Tingkatkan Fungsi Enzim Ptialin dengan Mengunyah Lebih Lama

Air liur setiap orang mengandung enzim ptialin yang berfungsi memecah pati karbohidrat menjadi gula saat ada makanan yang masuk ke tubuh
Air liur merupakan rumah bagi enzim ptialin untuk menjalankan fungsinya

Air liur setiap orang mengandung enzim ptialin, yang masuk dalam golongan enzim amilase. Fungsi enzim ptialin adalah memecah pati karbohidrat menjadi gula saat ada makanan yang masuk ke tubuh. Tak hanya itu, enzim ptialin juga bisa jadi sinyal saat seseorang merasakan stres berlebih.

Sehari-hari, setiap individu dapat beraktivitas berkat energi yang masuk ke tubuhnya. Sumber energi ini datang dari proses konversi karbohidrat menjadi gula. Fungsi enzim ptialin sangat penting di sini.

Fungsi enzim ptialin

Termasuk dalam golongan enzim amilase, ada dua jenis utama enzim tersebut yaitu alpha dan beta. Alpha-amilase disebut dengan enzim ptialin yang diproduksi kelenjar saliva dalam mulut.

Beberapa fungsi enzim ptialin di antaranya:

1. Mengubah karbohidrat menjadi gula

Ketika ada makanan terutama jenis karbohidrat dikonsumsi seseorang, maka makanan tersebut akan berinteraksi dengan enzim ptialin di dalam mulut. Enzim ptialin berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi zat gula maltosa dan oligosakarida.

Ketika fungsi enzim ptialin tidak berjalan, besar kemungkinan usus tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Itulah mengapa fungsi enzim ptialin sangat penting dalam mengonversi karbohidrat menjadi gula sebagai sumber energi tubuh.

2. Indikator penyakit kanker

Rupanya, enzim ptialin juga bisa menjadi indikator ketika seseorang mengalami gejala penyakit kanker. Hal ini dapat dilihat dari pemeriksaan oleh dokter, ketika jumlah enzim ptialin cenderung lebih tinggi ketimbang mereka yang dalam kondisi sehat.

Diduga kuat, tingginya enzim ptialin di air liur merupakan respon alami kekebalan tubuh melawan sel kanker. Namun hingga kini, enzim ptialin bukan menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi sel kanker. Banyak cara lain yang digunakan seperti tes darah, rontgen, CT-scan, hingga biopsi.

3. Mengetahui level stres seseorang

Stres sangat rentan terjadi kepada siapapun dan pemicunya pun bisa datang dari mana saja. Situasi yang tegang dan rentan menyebabkan stres juga membuat produksi enzim amilase serta enzim ptialin meningkat.

Sama seperti indikator orang yang diduga menderita kanker, jumlah enzim amilase dan enzim ptialin orang yang mengalami stres akut juga lebih tinggi. Diduga, hal ini juga berhubungan dengan meningkatnya hormon yang mengendalikan stres yaitu kortisol dan adrenalin.

4. Diagnosis masalah pankreas

Selain kanker dan stres kronis, kadar enzim amilase dan enzim ptialin juga bisa menjadi indikator adanya masalah pada pankreas seseorang. Biasanya, dokter akan melakukan tes sampel darah untuk mengetahui kadar enzim amilase penderita gangguan pankreas akut.

Air liur merupakan rumah bagi enzim ptialin untuk menjalankan fungsinya. Mengunyah makanan lebih lama dapat membantu mengoptimalkan fungsi enzim ptialin.

Contohnya ketika seseorang mengunyah nasi putih lebih lama, akan ada sensasi manis yang terasa di mulut. Hal ini terjadi karena enzim ptialin sedang bekerja mengonversi karbohidrat dari nasi putih menjadi zat gula yang lebih sederhana.

Tak hanya itu, mengunyah makanan lebih lama juga bisa memudahkan proses cerna selanjutnya.

Berkat enzim ptialin pula seseorang bisa beraktivitas dengan lancar. Adanya energi dari zat gula maltosa dan oligosakarida memastikan seseorang bisa menjalani hari dengan baik.

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/517512-digestive-importance-of-ptyalin/
Diakses 22 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324521.php#summary
Diakses 22 November 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/alpha-amylase-saliva-isoenzyme
Diakses 22 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed