Tidak Semanis Rasanya, Efek Samping Kayu Manis Bisa Berbahaya

Kayu manis dapat ditemukan dalam bentuk gelondongan ataupun bubuk, konsumsi kedua bentuk tersebut secara berlebih berpotensi menimbulkan efek samping kayu manis yang merugikan
Terdapat berbagai manfaat kayu manis untuk kesehatan, tetapi konsumsi berlebih dapat memicu efek samping kayu manis yang berbahaya bagi kesehatan

Kayu manis dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yang sering ditambahkan dalam kue, roti, ataupun biskuit untuk memperkaya cita rasa dan aroma. Kayu manis juga populer bagus untuk kesehatan.

Namun bila dikonsumsi secara berlebihan, efek samping kayu manis ternyata bisa buruk bagi tubuh. Bahaya kayu manis tidak tanggung-tanggung, karena bahkan dapat menimbulkan kerusakan pada hati hingga kanker!

5 efek samping kayu manis saat dikonsumsi secara berlebih

Di balik manfaat kayu manis yang digadang-gadang baik untuk kesehatan, rempah ini dapat menjadi bumerang bagi Anda bila terlalu banyak dikonsumsi! Beberapa efek samping kayu manis tersebut bisa berupa:

1. Kerusakan organ hati

Efek samping kayu manis yang merugikan tubuh muncul karena salah satu kandungan di dalamnya, yaitu coumarin. Batas konsumsi coumarin per harinya adalah 0,1 mg per kg berat badan.

Bila Anda melewati batas tersebut, Anda akan mengalami efek samping kayu manis berupa kerusakan pada organ hati. Efek ini terjadi karena adanya keracunan coumarin.

Kandungan coumarin yang tinggi terdapat dalam jenis kayu manis Cassia. Kayu manis ini umum ditemukan dan digunakan oleh masyarakat.

Konsumsi satu sampai satu setengah sendok teh kayu manis Cassia saja sudah melewati batas toleransi coumarin dalam tubuh. Mengerikan, bukan?

2. Penurunan kadar gula darah yang berlebihan

Manfaat kayu manis yang terkenal di masyarakat adalah menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Namun konsumsi kayu manis terlalu banyak justru bisa menimbulkan efek samping kayu manis berupa kadar gula darah yang terlampau rendah.

Kadar gula yang terlalu rendah atau hipoglikemia dapat mengakibatkan gejala pusing, lelah, bahkan berpotensi menyebabkan pingsan.

Anda akan lebih rentan mengalami efek samping kayu manis ini jika Anda juga mengonsumsi obat untuk diabetes. Pasalnya, kayu manis dapat berinteraksi dengan obat diabetes dan meningkatkan efektivitasnya sehingga kadar gula darah turun hingga terlalu rendah.

3. Menimbulkan masalah pada sistem pernapasan

Konsumsi kayu manis bentuk bubuk dengan porsi yang banyak dalam sekali makan, dapat memicu masalah pada sistem pernapasan. Kayu manis memiliki tekstur yang halus dan mudah terhirup.

Saat terisap, bubuk kayu manis dapat membuat Anda kesulitan bernapas dan batuk-batuk. Kandungan cinnamaldehyde dalam rempah ini juga berpotensi untuk mengiritasi tenggorokan dan berujung pada munculnya gangguan pernapasan.

Penderita asma harus berhati-hati terhadap bahaya kayu manis sehubungan dengan pernapasan. Efek samping kayu manis dapat menimbulkan kesulitan bernapas pada penderita asma.

Selain itu, serat kayu manis yang tidak dapat diproses dalam paru pun berpotensi menimbulkan peradangan paru. Inflamasi ini bisa berupa aspirasi pneumonia yang dapat merusak paru, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.

4. Meningkatkan risiko kanker 

Efek samping kayu manis yang tidak terduga adalah potensinya dalam meningkatkan risiko kanker.  Sebuah studi pada tikus menemukan bahwa tumor yang bersifat kanker dapat muncul di paru-paru tikus yang mengonsumsi coumarin secara berlebih.

Bahaya kayu manis terhadap beberapa organ tubuh diyakini terjadi karena rempah ini dapat menimbulkan kerusakan organ. Kerusakan inilah yang kemudian mengakibatkan pergantian sel sehat dengan sel tumor yang mungkin bersifat kanker.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kaitan antara tumor dan coumarin, serta efek samping kayu manis terhadap penigkatan risiko kanker pada manusia.

5. Mengakibatkan luka di mulut

Efek samping kayu manis berikutnya adalah menimbulkan luka di mulut . Hal ini disebabkan oleh kandungan cinnamaldehyde dalam kayu manis, yang dapat memicu reaksi alergi saat dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Selain luka di mulut, efek samping kayu manis dalam bentuk alergi cinnamaldehyde juga bisa terjadi. Alergi ini ditandai dengan adanya sensasi terbakar atau gatal pada mulut, bercak-bercak putih dalam mulut, dan pembengkakan gusi atau lidah.

Dalam batasan normal, kandungan cinnamaldehyde tidak akan memunculkan reaksi alergi. Pasalnya, senyawa dalam air liur akan mencegah zat ini untuk menyentuh bagian dalam mulut dalam waktu terlalu lama.

Anda dapat menjalani tes alergi untuk memastikan apakah Anda bisa mengonsumsi kayu manis atau tidak. Dengan ini, keamanannya lebih terjamin.

Kurangi efek samping kayu manis dengan memilih jenis yang tepat

Kandungan coumarin dalam kayu manis bersifat racun dan berkontribusi dalam memunculkan efek samping kayu manis saat dikonsumsi terlalu banyak.

Terdapat dua jenis kayu manis, yaitu kayu manis Cassia dan kayu manis Ceylon. Kedua kayu manis ini mengandung coumarin, namun kadarnya berbeda.

  • Kayu manis Cassia

Kayu manis Cassia adalah jenis kayu manis yang sering digunakan dan ditemukan di pasaran. Harganya pun relatif murah.

Namun ingatlah bahwa kayu manis Cassia mengandung coumarin yang tinggi, sehingga harus lebih diwaspadai.

  • Kayu manis Ceylon

Kayu manis Ceylon memiliki cita rasa yang lebih ringan dan rasa pahit yang lebih rendah dari jenis Cassia.

Kandungan coumarin dalam kayu manis Ceylon juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan kayu manis Cassia. Tak hanya itu, kayu manis Ceylon lebih mudah untuk dijadikan bubuk.

Dari penjelasan di atas, akan lebih baik jika Anda menggunakan kayu manis Ceylon daripada kayu manis Cassia. Langkah ini akan membantu Anda dalam mengurangi efek samping kayu manis karena kandungan coumarin di dalamnya.

Takaran konsumsi kayu manis yang benar 

Kandungan coumarin yang lebih rendah dalam kayu manis Ceylon menjadikan kayu manis ini dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak. Meski demikian, Anda tetap perlu mengatur takarannya dengan tepat untuk menghindari efek kayu manis yang berbahaya.

Anda dapat mengonsumsi sekitar satu sendok teh atau 0,5-2 gram kayu manis Cassia per harinya. Sementara untuk kayu manis Ceylon, batasanya adalah 2,5 sendok teh atau 6 gram.

Untuk menghindari efek samping kayu manis yang tidak diinginkan, Anda juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Terutama bila Anda juga mengonsumsi obat diabetes, obat penyakit hati, obat pengencer darah, obat antibiotik, obat penyakit jantung, dan obat lain yang dapat memengaruhi fungsi hati.

Obat-obatan tersebut dapat berinteraksi dengan kayu manis, sehingga berpotensi meningkatkan efek samping kayu manis atau bahkan mengakibatkan bahaya lainnya. Jangan sampai niat baik Anda untuk menyehatkan tubuh malah berbalik merugikan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-cinnamon
Diakses pada 5 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318382.php
Diakses pada 5 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4541332/
Diakses pada 5 September 2019

ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0278691502002272
Diakses pada 05 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-cinnamon
Diakses pada 5 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed