Mengenal Sendi Temporomandibular, Tipe Persendian yang Terdapat pada Rahang

Sendi temporomandibular adalah tipe persendian yang terdapat pada rahang dan memegang peran penting dalam berbicara dan makan
Sendi rahang memegang peran penting dalam berbicara dan makan

Tulang sendi (mandibula) dihubungkan ke tulang tengkorak oleh sendi rahang yang bernama sendi temporomandibular (temporomandibular joint/TMJ). Tipe persendian yang terdapat pada rahang ini bekerja seperti engsel.

Sendi temporomandibular memungkinkan rahang untuk bergerak ke atas dan ke bawah, memungkinkan gerakan membuka dan menutup mulut.

Untuk menggambarkan hubungan tengkorak dengan sendi rahang ini, Anda dapat coba membayangkan helm motor. Bagian kepala helm adalah tulang tengkorak, sedangkan kaca penutup helm adalah TMJ.

Kaca helm dapat dibuka dan ditutup, dengan ujungnya menempel pada kepala helm, sama seperti rahang dapat bergerak membuka dan menutup dengan sendinya menempel pada tulang tengkorak.

Tipe persendian yang terdapat pada rahang

Tipe persendian yang terdapat pada rahang memungkinkan dua jenis pergerakan, yaitu:

  • Pergerakan rahang ke depan, ke belakang, dan ke samping. Gerakan ini penting saat kita menggilas dan mengunyah makanan.

  • Pergerakan rahang ke atas dan ke bawah saat membuka dan menutup mulut. Gerakan ini terjadi saat kita berbicara, mengunyah, menguap, dan lain-lain.

Tipe persendian pada rahang ini memiliki mekanisme kerja yang unik. Sendi temporomandibular terdiri dari tiga komponen tulang yang merupakan bagian dari tulang tengkorak dan tulang rahang, tetapi ketiga bagian tulang tersebut tidak bersentuhan langsung, melainkan dipisahkan oleh bantalan sendi.

Selain oleh bantalan sendi, tulang rahang dan tulang tengkorak juga dihubungkan oleh tiga ligamen. Struktur-struktur di sekitar tulang ini berperan penting dalam menjaga stabilitas sendi rahang dan pergerakan.

Jika salah satunya mengalami gangguan, dapat menyebabkan gangguan pada fungsi rahang dan menimbulkan rasa sakit.

Dislokasi sendi temporomandibular

Keadaan di mana sendi rahang bergeser dari posisi normalnya disebut dengan dislokasi sendi temporomandibular.

Dislokasi ini dapat terjadi jika bagian rahang terkena trauma, misalnya jika dipukul atau tertabrak dari samping. Dislokasi sendi temporomandibular juga dapat disebabkan oleh menguap atau tertawa terlalu lebar.

Mengonsumsi makanan berukuran besar sehingga mulut terbuka terlalu lebar, juga dapat menyebabkan pergeseran sendi rahang. Dalam kondisi ini, ujung tulang rahang bergeser dari cekungan tempat asalnya menempel, serta biasanya akan tertarik ke depan akibat tarikan dari otot dan ligamen.

Mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan, jika tulang rahang dislokasi atau bergeser, rahang tidak akan “jatuh”. Tulang rahang yang lepas tertahan oleh jaringan penunjang sekitarnya. Namun, dislokasi akan menyebabkan rahang tidak dapat berfungsi dengan baik.

Selain rasa nyeri, gejala paling berat akibat dislokasi sendi temporomandibular adalah penderita tidak dapat menutup mulutnya. Saraf di sekitar rahang dapat ikut terjepit akibat bergesernya posisi tulang dan menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Kebiasaan Buruk yang Merusak Sendi Temporomandibular

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan sendi rahang Anda dan memperbesar risiko terjadinya gangguan pada sendi temporomandibular:

  • Menggigit kuku. Walaupun tampak tidak berbahaya, ternyata menggigit kuku dapat menyebabkan gangguan pada sendi rahang. Saat menggigit kuku, sendi rahang bergerak tidak sebagaimana mestinya, sehingga dapat menyebabkan gangguan.

  • Mengatupkan gigi terlalu keras dan menggemeretakkan gigi. Dalam keadaan emosi atau stres, tanpa sadar mungkin Anda sering mengatupkan gigi keras-keras atau menggemeretakkan gigi. Selain merusak permukaan gigi, tekanan pada sendi rahang yang terlalu keras juga dapat mengganggu struktur dan fungsinya.

  • Menggigit benda yang tidak semestinya. Pernahkah Anda mengoyak plastik bungkus makanan dengan gigi? Atau membuka tutup botol minuman dengan gigi? Melakukan hal ini sama artinya dengan memaksa sendi rahang Anda bekerja di luar kapasitasnya sehingga membuatnya rentan terhadap kerusakan.

  • Mengonsumsi makanan yang renyah dan keras. Memakan makanan yang renyah mungkin terasa enak. Tapi, ternyata kebiasaan ini dapat mengganggu kerja sendi rahang. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak memakan makanan yang keras atau renyah terlalu sering.

  • Membuka mulut terlalu lebar seperti menguap dan tertawa terlalu lebar.

Oleh sebab itu, hindari berbagai kebiasaan di atas untuk menjaga kesehatan sendi rahang Anda, sekaligus menjauhkannya dari gangguan yang sering terjadi seperti dislokasi dan cedera.

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/why-your-jaw-hurts#1.
Diakses pada April 2019

Teach Me Anatomy. https://teachmeanatomy.info/head/joints/temporomandibular/
Diakses pada April 2019

The TMJ Treatment Center. http://mitakides.com/tmj-break-bad-habits/
Diakses pada April 2019

Motta LJ, et al. Association Between Parafunctional Habits and Signs and Symptoms of Temporomandibular Dysfunction Among Adolescents. https://www.researchgate.net/profile/Sandra_Bussadori/publication/236060118_Association_Between_Parafunctional_Habits_and_Signs_and_Symptoms_of_Temporomandibular_Dysfunction_Among_Adolescents/links/58910de9458515aeac92d0c4/Association-Between-Parafunctional-Habits-and-Signs-and-Symptoms-of-Temporomandibular-Dysfunction-Among-Adolescents.pdf
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed