4 Tips Anti Stres dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus

Mempelajari tentang cerebral palsy menjadi langkah awal untuk memahami anak dengan cerebral palsy
Mengasuh anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran lebih bagi orangtua.

Mengasuh anak sudah menjadi kewajiban bagi setiap orangtua. Hanya saja, bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tugas ini mungkin akan terasa jauh lebih berat dibanding orangtua dengan anak normal pada umumnya.

Kondisi ini tidak terkecuali bagi orangtua yang memiliki anak dengan lumpuh otak atau cerebral palsy. Cerebral palsy adalah sejumlah kelainan pada tubuh yang mengakibatkan terbatasnya kemampuan seseorang untuk bergerak, berdiri tegak, maupun menjaga keseimbangannya.

Hingga kini, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan cerebral palsy. Anak yang menderita kelainan ini harus menjalani serangkaian pengobatan (termasuk operasi) maupun terapi sepanjang hidupnya, serta menggunakan alat bantu untuk bergerak maupun berkomunikasi dengan orang lain.

Proses ini bukan hanya melelahkan bagi anak, tapi juga bagi orangtua. Ibu dan ayah tidak jarang mengalami stres secara psikologis saat mengurus anak berkebutuhan khusus ini.

Bagaimana cara menangani anak berkebutuhan khusus?

Yang perlu diingat adalah setiap keluarga memiliki caranya sendiri dalam membesarkan anak dengan kondisi cerebral palsy. Namun yang jelas, merawat anak berkebutuhan khusus butuh waktu, tenaga, empati, dan kesabaran yang lebih banyak dibanding anak-anak pada umumnya.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi beban stres psikologis saat mengasuh anak berkebutuhan khusus dengan cerebral palsy.

1. Lebih teratur

Rapikan hal-hal kecil agar Anda tidak kelabakan ketika membutuhkannya di saat darurat. Misalnya, tempatkan nomor telepon dokter, obat-obatan anak, kontak di saat darurat, nomor telepon sekolah, hingga rekam medis di tempat yang mudah Anda jangkau.

2. Belajar tentang cerebral palsy

Belajar mengenai cerebral palsy dan bagaimana penyakit itu memengaruhi perkembangan anak akan membuat Anda menjadi orangtua yang lebih pengertian. Orangtua bisa mempelajari ini dengan berselancar di internet, langsung bertanya kepada dokter, atau mengikuti forum orangtua dengan anak yang juga terkena cerebral palsy.

3. Jaga diri Anda sendiri

Tidak jarang orangtua terlalu sibuk mengurus anaknya sehingga lupa bahwa ibu dan ayah juga harus merawat diri sendiri. Sempatkan diri untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan berenergi, istirahat cukup, dan luangkan waktu untuk diri sendiri (me time).

Jangan segan untuk meminta bantuan orang lain untuk bergantian menjaga anak Anda. Bila level stres sudah memuncak, luapkan rasa frustrasi dengan berbicara kepada pasangan atau konsultasikan dengan psikolog.

4. Buka diri terhadap lingkungan

Percayalah, Anda bukanlah satu-satunya orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Anda bisa bergabung dengan komunitas cerebral palsy untuk mendengar tips dari orangtua lain dengan kondisi sama seperti Anda.

Tokoh inspirasional yang juga menderita cerebral palsy

Anak dengan cerebral palsy memang tidak akan bisa bergerak seleluasa anak-anak normal pada umumnya. Namun, bagi sebagian penderitanya, kondisi ini bukan penghalang untuk terus berprestasi dan mendobrak batasan yang ada pada diri mereka.

Berikut beberapa tokoh inspirasional yang bisa berkarya meski menderita cerebral palsy, di antaranya:

  • Bryan Bjorklund: setelah lulus SMA, ia bertubi-tubi diserang masalah kesehatan dan naik meja operasi. Namun, tekadnya untuk memperoleh gelar sarjana tidak luntur dan akhirnya diswisuda dan mendapat standing ovation.
  • Angela Oyama: contoh lain bahwa cerebral palsy bukan halangan dalam dunia akademis. Oyama lulus dari SMA dengan meraih Foreign Language Award dan kini kuliah di jurusan bahasa asing untuk mengejar cita-citanya menjadi translator.
  • Bailey Matthews: bocah berusia 13 tahun ini tidak takut mengikuti ajang olahraga yang menuntut kondisi fisik prima seperti triatlon untuk anak-anak. Ia pun tercatat sudah dua kali berpartisipasi dan selalu finis tanpa alat bantu jalan.
  • Marlana Vanhoose: sempat diprediksi tidak akan bertahan hingga usia 1 tahun, Marlana kini malah sibuk keliling dunia untuk bernyanyi. Selain menderita cerebral palsy, ia juga mengalami kebutaan karena terkena cytomegalovirus (CMV).
  • Shenaragh Nemani: penderita cerebral palsy juga bisa menari salsa. Nemani bahkan sudah berkompetisi di Kejuaraan Dunia Salsa Latin meski duduk di kursi roda.

Siapa pun bisa menyerah ketika dihantam cerebral palsy. Tetapi, hanya orang-orang luar biasa yang bisa menginspirasi dunia dengan mendobrak keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cerebral-palsy.html
Diakses pada 23 Juli 2019

CDC. https://www.cdc.gov/features/cerebral-palsy-11-things/index.html
Diakses pada 23 Juli 2019

Cerebral Palsy Guide. https://www.cerebralpalsyguide.com/community/parents-caregivers/
Diakses pada 23 Juli 2019

Cerebral Palsy Org. https://www.cerebralpalsy.org/blog/10-inspirational-stories-about-people-with-cerebral-palsy
Diakses pada 23 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed