Sereal bisa membantu memperkenalkan MPASI pertama bayi.
Bayi sebaiknya mengonsumsi sereal terlebih dahulu, untuk membantu transisi menuju MPASI.

Bayi berumur enam bulan siap untuk menerima makanan padat. Pada masa transisi ini, Anda mungkin bingung untuk menyusun menu dan jadwal makannya. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pertama, ingatlah bahwa di usia tersebut, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi bayi Anda. Makanan padat sifatnya hanya sebagai suplemen.

Seringkali, makanan padat yang menjadi pertama adalah sereal, nasi, atau oatmeal. Beberapa bayi mungkin tidak menyukai sereal. Tidak ada salahnya jika bayi Anda melewatkan tahap sereal dan langsung mengonsumsi bubur. Namun, bayi sebaiknya mengonsumsi sereal terlebih dahulu. Sebab, sereal bisa membantu bayi melewati masa transisi, dari susu ke makanan padat.

MPASI Pertama Bayi

Berikut ini tips memberikan sereal untuk MPASI pertama bagi bayi Anda.

  • Jangan menaruh sereal di botol. Campurkan dengan susu formula atau air dan berikan dengan sendok.
  • Jika Anda sedang menyusui, jangan mencampur ASI dengan sereal dalam beberapa kali percobaan makan. Lakukan hingga bayi Anda menunjukkan kemampuannya untuk makan dengan benar.
  • ASI Anda dapat dicampur dengan sereal dan sedikit air.
  • Buat sereal sedikit encer. Jika bayi Anda dapat mengonsumsinya dengan baik, buat lebih kental secara bertahap.
  • Mulailah dengan menawarkan beberapa sendok. Ketika bayi Anda dapat bisa menerimanya, tambahkan beberapa sendokan.

Saat menyajikan makanan yang belum pernah dimakan bayi, berikan setidaknya percobaan selama tiga hari berturut-turut, sebelum mencoba menu baru lainnya. Langkah ini diperlukan untuk mengidentifikasi makanan yang mungkin memicu alergi pada bayi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi yang tidak mengonsumsi banyak buah atau sayur dalam periode 6-12 bulan, mungkin sulit mengonsumsi buah dan sayur di masa mendatang.

Pantangan dalam MPASI

Saat menyusun jadwal makan bayi, sebaiknya Anda menghindari bahan-bahan makanan dan minuman berikut ini.

  1. Madu, yang dapat menyebabkan botulisme bayi. Tunggu hingga 12 bulan untuk memberi madu pada anak
  2. Susu sapi, sebab bayi berusia enam bulan belum boleh mengonsumsinya. Namun saat sudah dapat mengonsumsi makanan padat dengan lebih baik, bayi boleh mencoba yogurt atau keju.
  3. Makanan keras. Anda dapat memberikan bubur atau makanan keras seperti wortel yang lunak dan lembut. Jangan berikan yang keras, karena dapat membuat bayi
  4. Jenis ikan tertentu secara berlebihan. Ada jenis ikan tertentu yang mengandung merkuri seperti tuna. Bandeng, salmon, dan ikan kalengan biasanya aman diberikan untuk bayi.

Selain alasan medis, sebaiknya hindari memberikan jus dalam kemasan untuk bayi. Walaupun pada label tertera keterangan 100 persen sari buah, tapi tetap ada banyak gula di dalamnya. Asupan gula yang berlebihan pada masa awal pertumbuhan bayi, bisa menimbulkan persoalan di kemudian hari. Asupan makanan yang terlalu manis, akan meningkatkan obesitas di usia enam tahun.

Ada beberapa jenis makanan yang juga harus dihindari, yaitu telur, kacang-kacangan, dan stroberi. Untuk mencegah alergi, sebaiknya jangan berikan tiga bahan makanan tersebut. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter, untuk mengetahui asupan makanan yang sesuai kebutuhan bayi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/6-month-old-feeding-schedule#types-of-foods
Diakses pada 1 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed