiknya jangan berikan empeng. Namun jika Anda memang berencana memberinya susu dari dot, jangan tunggu terlalu lama. Sebab jika Anda tidak kunjung memperkenalkan dot, bayi lebih berpotensi untuk menolaknya.

8. Sendawakan bayi

Biarkan bayi menyusu dari salah satu payudara Anda hingga payudara tersebut terasa melunak. Biasanya, bayi membutuhkan 15-20 menit untuk ‘mengosongkan’ salah satu payudara ibunya. Namun tentu saja, tidak ada patokan waktu yang pasti.Selanjutnya, sendawakan bayi dengan membelai atau menepuk lembut punggungnya. Langkah menyendawakan bayi ini bertujuan mengurangi kemungkinan bayi kembung akibat menelan udara terlalu banyak ketika menyusu.Kemudian, susuilah dari payudara yang berbeda. Jika Si Kecil masih lapar, maka ia pasti tidak menolak. Namun apabila bayi sudah tidak ingin menyusu, Anda bisa menyusui dari payudara sebelahnya, pada sesi berikutnya.

9. Gunakan pompa ASI

Apabila Si Kecil cenderung menyusu dari salah satu payudara saja, Anda bisa menggunakan breast pump untuk mengosongkan payudara lainnya. Langkah ini bisa mengurangi nyeri pada payudara, sekaligus ‘mengamankan’ persediaan ASI untuk bayi.

Frekuensi bayi menyusu

Intensitas bayi menyusu akan berkurang waktu demi waktu.
Seiring bertambahnya usia Si Kecil sekaligus produksi ASI, ia bisa mengisap lebih banyak air susu dengan waktu yang lebih singkat dibanding sebelumnya. Pada saat inilah Anda sebagai ibu baru, biasanya mulai menyadari pola atau frekuensi menyusunya.Biasanya, bayi akan menyusu dengan pola sebagai berikut ini, sesuai usianya.
  • 1-3 bulan: 7-9 kali per 24 jam
  • 3 bulan: 6-8 kali per 24 jam
  • 6 bulan: sekitar 6 kali sehari
  • 12 bulan: sekitar 4 kali sehari
Pengenalan pada makanan pendamping ASI (MPASI) di usia 6 bulan akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.Meski demikian, frekuensi di atas bukanlah acuan pasti. Sebab, setiap bayi memiliki pola tersendiri ketika menyusu, dengan berbagai faktor yang memengaruhinya.

Catatan dari SehatQ:

Jangan berikan asupan apapun selain ASI maupun susu formula pada bayi di bawah 1 tahun. Artinya, Anda pun tidak boleh memberinya jus maupun susu sapi pada periode usia tersebut.Sebab, asupan selain ASI dan susu formula tidak memberikan cukup nutrisi, dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi. Anda bisa mulai memberinya air putih saat bayi berusia 6 bulan, atau ketika mulai belajar minum dari cangkir pertamanya.
bayi & menyusuimenyusuiasi eksklusifibu menyusui
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/inisiasi-menyusu-dini
Diakses pada 18 Agustus 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kembung-pada-bayi-dan-anak
Diakses pada 18 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-breastfeeding#:~:text=Newborns%20need%20to%20nurse%20about,little%20one%20against%20your%20skin.
Diakses pada 18 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/breast-feeding-tips#1
Diakses pada 18 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-feeding/art-20047138
Diakses pada 18 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-feeding-schedule#establishing-a-schedule
Diakses pada 18 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-feeding-schedule#how-often-to-feed
Diakses pada 18 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait