Benarkah Tidak Sarapan Dapat Memicu Berbagai Penyakit Berbahaya?

Kebiasan tidak sarapan di pagi hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 87 persen
Sarapan membuat tubuh Anda mendapat asupan glukosa dan nutrisi untuk menjaga energi tubuh sepanjang hari.

Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting. Sarapan merupakan makanan pertama yang dikonsumsi setelah sepanjang malam tidur. Lewat sarapan, tubuh kembali mendapatkan asupan glukosa dan nutrisi penting untuk menjaga energi tubuh sepanjang hari.

Padatnya aktivitas sejak pagi hari menyebabkan seseorang seringkali melewatkan sarapan. Keinginan tidur lebih lama dan tidak tersedianya makanan di rumah juga menjadi alasan tidak mengonsumsi sarapan. Padahal, banyak keuntungan untuk kesehatan tubuh yang dapat diperoleh dari sarapan.

Memulai hari tanpa sarapan akan meningkatkan risiko terjadinya kematian akibat penyakit jantung sebesar 87% dibandingkan individu yang mengonsumsi sarapan setiap hari. Sebuah penelitian baru-baru ini dilakukan di Amerika Serikat, yang melibatkan 6.550 individu berusia antara 40 sampai 75 tahun. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan antara seringnya mengonsumsi sarapan dengan adanya kematian akibat penyakit jantung dalam rentang 18-23 tahun.

Sebanyak 59% persen individu melakukan sarapan setiap hari, 25% kadang-kadang, 11% jarang, dan 5% tidak pernah sarapan. Hasilnya, individu yang melewati sarapan secara signifikan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Penemuan ini menguatkan penelitian-penelitian sebelumnya yang menemukan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan aterosklerosis.

Individu yang tidak pernah sarapan memiliki energi 14% lebih rendah dibandingkan individu yang menjalani sarapan. Akan tetapi, energi yang lebih sedikit ini tidak menjelaskan mekanisme antara melewatkan sarapan dan penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan American Heart Association, individu yang melewatkan sarapan cenderung kelebihan berat badan atau obesitas, merokok, memiliki diabetes, penyakit jantung, dan kolestrol tinggi, tidak berolahraga secara rutin, serta tidak memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Selain itu, makanan yang dikonsumsi cenderung memiliki jumlah kalori yang lebih besar dan manis.

[[artikel-terkait]]

Apa yang terjadi pada tubuh jika tidak sarapan?

Tidak sarapan akan mengubah nafsu makan dan rasa lapar sehingga seseorang akan makan lebih banyak pada siang harinya. Selain itu, terjadi gangguan dalam sensitivitas insulin. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan dan obesitas.

Tidak sarapan juga berhubungan dengan aktivitas berlebih dari aksis hipotalamus-pituitari-adrenal akibat periode tidak makan yang lebih panjang. Hal ini berdampak pada peningkatan tekanan darah di pagi hari. Sarapan berperan mencegah terbentuknya clot dalam pembuluh darah, perdarahan, dan penyakit kardiovaskular.

Kadar kolestrol dalam tubuh merupakan salah satu hal yang dipengaruhi oleh sarapan. Melewatkan sarapan menyebabkan peningkatan kadar kolestrol total dan low density lipoprotein (LDL), yaitu kolestrol yang berperan dalam aterosklerosis. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan berbagai komplikasi lain.

Sarapan juga memiliki dampak buruk terhadap mental Anda. Tidak sarapan membuat Anda menjadi kurang fokus dalam belajar dan terjadi penurunan performa kerja. Secara tidak langsung, tidak sarapan menjadi pertanda gaya hidup dan diet yang tidak sehat.

Tips menyiapkan sarapan praktis dan sehat

Beberapa cara menyiapkan sarapan praktis nan sehat di bawah ini dapat dicoba agar Anda tidak melewatkan sarapan meski memiliki berbagai kesibukan:

  1. Membuat oatmeal instan dengan gelas travel
  2. Membuat jus buah di rumah dengan menggunakan termos
  3. Menyiapkan telur rebus dalam kulkas
  4. Mempersiapkan sisa makanan pada malam sebelumnya dalam kotak-kotak makan

Bila Anda menggunakan makanan kemasan atau instan untuk sarapan, perhatikan kandungan kadar garam dan gula atau pemanis di dalamnya. Anda dapat melihat informasi tersebut pada label nutrisi pada kemasan.

Rong S, Snetselaar LG, Xu G, Sun Y, Liu B, Wallace RB, et al. Association of Skipping Breakfast With Cardiovascular and All-Cause Mortality. Journal of the American College of Cardiology. 2019 Apr 22;73(16):2025–32.

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au:443/health/healthyliving/breakfast
Diakses pada Mei 2019

Heart.org. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/how-to-make-breakfast-a-healthy-habit
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed