Ada banyak cara meningkatkan nafsu makan dan memenuhi nutrisi ibu hamil
Pemenuhan nutrisi penting bagi ibu hamil

Saat hamil, seorang ibu tidak hanya makan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bayinya. Oleh karena itu, nutrisi ibu hamil sangatlah penting. Seringkali ibu hamil, terutama di awal kehamilan, tidak memiliki nafsu makan. Padahal trimester pertama adalah masa pembentukan organ tubuh bayi yang sangat penting.

Hilangnya nafsu makan pada kehamilan umumnya disebabkan oleh rasa mual dan muntah. Sekitar 70-80% ibu hamil mengalami mual dan muntah, terutama pada trimester pertama. Dalam sebagian kasus, mual dan muntah tersebut bahkan terus berlanjut hingga kelahiran bayi.

Kurangnya gizi pada pola makan ibu hamil bisa menyebabkan malnutrisi. Hal ini tidak hanya merugikan ibu, tetapi juga berdampak pada bayi. Berikut adalah beberapa nutrisi ibu hamil yang penting dan dampaknya pada bayi jika kebutuhannya tidak tercukupi:

  • Kekurangan protein menyebabkan berat badan bayi kecil saat lahir
  • Kekurangan DHA dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak dan penglihatan bayi
  • Kekurangan zat besi menyebabkan anemia sehingga transportasi oksigen ke sel terganggu, yang akhirnya menghambat tumbuh kembang bayi
  • Kekurangan yodium saat hamil berhubungan dengan risiko keguguran, kematian setelah lahir, dan kelainan saraf
  • Kekurangan kalsium dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, risiko lahir prematur, dan tekanan darah tidak terkontrol

[[artikel-terkait]]

Cara meningkatkan nafsu makan ibu hamil

Untuk mencegah kekurangan nutrisi ibu hamil, berikut beberapa cara yang dapat dicoba dalam meningkatkan nafsu makan dalam kehamilan:

1. Tidak makan dan minum secara bersamaan

Makan dan minum secara bersamaan dapat menyebabkan mual dan muntah bertambah parah karena akan membuat perut terasa lebih penuh. Selain itu, kebiasaan makan dan minum secara bersamaan juga bisa menyebabkan kembung, begah, dan refluks asam lambung. Kondisi-kondisi tersebut tentunya semakin menurunkan nafsu makan.

Makanlah dalam porsi yang kecil setiap 1-2 jam sekali dengan memberi jarak dengan waktu minum. Misalnya, menunggu 20-30 menit setelah makan untuk minum.

2. Diet seimbang

Diet seimbang tentunya sangat ideal, tidak hanya bagi ibu dan bayi yang dikandungnya, tetapi juga bagi semua orang. Namun dalam keadaan hamil, tidak hanya nafsu makan yang berkurang, tetapi selera makan pun kadang ikut berubah.

Untuk menjaga dan meningkatkan nafsu makan, ibu hamil bisa menyeimbangkan makanan favorit mereka dengan buah-buahan atau sayur-mayur yang kaya akan nutrisi. Hal ini penting untuk dilakukan agar ibu hamil dan bayi yang tengah dikandung mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

3. Hindari Makanan dengan bau menyengat

Penciuman ibu hamil seringkali menjadi lebih sensitif. Bau makanan tertentu bisa jadi menyebabkan rasa mual dan tidak ingin makan. Oleh karena itu, hindari makanan yang baunya dapat memicu mual. Pilih makanan dengan rasa yang segar, tidak berbau, dan tidak banyak bumbu.

4. Cukupi Kebutuhan Cairan

Ibu hamil harus mencoba untuk memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 liter per harinya, dengan meminum dalam jumlah sedikit tetapi sering sepanjang hari. Air dingin biasanya lebih dapat ditolerir dan membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, air dingin juga dapat membantu mengurangi rasa pahit di mulut sehingga membantu meningkatkan nafsu makan.

5. Konsumsi Vitamin Kehamilan

Vitamin yang mengandung zat besi kadang semakin menyebabkan mual dan hilangnya nafsu makan pada ibu hamil. Pada trimester pertama, konsumsi zat besi dapat ditunda sambil melanjutkan konsumsi asam folat. Dalam trimester kedua, atau ketika mual sudah berkurang, ibu dapat mulai mengonsumsi suplemen zat besi kembali.

6. Meludah dan Berkumur

Ibu hamil sering mengalami produksi air liur berlebih (ptyalism). Kondisi air liur yang terlalu banyak seringkali menyebabkan pahit sehingga menyebabkan mual, muntah, dan tidak nafsu makan. Meludah dan berkumur secara rutin dapat membantu meringankan gejala ptyalism ini.

Lee NM, Saha S. Nausea and vomiting of pregnancy. Gastroenterol Clin North Am. 2011; 40(2):309. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3676933/
Diakses pada Mei 2019

Marangoni F, Cetin I, Verduci E, et al. Maternal diet and nutrient requirements in pregnancy and breastfeeding. An Italian consensus document. Nutrients. 2016; 8(10): 629. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5084016/
Diakses pada Mei 2019

Einarson A, Maltepe C, Boskovic R, et al. Treatment of nausea and vomiting in pregnancy. Can Fam Physician. 2007; 53 (12): 2019-2111. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2231543/
Diakses pada Mei 2019

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/morning-sickness-relief/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed