Tidur Hingga 20 Jam Sehari Akibat Sleeping Beauty Syndrome, Apa Pemicunya?

(0)
02 Aug 2020|Azelia Trifiana
Sleeping beauty syndrom adalah nama umum dari sindrom Kleine-LevinPenderita sleeping beauty syndrome dapat tidur lebih dari 20 jam sehari
Sleeping beauty syndrome atau Kleine-Levin syndrome adalah penyakit langka yang menyebabkan penderitanya tidur atau mengantuk dengan durasi cukup ekstrem. Bahkan, waktu tidurnya bisa mencapai 20 jam dalam sehari. Sindrom Kleine-Levin bisa terjadi pada siapapun, namun yang paling berisiko adalah remaja laki-laki.Tak hanya tidur dengan durasi sangat lama, sleeping beauty syndrome juga membuat penderitanya merasa bingung dan mengalami perubahan perilaku. Episode Sindrom Kleine-Levin ini bisa datang dan pergi tanpa diprediksi. Saat sedang terjadi, sindrom ini sangat bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti sekolah atau bekerja.

Gejala sleeping beauty syndrome

Penderita sleeping beauty syndrome mungkin tidak mengalami gejalanya setiap hari. Namun ketika episode sindrom Kleine-Levin sedang muncul, bisa bertahan selama beberapa hari, minggu, bahkan bulanan.Beberapa gejala yang umum dirasakan penderita Kleine-Levin syndrome adalah:
  • Merasa sangat mengantuk
  • Sulit bangun di pagi hari
  • Durasi tidur bisa mencapai 20 jam per hari
  • Merasa lemas
  • Halusinasi
  • Disorientasi
  • Mudah tersinggung
  • Perilaku seperti anak kecil
  • Nafsu makan meningkat
  • Hasrat seksual meningkat
Perubahan perilaku yang terjadi ketika sindrom ini muncul dipengaruhi aliran darah ke otak yang tidak lancar. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan Kleine-Levin syndrome terjadi. Gejalanya bisa muncul mendadak.Ketika gejala mereda, penderita sindrom Kleine-Levin bisa kembali melanjutkan aktivitas tanpa ada disfungsi fisik atau perilaku. Bahkan, mereka bisa tak mengingat apa yang terjadi selama sindrom muncul.

Penyebab sleeping beauty syndrome

Tidak diketahui pasti penyebab terjadinya sindrom Kleine-Levin, namun ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang rentan terkena sindrom ini. Apa saja?
  • Cedera di hipotalamus, bagian otak yang mengatur rasa kantuk, nafsu makan, dan temperatur tubuh
  • Pasca-mengalami infeksi seperti flu karena sistem imun seseorang justru menyerang jaringan yang sehat
  • Faktor genetik jika sindrom Kleine-Levin terjadi pada lebih dari satu orang dalam keluarga
Terkadang, diagnosis akan Kleine-Levin syndrome ini bisa disalahartikan dengan macam-macam gangguan psikologis. Contohnya orang yang mengalami depresi bisa menunjukkan gejala serupa yaitu tidur lebih lama dari waktu normal.Bahkan, bisa dibutuhkan waktu sekitar 4 tahun bagi seseorang hingga bisa mendapatkan diagnosis akurat. Dokter perlu melakukan rangkaian tes untuk mencari tahu apakah ini benar-benar sindrom Kleine-Levin atau berhubungan dengan penyakit lain.Untuk itu, dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan seperti cek darah, studi pola tidur, CT scan, dan MRI bagian kepala. Apabila ada kecurigaan gejala berkaitan dengan masalah mental, dokter juga akan melakukan evaluasi kesehatan mental yang berhubungan dengan depresi atau mood disorder.

Cara mengatasi sleeping beauty syndrome

Ada beberapa pengobatan yang bisa membantu meredakan gejala sleeping beauty syndrome. Dengan cara ini, durasi waktu tidur menjadi tidak terlalu lama sekaligus mencegah berulangnya episode yang sama. Dokter umumnya akan memberikan pil stimulan untuk meredakan gejala sindrom Kleine-Levin.Pengobatan semacam ini efektif mengurangi rasa kantuk ekstrem namun bisa menyebabkan seseorang menjadi mudah tersinggung. Jenisnya seperti methylphenidate dan modafinil. Selain itu, obat untuk mengatasi mood disorder juga bisa membantu meredakan gejala Kleine-Levin syndrome, seperti lithium dan carbamazepine. Obat ini juga biasanya digunakan untuk mengatasi orang dengan kepribadian ganda atau bipolar disorder.

Bagaimana sindrom Kleine-Levin pengaruhi kualitas hidup

Mengingat episode sindrom Kleine-Levin bisa terjadi dalam rentang waktu cukup lama hingga lebih dari 10 tahun, orang yang mengalaminya akan merasakan dampak luar biasa. Mulai dari mengganggu kehidupan sosial, akademik, hingga pekerjaan.Selain itu, mengalami sleeping beauty syndrome juga bisa membuat seseorang mengalami depresi dan cemas berlebih. Ini terjadi karena tidak ada jawaban pasti kapan episode ini akan berlalu. Perubahan fisik juga bisa terjadi ketika gejala yang muncul termasuk merasakan nafsu makan semakin besar sehingga asupan kalori cenderung berlebihan.Diskusikan dengan dokter bagaimana mengelola gejala yang muncul ketika episode sleeping beauty syndrome terjadi. Mungkin ada yang merasa lebih mudah lelah atau mengantuk, ada pula yang tidak menunjukkan perubahan atau transisi apapun.Pastikan untuk menginformasikan kondisi ini kepada orang terdekat, untuk menghindari munculnya sindrom ketika sedang beraktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi. Contohnya seperti saat menyetir atau mengoperasikan alat berat.

Catatan dari Sehatq

Terlepas dari semua ketidakpastian dari sindrom Kleine-Levin, selalu ada kemungkinan sindrom ini akan benar-benar hilang sepenuhnya dari hidup seseorang. Penderita sindrom Kleine-Levin akan dinyatakan sembuh apabila tidak pernah merasakan episode lagi selama lebih dari 6 tahun.
penyakitmasalah sarafhidup sehat
Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/3117/kleine-levin-syndrome#:~:text=Kleine%20Levin%20syndrome%20is%20a,days%20to%20a%20few%20weeks.
Diakses pada 20 Juli 2020
NINDS. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/all-disorders/kleine-levin-syndrome-information-page
Diakses pada 20 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/kleine-levin-syndrome#causes-and-risk-factors
Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait