Tidak Selalu Akibat Gaya Hidup, Ini Penyebab Anak Alami Mata Minus

Mata silinder atau mata minus pada anak membuat penglihatan menjadi kabur dan buram sehingga anak harus memakai kacamata
Anak-anak yang menggunakan kacamata karena kondisi minus atau silinder biasanya diakibatkan terlalu lama melihat gadget

Mata silinder maupun mata minus pada anak menyebabkan ia harus menggunakan kacamata.

Tentu tidak lazim melihat anak seusia Gempita Nora Marten yang masih berumur 4 tahun sudah harus memakai kacamata akibat kondisi minus dan silinder pada mata mereka. Meski demikian, mata silinder pada anak tidak selalu terjadi akibat gaya hidup.

Anggapan yang sering muncul ketika terjadi mata minus pada anak adalah karena pola gaya hidup yang salah. Semisal, terlalu lama melihat gadget, kerap membaca apapun sembari tidur, hingga penerangan yang tidak maksimal.

Penyebab mata silinder pada anak

Ketika anak menginjak usia 3-6 tahun, kemampuan visual dan penglihatannya sudah jauh berkembang ketimbang masa-masa di usia sebelumnya. Usia inilah mereka mulai piawai mengintegrasikan gerakan tubuh dan penglihatan.

Ada banyak aktivitas-aktivitas yang memerlukan kejelian mereka dalam melihat, mulai dari belajar menulis hingga aktivitas motorik kasar. Dalam kaitannya dengan mata silinder pada anak, hal ini cukup umum terjadi.

Mata silinder atau minus pada anak terjadi karena perubahan kelengkungan kornea mata. Konsekuensinya, penglihatan anak akan kabur karena cahaya yang masuk ke mata tidak fokus ke retina kemudian mengakibatkan pandangan buram.

Penyebab mata silinder pada anak tidak selalu karena gaya hidup. Bisa saja anak memang memiliki bentuk lensa mata yang berbeda sejak lahir. Artinya, ada faktor genetik yang berpengaruh di sini.

Faktor lain yang bisa menyebabkan mata minus pada anak adalah operasi mata hingga cedera pada mata.

Tanda-tanda mata silinder pada anak

Anak bisa saja mengalami mata silinder sejak lahir. Namun, biasanya hal ini tidak diketahui sampai mereka melakukan tes mata. Para orangtua perlu ingat bahwa tes kesehatan mata ini sangatlah penting agar kondisi mata minus atau mata silinder pada anak segera terdeteksi.

Beberapa tanda-tanda anak yang mengalami mata silinder adalah:

  • Kerap mengucek mata meskipun tidak mengantuk
  • Mata berair
  • Memiringkan kepala saat melihat sesuatu 
  • Menutup sebelah mata untuk bisa melihat dengan lebih fokus
  • Menghindari aktivitas yang memerlukan fokus penglihatan
  • Mengeluh mata lelah hingga sakit kepala

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, ada baiknya segera memeriksakan mata mereka ke dokter mata. Periode tes kesehatan mata bisa dilakukan ketika anak bberusia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk sekolah dasar, dan secara berkala setiap 2 tahun.

Mengatasi mata silinder pada anak 

Ketika hasil tes kesehatan mata menunjukkan ada gangguan seperti mata minus atau mata silinder, dokter mata biasanya akan menyarankan anak menggunakan kacamata. Namun jika mata silinder atau mata minus pada anak masih cukup ringan, kadang dokter tidak memberikan perawatan apapun.

Selain menggunakan kacamata dengan resep khusus, ada juga yang memilih pengobatan dengan metode operasi laser. Namun tentu pertimbangan untuk melakukan operasi ini harus benar-benar matang.

Cara mencegah mata silinder pada anak

Penyebab mata silinder pada anak bisa saja dicegah selama bukan bawaan lahir atau faktor keturunan. Tentu saja hal ini berkaitan dengan gaya hidup. Untuk itu, orangtua bisa mengupayakan untuk mencegah mata silinder dengan cara:

  • Rutin periksa mata 

Memeriksakan kesehatan mata seharusnya menjadi hal yang memang dijadwalkan secara berkala. Akan lebih baik jika pemeriksaan tidak harus menunggu anak mengeluh soal penglihatannya. Dengan rutin memeriksakan mata anak, maka gangguan apapun bisa terdeteksi dengan mudah.

  • Melatih penglihatan anak

Aktivitas yang menuntut penglihatan anak melihat dari jarak dekat dan jarak jauh juga bisa melatih penglihatan mereka. Anak-anak seusia Gempita Nora Marten masih berada dalam fase mengenali stimulus yang ada di sekitar mereka.

Sebisa mungkin, ajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan dan melihat objek jarak jauh. Di sisi lain, melibatkan anak dalam aktivitas yang memerlukan penglihatan jarak dekat seperti menggambar atau menulis juga bisa jadi pilihan.

  • Konsumsi sayur dan buah-buahan 

Tidak ada salahnya membiasakan anak mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna hijau atau kekuningan. Jenis sayur dan buah seperti wortel, citrus, berry, hingga sayuran hijau juga pasti bermanfaat bagi kesehatan mereka.

  • Batasi screen time

Memang frekuensi screen time tidak selalu menjadi faktor utama penyebab mata silinder pada anak. Namun tidak ada salahnya membatasi screen time agar mata tidak lelah terus menerus digunakan untuk melihat visual bergerak dan terpapar sinar dari layar.

Ketika dokter mata mendiagnosis anak Anda mengalami mata silinder atau mata minus, berikan motivasi untuk memakai kacamata. Cara sederhana seperti mengajak mereka memilih sendiri frame kacamata bisa jadi langkah efektif.

Selain itu, tugas orangtua adalah meyakinkan anak bahwa memakai kacamata sangatlah bermanfaat bagi mereka. Berikan contoh dengan detil apa keuntungan yang bisa mereka rasakan dengan memakai kacamata. Misalnya, mereka bisa bermain sepeda dengan lebih lincah ketika sudah memakai kacamata.

Tak ketinggalan, jangan ajak anak memeriksakan kesehatan mata ke dokter ketika mood mereka kurang baik. Jadikan momen bertemu dokter mata menjadi hal yang menyenangkan baginya, bukannya tuntutan yang menjemukan.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/parents/preschool.htm
Diakses pada 4 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158810.php
Diakses pada 4 September 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0042698904000525
Diakses pada 4 September 2019

The Asian Parent. https://sg.theasianparent.com/can-my-childs-astigmatism-go-away
Diakses pada 4 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed