Kenali Ruam Popok pada Bayi, Penyebab, Cara Mengobati hingga Perawatan yang Efektif


Ruam popok pada bayi bisa terjadi karena kondisi popok yang lembap dan hangat hingga menimbulkan infeksi bakteri. Obati ruam kulit ini dengan salep atau krim dan pahami perawatannya yang efektif agar tidak iritasi.

(0)
09 May 2019|Maria Yuniar
Cara mengatasi ruam popok pada bayi salah satunya dengan memeriksa popok sesering mungkinSaat basah atau kotor, segera ganti popok bayi, agar tidak terjadi ruam popok pada bayi.
Ruam kulit karena penggunaan popok oleh bayi atau lebih dikenal dengan ruam popok adalah masalah kesehatan kulit yang kerap dialami bayi baru lahir. Pada bayi, ruam tersebut bisa timbul akibat kondisi lingkungan yang hangat dan lembap. Ruam kulit ini bisa berupa bercak merah pada pantat bayi, atau kulit merah bersisik di area kelamin.Meski Anda sudah berhati-hati, Si Kecil tetap memiliki kemungkinan mengalami ruam kulit akibat pemakaian popok. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui penyebab ruam popok dan cara mengatasinya berikut ini.

Penyebab ruam popok pada bayi

Ruam tidak berbahaya yang sering terlihat pada kulit kepala bayi (cradle cap), juga bisa muncul pada pantat. Dokter menyebutnya sebagai dermatitis seboroik. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ruam popok bayi ini bisa disebabkan oleh kontak dengan urin atau feses hingga bahan popok yang bisa memicu infeksi.Selain karena hal yang telah disebutkan, beberapa kondisi umum berikut juga bisa memicu timbulnya ruam popok pada bayi.
  • Popok anak basah atau kotor terlalu lama
  • Popok lembap yang bisa menyebabkan infeksi dan iritasi pada kulit bayi
  • Luka pada pantat bayi akibat gosokan Anda saat membersihkannya
  • Infeksi ragi
  • Infeksi bakteri dan jamur
  • Reaksi alergi terhadap popok
  • Alergi makanan baru yang terinfeksi melalui tinja
  • Penggunaan antibiotik
  • Iritasi pada suatu produk
Ruam popok menyebabkan bercak merah, kulit bersisik dan lunak, yang sebenarnya akan hilang tanpa pengobatan. Anda mungkin juga akan menemukannya pada bagian lain tubuh bayi.

Faktor risiko ruam popok pada bayi

Bayi yang masuk dalam kelompok-kelompok berikut ini memiliki faktor risiko terhadap ruam popok.
  • Tumbuh besar, terutama antara 9-12 bulan
  • Kulit sensitif seperti bayi yang menderita eksim atau dermatitis atopik
  • Tidur dengan mengenakan popok kain
  • Mengalami diare
  • Mulai mengonsumsi makanan padat
  • Terpapar antibiotik, baik karena mengonsumsinya langsung, maupun mendapatkan ASI dari ibu yang sedang mengonsumsi antibiotik

Cara mengobati ruam popok pada bayi

Untuk mengatasi ruam popok pada bayi, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut ini untuk mengobati ruam popok pada bayi.
  • Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah mengganti popok.
  • Periksa popok bayi sesering mungkin, dan menggantinya segera setelah basah atau kotor.
  • Gunakan air bersih. Untuk membersihkan kotoran dari kulit bayi Anda, gunakan pembersih ringan.
  • Tepuk area dengan lembut bersih dan kering, jangan menggosoknya.
  • Jika Anda menggunakan lap, pilih yang ringan. Cobalah untuk menghindari lap yang mengandung pewangi atau alkohol. Sebagai pilihan lain, gunakan kain lap yang bersih dan lembut.
  • Pastikan area kulit bayi benar-benar bersih dan kering, sebelum memakaikan popok baru.
  • Oleskan krim atau salep untuk ruam popok bayi ke bagian kulit bayi yang akan tertutup oleh popok. 
Ruam yang parah biasanya membutuhkan tindakan ekstra ini.
  • Gunakan botol penyemprot berisi air, untuk membersihkan area dengan baik. Hindari menggosok kulit yang sakit.
  • Biarkan bayi Anda bebas dari popok sesering mungkin. Mengeringkan area yang biasa tertutup popok, bisa membantu menyembuhkan kulit bayi lebih cepat. Sebagai antisipasi, lakukan langkah ini dengan benar, setelah bayi buang air besar.

Perawatan kulit untuk mengatasi ruam popok pada bayi

Produk perawatan kulit bayi berupa krim, salep, atau bedak, bisa menenangkan maupun melindungi kulit bayi yang sakit. Berikut ini beberapa cara menggunakan produk-produk perawatan kulit tersebut pada bayi.
  • Jika memilih bedak, jauhkan produk ini dari wajah bayi Anda. Sebab jika terhirup, bedak bisa menyebabkan masalah pernapasan pada bayi. Oleh karena itu, letakkan bedak pada tangan Anda sebelum mengaplikasikannya pada area kulit yang akan tertutup popok.
  • Pilih produk krim atau salep ruam popok dengan kandungan zinc oxide atau petrolatum (petroleum jelly).
  • Hindari penggunaan bedak, tisu basah serta sabun bayi yang mengandung alkohol dan pewangi karena dapat memicu iritasi.
  • Saat bayi mengalami ruam popok, gunakan popok dengan ukuran yang lebih besar agar kulit bayi bisa bernapas dan terkena udara.
Produk yang dijual bebas di pasaran, bisa jadi mengandung krim steroid. Hindari produk semacam ini, kecuali dokter merekomendasikannya untuk Anda. Sebab, kandungan ini bisa memicu iritasi pada kulit pantat bayi. Bahkan, efek sampingnya akan lebih besar jika produk tersebut tidak digunakan dengan benar.

Tips memilih dan membersihkan popok

Dua langkah mudah menggunakan di bawah ini bisa mengurangi potensi terjadinya ruam popok. Anda pun bisa mencobanya pada Si Kecil.

1. Ganti Jenis Popok

Jika Anda menggunakan kain, coba pakai popok sekali pakai. Atau coba berbagai merek popok sekali pakai.

2. Ganti Detergen

Jika Anda mencuci popok kain sendiri, ganti detergen Anda. Pilih detergen ringan, dengan kandungan hipoalergenik. Selain itu, Anda bisa menambahkan setengah cangkir cuka saat melakukan pembilasan.

Waktu yang tepat untuk menghubungi dokter

Anda disarankan untuk segera menghubungi dokter jika menemukan ruam popok pada bayi disertai gejala-gejala seperti berikut:
  • Ruam semakin memburuk atau tidak ada respons terhadap pengobatan dalam 2-3 hari.
  • Bayi mengalami demam atau tampak lesu.
  • Anda melihat benjolan berwarna kuning, berisi cairan (pustula), dan area berkerak berwarna madu. Ini mungkin merupakan infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.
  • Adanya gejala infeksi ragi, seperti:
    - Ruam merah bengkak dengan sisik dan luka
    - Jerawat merah kecil di luar area popok
    - Kemerahan di lipatan kulit bayi
Dokter anak dapat meresepkan obat antijamur untuk membersihkannya atau memberikan obat-obatan seperti krim hydrocortisone untuk mengatasi peradangan. Bila perlu, dokter juga akan memberikan antibiotik jika muncul gejala infeksi bakteri pada ruam.
bayiruam popokperawatan kulitmerawat bayi
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/diaper-rash-treatment
Diakses pada Oktober 2018
Healhtline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-diaper-rash
Diakses pada 5 Maret 2019
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/seputar-ruam-popok-pada-anak Diakses pada 3 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait