logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

7 Tipe Gaya Belajar yang Penting untuk Dipahami

open-summary

Gaya belajar adalah cara yang digunakan untuk menerjemahkan, memahami, dan menyimpan informasi tertentu. Terdapat beragam tipe gaya belajar, mulai dari visual, auditori, hingga kinestetik.


close-summary

3.1

(10)

27 Jan 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Gaya belajar anak pada umumnya berbeda-beda

Gaya belajar setiap orang berbeda-beda. Termasuk yang manakah Anda?

Table of Content

  • Macam-macam gaya belajar
  • Bagaimana cara memaksimalkan gaya belajar?

Tidak semua orang bisa menyerap pelajaran yang disampaikan lewat buku. Kadang kala, Anda mungkin lebih banyak mempelajari hal-hal baru dengan cara mendengar atau merasakan langsung. Sebab, setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Sebenarnya, apa itu gaya belajar?

Advertisement

Pengertian gaya belajar adalah cara yang digunakan untuk menerjemahkan, memahami, dan menyimpan informasi tertentu. Penggolongan gaya belajar ini menggunakan pendekatan sensorik, yaitu melihat (visual), mendengar (auditori), membaca/menulis, dan kinestetik.

Macam-macam gaya belajar

Setelah mengetahui tentang apa itu gaya belajar, Anda juga harus memahami tipe-tipenya. Dengan begitu, Anda bisa mencari tahu gaya belajar seperti apa yang sesuai untuk memudahkan proses belajar. Berikut adalah tipe-tipe belajar yang perlu Anda ketahui.

1. Gaya belajar visual

anak mengamati gambar
Pembelajaran visual.

Pengertian gaya belajar visual adalah gaya belajar yang berfokus pada penglihatan. Dalam gaya belajar ini, Anda dapat memahami informasi lebih baik ketika disajikan secara visual.

Contoh gaya belajar visual meliputi penggunaan warna, garis, ataupun bentuk ketika sedang mempelajari sesuatu.

Adapun ciri-ciri gaya belajar visual, yaitu:

  • Melihat dan mengamati hal-hal, seperti gambar, diagram, grafik, peta, dan lainnya. 
  • Sering membuat catatan dengan menggunakan bagan, tabel, atau spidol warna-warni sehingga buku catatannya terlihat sangat atraktif.
  • Lebih mudah mengingat apa yang dilihat.
  • Senang melihat sebuah instruksi didemonstrasikan.

Namun, kekurangan tipe belajar visual adalah pelakunya butuh lebih banyak waktu untuk mencerna informasi yang diberikan.

Pasalnya, cara belajar visual mengharuskan Anda untuk memproses informasi terlebih dahulu, kemudian menumpahkan ide tersebut secara menarik di atas media yang diinginkan.

2. Gaya belajar membaca/menulis

Orang dengan gaya belajar yang satu ini bisa memperoleh banyak informasi hanya dengan membaca atau menulis di buku. 

Gaya membaca/menulis mirip dengan tipe visual, hanya saja tidak perlu menggambarkan kata-kata yang dipelajarinya lewat bagan atau presentasi yang menarik.

Ciri-ciri gaya belajar membaca/menulis, yakni:

  • Senang membaca artikel atau buku
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan
  • Mencari kata-kata di kamus
  • Mencari informasi di internet
  • Menulis esai
  • Menulis di buku catatan.

Cara belajar ini adalah tipe paling ideal untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Orang dengan gaya tersebut akan sangat senang bila diberi tugas membaca literatur, mencari informasi dari internet, atau menulis esai.

3. Gaya belajar auditori

anak di kelas
Pemilik gaya belajar auditori bisa menjelaskan sesuatu secara verbal dengan baik

Gaya belajar auditori adalah metode yang mengutamakan pembelajaran melalui pendengaran. Orang yang memiliki gaya belajar auditori lebih mampu memproses informasi yang berguna ketika mendengarnya, misalnya lewat pidato, diskusi, maupun lewat musik.

Kadang kala, Anda akan menggumamkan informasi yang didengar agar lebih melekat di otak Ciri-ciri gaya belajar auditori, di antaranya:

  • Lebih suka mendengarkan materi daripada membaca catatan tertulis
  • Berbicara pada diri sendiri saat belajar agar mudah diingat
  • Membaca dengan mengeluarkan suara
  • Menjelaskan sesuatu secara verbal dengan baik
  • Lebih mengingat apa yang didengar.

Orang dengan cara belajar auditori sering dicap pemberani karena tidak malu untuk mengungkapkan pendapatnya. Sebaliknya, gaya belajar ini akan membuat Anda menjadi pembaca buku yang lambat dan sering mengulang-ulang hal yang dikatakan guru.

4. Gaya belajar kinestetik

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang menuntut Anda untuk mengalami sendiri pembelajaran yang dimaksud. 

Contoh gaya belajar kinestetik adalah ketika guru menerangkan tentang anatomi tubuh kucing, maka Anda harus menyentuh, mencium, atau merasakan sendiri bagian yang dimaksud agar informasinya tersimpan baik di otak. 

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik, antara lain:

  • Belajar melalui gerakan
  • Senang belajar dengan metode praktik
  • Menikmati aktivitas yang melibatkan gerak tubuh, misalnya olahraga atau menari
  • Suka melakukan eksperimen dan menciptakan sesuatu
  • Berjalan-jalan saat menghafal.

Sisi positif dari cara belajar kinestetik adalah memicu pelakunya untuk menjadi sangat aktif sehingga dapat disalurkan untuk kegiatan olahraga, menari, dan aktivitas fisik lainnya. 

Sedangkan, sisi negatifnya adalah orang dengan tipe kinestetik dapat sangat sulit diminta duduk untuk membaca buku atau bahkan mendengar penjelasan yang disampaikan guru.

5. Gaya belajar intrapersonal

Gaya belajar intrapersonal dapat terlihat ketika seseorang lebih suka belajar dalam situasi yang tertutup (privat). Mereka yang menganut cara belajar seperti ini cenderung mandiri dalam menuntut ilmu.

Situasi yang tertutup memungkinkan pelakunya untuk berkonsentrasi dan fokus terhadap topik yang sedang dipelajari.

6. Gaya belajar verbal-linguistik

Gaya belajar verbal-linguistik sering kali disalahartikan sebagai auditori. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda.

Orang-orang yang menganut gaya belajar verbal-linguistik dapat menyerap ilmu lebih baik dengan mendengarkan langsung, alih-alih mendengarkan secara umum seperti pada cara belajar auditori.

Terdapat beberapa karakteristik gaya belajar verbal yang penting untuk dipahami:

  • Tertarik dengan kata-kata dan cenderung mudah mempelajari kata baru.
  • Memiliki kosakata yang baik.
  • Gemar belajar lewat membaca dan juga menulis.
  • Cepat dalam mempelajari bahasa baru.
  • Kerap bertanya di dalam kelas.
  • Suka membaca, entah itu untuk dirinya sendiri atau orang lain.
  • Tidak suka kesunyian dan suka belajar dalam kelompok.

7. Gaya belajar sosial

gaya belajar sosial
Gaya belajar sosial.

Gaya belajar sosial dilakukan dengan melibatkan kelompok dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Seserorang yang menyukai gaya belajar sosial umumnya memiliki kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal yang cukup kuat. Pasalnya, mereka dapat mendengarkan dengan baik dan suka memberikan nasihat.

Alasan lain gaya belajar ini cukup digemari adalah adalah pelakunya mampu berbagi ide dengan orang-orang di sekitarnya lewat sebuah dialog.

Baca Juga

Baca Juga

  • 5 Tips untuk Membantu Anak Belajar Mengenal Huruf
  • Mengenal Hypnoparenting dan Cara Menerapkannya pada Anak
  • Cara Menanamkan Sikap Peduli terhadap Teman pada Anak dan Contohnya

Bagaimana cara memaksimalkan gaya belajar?

Tidak ada gaya belajar yang lebih baik dibanding dengan lainnya. Setiap gaya belajar memiliki batasan, tetapi semuanya dapat dilatih demi memaksimalkan proses belajar.

Berikut adalah tips untuk memaksimalkan macam-macam gaya belajar:

1. Visual

Wujudkan kalimat yang Anda dengar atau baca melalui gambar diagram, tabel, atau menggarisbawahi dengan spidol warna-warni. Hal ini akan membuat Anda mengingat pembelajaran dengan baik.

2. Membaca/menulis

Untuk memaksimalkan gaya belajar ini, Anda dapat merangkum atau menyalin kembali kata-kata dari buku yang baru saja dibaca. Selain itu, Anda bisa menuangkan ide-ide yang ada di kepala ke dalam tulisan.

3. Auditori

Dalam memaksimalkan gaya belajar auditori, dengarkan audiobook atau bacalah dengan lantang informasi yang baru saja Anda peroleh dari buku. Anda juga dapat merekam materi yang disampaikan oleh guru dan mendengarkannya saat belajar.

4. Kinestetik

Untuk memaksimalkan gaya belajar kinestetik, Anda dapat merasakan sendiri benda-benda yang berhubungan dengan pengetahuan. 

Misalnya, pergi ke museum, taman, atau pusat pengetahuan. Anda juga dapat mempelajari alat musik atau alat olahraga untuk mengasah kemampuan otak.

5. Intrapersonal

Salah satu cara untuk memaksimalkan gaya belajar intrapersonal adalah menulis jurnal. Jurnal ini dapat diisi dengan informasi mengenai pemikiran dan perasaan Anda terhadap subjek yang sedang dipelajari.

Tidak hanya itu, Anda bisa mengutarakan berbagai tantangan dan berbagai solusi untuk mengatasinya dalam jurnal tersebut.

Bagi orangtua yang punya anak dengan gaya belajar intrapersonal, cobalah untuk membantu si kecil supaya rajin menuliskan apa yang ada di dalam benaknya ke dalam jurnal.

6. Verbal-linguistik

Terdapat beberapa tips untuk memaksimalkan gaya belajar verbal-linguistik yang bisa dicoba, di antaranya:

  • Paparkan instruksi atau pelajaran lewat tulisan dan suara. Hindari penggunaan gambar atau diagram.
  • Buatlah daftar kata-kata baru setiap hari beserta makna dan cara melafalkannya.
  • Khusus untuk anak, Anda bisa membacakan buku secara lantang dan mintalah anak untuk membacanya kembali.
  • Usahakan untuk tidak menggunakan intonasi suara yang monoton ketika sedang mengajari anak supaya ia bisa menyerap ilmu lebih baik.

7. Sosial

Untuk memaksimalkan gaya belajar sosial, terdapat beberapa trik yang bisa dilakukan, seperti:

  • Cobalah untuk belajar dalam kelompok
  • Berikan instruksi atau tugas yang berbeda di setiap kelompok.
  • Cari opsi yang berbeda-beda ketika sedang mengambil keputusan dalam topik tertentu.
  • Praktikkan role play atau bermain peran antara guru dan murid.

Tidak menutup kemungkinan bagi anak untuk memiliki gaya belajar kombinasi, tapi pasti ada salah satu gaya yang lebih dominan. Dengan mengetahui gaya belajar yang sesuai, Anda dapat meningkatkan kemampuan akademis maupun keterampilan lainnya.

Sementara itu, jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips mendidik anakcara mendidik anakanak sekolah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved