Pria Indonesia memiliki tinggi rata-rata sekitar 160 cm
Tinggi badan pria dapat dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari gizi hingga faktor genetik.

Rata-rata tinggi badan, baik pria maupun wanita, terus meningkat selama satu abad terakhir. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, termasuk nutrisi yang lebih baik dan tingkat kesehatan masyarakat yang terus meningkat.

Rentang rata-rata tinggi badan pria di seluruh dunia sangatlah beragam. Pria di negara-negara eropa umumnya memiliki tinggi badan sekitar 180 cm, sedangkan pria di Asia Tenggara memiliki tinggi rata-rata 160 cm.

Tinggi Rata-rata Pria di Indonesia

Pada tahun 2016 yang lalu, sebuah penelitian dilakukan dengan menganalisis data dari berbagai penelitian mengenai rata-rata tinggi badan pria yang lahir pada tahun 1896 hingga tahun 1996. Hasilnya, pria Belanda didapuk sebagai pria yang memiliki rata-rata tinggi badan tertinggi di dunia dengan angka 182,5 cm.

Sementara itu, pria Indonesia dewasa memiliki tinggi rata-rata sekitar 160 cm. Angka ini dikategorikan sebagai tinggi rata-rata terpendek. Dari 200 negara yang diukur tinggi rata-ratanya, Indonesia menduduki peringkat 188, di bawah Papua Nugini, Myanmar, dan Vietnam. 

Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan Pria

Tinggi badan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetik. Meski begitu, ada beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi tinggi badan seseorang. Di antaranya adalah:

  • Berat badan saat lahir. Berat badan bayi saat lahir dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik dan asupan nutirsi saat di dalam kandungan.
  • Hormon. Hormon memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan seseorang, terutama saat masa pubertas. Hormon yang tidak seimbang dapat membuat seseorang memiliki kelebihan maupun kekurangan tinggi badan secara signifikan.
  • Asupan nutrisi. Nutrisi adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi tinggi badan. Orang yang tidak memiliki asupan nutrisi yang cukup saat masa pertumbuhan umumnya akan memiliki tubuh yang pendek.
  • Lokasi georafis. Lokasi geografis dapat berpengaruh pada etnis seseorang, jumlah paparan sinar matahari yang dapat menjadi sumber vitamin D, hasil bumi yang dapat berpengaruh pada nutrisi, hingga tingkat kemiskinan dan status kesehatan.
  • Gangguan pertumbuhan. Faktor yang membuat pertumbuhan tinggi badan terhambat, antara lain gangguan makan, penyakit parah, serta konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur umumnya akan tumbuh lebih pendek.

Cara Mengukur Tinggi Badan yang Tepat

Masih banyak orang yang salah dalam menerapkan cara mengkur tinggi badan. Agar Anda dapat mengetahui tinggi badan dengan tepat, berikut langkah yang dapat Anda lakukan:

  1. Carilah ruangan dengan lantai yang keras tanpa karpet dan tidak memiliki banyak benda menempel di dinding.
  2. Lepaskan sepatu, pakaian atau aksesori apa pun yang mungkin mengubah tinggi badan. Lepaskan juga ikat rambut yang mungkin menambah tinggi badan.
  3. Berdirilah tegak dengan kaki yang menapak sempurna, lalu luruskan lengan dan kaki. Bahu juga harus dalam posisi sejajar. Anda dapat meminta orang lain untuk memeriksa apakah posisi tubuh Anda sudah benar.
  4. Lihatlah lurus ke depan dan perbaiki pandangan Anda sehingga garis pandang Anda sejajar dengan lantai.
  5. Pastikan kepala, bahu, bokong, dan tumit Anda semua menyentuh dinding.
  6. Posisikan tubuh semaksimal mungkin untuk hasil pengukuran terbaik.
  7. Minta seseorang untuk menandai tinggi badan Anda dengan menggunakan benda yang tegak dan lurus, seperti penggaris. Tandai dengan stiker untuk memberi tanda.
  8. Untuk mengukur, bentangkan meteran dari lantai hingga batas stiker yang sudah ditandai.

Itulah beberapa hal seputar rata-rata tinggi badan pria. Meski Indonesia termasuk dalam negara dengan rata-rata tinggi badan pria terpendek, bukan berarti hal ini tidak dapat diperbaiki ke depannya.

Karena itu, biasakanlah untuk memenuhi asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh, terutama selama masa pertumbuhan. Jangan lupa, usaha ini juga harus disertai dengan olahraga yang teratur.

ScienceDaily. https://www.sciencedaily.com/releases/2016/07/160726094434.htm
Diakses pada Oktober 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/average-height-for-men#international-heights
Diakses pada 25 Maret 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318155.php
Diakses pada 25 Maret 2019

NCD.Risc. http://ncdrisc.org/height-mean-ranking.html
Diakses pada 25 Maret 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4961475/
Diakses pada 25 Maret 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed