Mengenal Tingkatan Ruptur Perineum dan Cara Pencegahannya


Ruptur perineum atau robekan jalan lahir bisa dicegah dengan berbagai macam metode. Untuk menangani ruptur perineum, dokter Anda perlu melihat tingkatannya.

(0)
03 Mar 2020|Azelia Trifiana
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ruptur perineum atau robekan jalan lahir saat persalinanSetidaknya 9 dari 10 ibu pernah mengalami ruptur perineum atau robekan jalan lahir saat persalinan berlangsung
Ruptur perineum adalah kondisi robeknya organ genital wanita yang umumnya terjadi pada saat melahirkan. Perineum adalah area antara pembukaan vagina dan anus. Ruptur perineum dapat terjadi secara tiba-tiba maupun iatrogenik. Hal ini dikarenakan episiotomi dan persalinan dengan bantuan instrumen.Ruptur perineum dapat terjadi dengan tingkatan berbeda, bahkan bisa saja hanya terjadi di dalam vagina saja. Begitu umumnya robekan jalan lahir terjadi, setidaknya 9 dari 10 ibu pernah mengalami ruptur perineum. Terlebih, bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan. Namun tak perlu khawatir, robekan jalan lahir ini bisa sembuh dengan cepat.

Tingkatan ruptur perineum

Menurut ahli, kergantung pada seberapa parah robekan jalan lahir yang terjadi. Terdapat 4 tingkatan terjadinya ruptur perineum, yaitu:

1. Tingkat 1

Pada ruptur perineum tingkat 1, robekan sangat kecil dan hanya terjadi di kulit saja. Area yang robek bisa di sekitar labia (bibir vagina), klitoris, maupun di dalam vagina. Tanpa perawatan tertentu, ruptur perineum tingkat 1 bisa sembuh dengan cepat.Pada beberapa kasus, ibu yang baru melahirkan akan merasakan sakit meskipun ruptur perineum hanya tingkat 1, namun sangat jarang menyebabkan masalah pada jangka panjang.

2. Tingkat 2

Tingkatan ruptur perineum kedua berarti telah mengenai otot perineum dan juga kulit. Dokter kandungan biasanya akan memberikan jahitan untuk membantu proses pemulihan. Proses menjahit akan dilakukan di ruang bersalin, dibantu bius lokal.

3. Tingkat 3

Pada beberapa persalinan, ruptur perineum mengenai lapsan vagina yang lebih dalam bahkan mengenai otot yang mengendalikan anus (anal sphincter). Setidaknya 6% ruptur perineum tingkat 3 bisa terjadi, dan 2% terjadi pada ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.Jika ruptur perineum tingkat 3 terjadi, dokter perlu menjahit setiap lapisan terpisah. Utamanya, harus sangat hati-hati menjahit otot di sekitar anal sphincter.Proses pemulihan dari ruptur perineum tingkat 3 sekitar 2-3 minggu. Bahkan hingga beberapa bulan kemudian, masih akan terasa sensasi tidak nyaman saat bercinta atau buang air besar.

4. Tingkat 4

Ini adalah tingkatan tertinggi dalam ruptur perineum, namun paling jarang terjadi. Robekan ini memanjang hingga ke dinding rektum. Biasanya, ruptur perineum tingkat 3 dan 4 bisa terjadi apabila bahu bayi tersangkut atau ada prosedur medis seperti vacum atau forsep.Robekan jalan lahir yang sangat parah juga berpotensi menyebabkan disfungsi dasar panggul. Selain itu, juga bisa memicu masalah saat buang air.Untuk menangani ruptur perineum, dokter kandungan akan melihat tingkatannya. Bentuk penanganan yang paling umum adalah menjahit area yang robek dengan memberikan bius lokal. Dokter kandungan akan menjahit apabila robekannya lebih dari 2 centimeter.Prosedur jahit ini akan dilakukan di ruangan bersalin, sesaat setelah proses persalinan rampung. Sama seperti luka jahit lainnya, proses pemulihan biasanya sekitar 7-10 hari.

Perawatan di rumah untuk meredakan nyeri akibat ruptur perineum 

Untuk meringankan rasa sakit akibat terjadinya ruptur perineum tingkat 1–2 sekaligus mempercepat proses penyembuhannya, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:
  • Kurangi tekanan pada vagina dan perineum

    Perbanyaklah beristirahat atau tidur dengan posisi miring dengan menggunakan bantal atau alas yang empuk ketika duduk untuk mengurangi tekanan di area vagina dan perineum. Selama beristirahat, Anda juga disarankan untuk tidak banyak mengejan ataupun mengangkat beban berat.
  • Jagalah area yang terluka agar tetap bersih dan kering

    Selama masa pemulihan, Anda perlu menjaga luka robekan atau jahitan pasca melahirkan normal pada perineum agar tetap kering dan bersih agar tidak terjadi infeksi. Bersihkan vagina dan perineum setelah buang air kecil atau buang air besar, lalu keringkan dengan tisu.
  • Mengompres dingin

    Kurangi rasa nyeri dan bengkak pada perineum yang terluka dengan memberi kompres dingin. Gunakan es yang dibungkus kain bersih pada perineum selama 10–20 menit. Kompres dingin pada perineum dapat diulang hingga 3 kali dalam sehari.
  • Konsumsi obat pereda nyeri

    Jika metode di atas tidak berhasil untuk mengurangi nyeri akibat ruptur perineum tingkat 1–2 yang Anda alami, Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri, seperti paracetamol, atau yang sesuai resep dan anjuran dokter.

Bisakah ruptur perineum dicegah?

Sebenarnya, tidak ada jaminan seorang ibu hamil bisa mencegah terjadinya ruptur perineum atau robekan jalan lahir. Lagi-lagi, setiap persalinan itu unik dan istimewa, tak ada yang bisa tahu apa yang akan terjadi ketika momennya tiba.Namun dari beberapa penelitian, ibu hamil bisa mengupayakan hal-hal berikut:
  • Latihan mengejan

Ketika pembukaan saat melahirkan sudah lengkap dan ibu dipersilakan mengejan, sebisa mungkin lakukan dengan terkontrol. Mengejanlah dengan perlahan sehingga jaringan di sekitar jalan lahir bisa meregang maksimal dan memberi ruang untuk keluarnya bayi.
  • Jaga perineum tetap hangat

Anda juga bisa meminta pendamping saat melahirkan untuk menempelkan kain lembut yang sudah direndam air hangat ke perineum. Tujuannya, agar kulit di sekitar perineum semakin elastis. Lakukan hal ini saat tahap kedua sebelum mengejan.
  • Pijat perineum

Ada juga pilihan untuk memijat perineum. Tentu yang melakukannya adalah tenaga medis yang mendampingi persalinan. Sembari mengenakan sarung tangan yang sudah terlubrikasi, dua jari dimasukkan ke dalam vagina dan digerakkan dari satu sisi ke sisi lainnya secara lembut.Pijat perineum ini juga bisa dilakukan di penghujung trimester ketiga ketika tanda persalinan sudah dekat semakin terasa. Anda bisa melakukannya di rumah dengan dibantu pasangan.
  • Posisi persalinan tidak berbaring

Posisi persalinan yang searah dengan gravitasi seperti berdiri dan tidak berbaring juga bisa mengurangi risiko ruptur perineum. Namun hal ini perlu dikonsultasikan saat mendiskusikan birth plan dengan pihak dokter dan rumah sakit.Selain beberapa poin di atas, ada tips melahirkan normal tanpa jahitan lain yang bisa dipelajari sebelum waktu persalinan tiba. Jika ada kekhawatiran berlebih terkait dengan robekan jalan lahir, sampaikan kepada dokter kandungan sehingga Anda tidak merasa cemas hingga mengganggu pikiran.
melahirkanpersalinanmelahirkan normalkehidupan pasca melahirkan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/expert-answers/preventing-vaginal-tearing-during-childbirth/faq-20416226
Diakses 24 Februari 2020
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/types-of-perineal-tears/
Diakses 24 Februari 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/perineal-tears/
Diakses 24 Februari 2020
RCOG. https://www.rcog.org.uk/en/patients/tears/tears-childbirth/
Diakses 24 Februari 2020
Queensland Health. https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0024/142197/c-peritears.pdf
Diakses 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait