Tinggi Kandungan Selenium, Ini Manfaat Kacang Brazil untuk Tubuh

Manfaat kacang brazil bagi tubuh salah satunya adalah mengurangi peradangan sel tubuh akibat radikal bebas
Kacang brazil berukuran besar dan menjadi salah satu sumber antioksidan selenium yang baik untuk kesehatan

Apakah Anda pernah mengonsumsi kacang brazil? Kacang berukuran besar ini berasal dari pohon Bertholletia excelsa. Meski tak sepopuler kacang kenari, namun kacang brazil juga kaya akan nutrisi. 

Kacang brazil menjadi sumber lemak, protein, serat, dan selenium yang menyehatkan. Tak heran, jika kacang ini juga digadang-gadang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat kacang brazil?

Nutrisi yang terkandung dalam kacang brazil

Karena harganya yang terbilang cukup mahal, kacang brazil mungkin tak banyak dikonsumsi terutama di Indonesia. Akan tetapi, kacang ini sangatlah bergizi dan padat energi. Adapun nutrisi yang terkandung dalam 1 ons atau 28 gram kacang brazil, di antaranya:

  • 187 kalori
  • 19 gram protein
  • 3,3 gram karbohidrat
  • 4,1 gram protein
  • 2,1 gram serat
  • 988% kebutuhan harian selenium
  • 55% kebutuhan harian tembaga
  • 33% kebutuhan harian magnesium
  • 30% kebutuhan harian fosfor
  • 17% kebutuhan harian mangan
  • 16% kebutuhan harian tiamin
  • 11% kebutuhan harian vitamin E
  • 10,5% kebutuhan harian zinc

Sudah tak diragukan lagi jika kacang brazil kaya akan selenium. Satu kacang brazil mengandung 96 mcg selenium yang sangat jauh berbeda dengan kacang-kacang lainnya. Selain itu, kacang ini juga merupakan sumber lemak sehat yang sangat baik karena mengandung lemak tak jenuh ganda.

Manfaat kacang brazil untuk kesehatan

Dari berbagai kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, sayang jika Anda tidak mencoba mengonsumsi kacang brazil. Berikut manfaat kacang brazil untuk kesehatan yang mungkin bisa Anda dapatkan:

1. Mendukung fungsi tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil yang terletak di tenggorokan. Kelenjar ini mengeluarkan beberapa hormon penting untuk pertumbuhan, metabolisme, dan pengaturan suhu tubuh. Jaringan tiroid pun memerlukan selenium untuk memproduksi hormon tiroid T3 serta protein yang melindungi tiroid dari kerusakan.

Sementara, asupan selenium yang rendah dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi aktivitas tiroid, dan gangguan autoimun seperti tiroiditis. Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang kaya selenium, misalnya kacang brazil, dapat mendukung fungsi tiroid berjalan dengan baik.

2. Mengurangi peradangan

Kacang brazil kaya akan antioksidan, seperti selenium, vitamin E, dan fenol yang dapat memerangi kerusakan akibat radikal bebas sehingga menjaga sel-sel tubuh tetap sehat. Tak ayal, jika kacang ini mampu membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari stres oksidatif yang disebabkan oleh banyaknya radikal bebas.

Dalam sebuah studi, orang yang menjalani pengobatan untuk gagal ginjal diberikan satu kacang brazil per hari selama 3 bulan. Hasilnya, selenium dan glutation peroksidase mengalami peningkatan, sementara tingkat penanda inflamasi dan kolesterol menurun secara signifikan. Akan tetapi, hal tersebut kembali ke semula jika kacang brazil berhenti dikonsumsi.

3. Menjaga kesehatan jantung

Kacang brazil mengandung asam lemak tak jenuh ganda, antioksidan, mineral, dan serat yang menyehatkan jantung serta menurunkan risiko penyakit jantung. Satu studi pada 10 orang dewasa yang sehat menyelidiki efek makan kacang brazil terhadap kadar kolesterol. Penyelidikan ini dilakukan dengan memberi 5, 20, atau 50 gram kacang brazil. 

Setelah 9 jam, kelompok yang mendapat penyajian 20 maupun 50 gram memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang lebih rendah dan kolesterol baik (HDL) yang lebih tinggi dibanding dengan kelompok yang menerima dosis lebih rendah. Kadar kolesterol yang terkontrol tentu saja dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

4. Menurunkan gula darah

Makanan yang kaya selenium, seperti kacang brazil, dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Sebuah studi di European Journal of Nutrition melaporkan bahwa mengonsumsi satu kacang brazil per hari selama 8 minggu menurunkan kolesterol total dan gula darah puasa (kadar gula darah sebelum makan) pada orang dewasa yang sehat.

5. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Zinc dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Satu ons kacang brazil mengandung lebih dari 1 mg zinc yang dapat memenuhi 10% kebutuhan harian rata-rata orang dewasa. Sementara, kurangnya asupan zinc bisa menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh karena zinc diperlukan untuk mengaktifkan limfosit-T, yaitu sel darah putih yang bertugas melawan infeksi secara langsung.

6. Menjaga kesehatan otak

Kandungan asam ellagic dan selenium dalam kacang brazil bermanfaat bagi otak. Asam ellagic memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat memberi efek pelindung dan antidepresan pada otak. Sementara, selenium berperan dalam menjaga kesehatan otak dengan bertindak sebagai antioksidan.

Dalam sebuah penelitian, orang tua dengan gangguan mental mengonsumsi satu kacang brazil per hari selama 6 bulan. Ditemukan bahwa terjadi peningkatan kadar selenium, kefasihan verbal, dan fungsi mental. Sedangkan, kadar selenium yang rendah dikaitkan dengan penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.

7. Mempertahankan kekuatan tulang

Kacang brazil merupakan sumber magnesium yang bermanfaat untuk mempertahankan kepadatan tulang. Mineral penting tersebut berperan dalam pembentukan tulang dan perilaku sel-sel pengatur tulang. Studi pada pria dan wanita telah menunjukkan bahwa asupan magnesium yang tinggi meningkatkan kepadatan mineral tulang sehingga kekuatannya terjaga.

Meski menyehatkan, namun hindari mengonsumsi kacang brazil secara berlebihan. Sebab kelebihan selenium dapat menyebabkan keracunan yang memicu terjadinya masalah pernapasan, serangan jantung, dan gagal ginjal. Oleh sebab itu, batasilah asupan kacang brazil harian Anda. 

Direkomendasikan untuk mengonsumsi 1-3 kacang brazil saja per hari untuk menghindari terlalu banyak mengonsumsi selenium. Selain itu, bagi Anda yang memiliki alergi kacang maka hindarilah mengonsumsinya untuk mencegah munculnya reaksi alergi.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/brazil-nuts-benefits#section8
Diakses pada 08 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325000#anti-inflammatory
Diakses pada 08 Juni 2020

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/brazil-nut-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4114227
Diakses pada 08 Juni 2020

Artikel Terkait