logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Pria

Waspada Penis Patah, Cedera Penis Ketika Ereksi Saat Berhubungan Seksual

open-summary

Penis patah merupakan cedera yang umum terjadi saat ereksi, baik saat berhubungan seks ataupun masturbasi. Terjepit ritsleting juga merupakan cedera yang umum pada anak-anak.


close-summary

31 Des 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

penis patah terjadi akibat cedera ketika ereksi saat berhubungan seks atau masturbasi

Cedera saat ereksi dapat membuat penis patah ketika berhubungan seksual

Table of Content

  • Penyebab penis patah
  • Gejala penis patah
  • Cara mengobati penis patah
  • Cedera penis lainnya
  • Catatan dari SehatQ

Mendengar kata penis patah tentu membuat para pria bergidik ngilu. Nyatanya, hal ini memang bisa terjadi.

Advertisement

Penis patah (fraktur) adalah cedera yang umumnya terjadi saat penis ereksi. Meski demikian, penis patah terjadi bukan karena ada tulang yang patah di dalamnya. Pasalnya, penis manusia tidak memiliki tulang.

Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Simak informasi selengkapnya mengenai fraktur penis, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya berikut ini.

Penyebab penis patah

Penis patah atau fraktur adalah cedera yang terjadi ketika penis yang sedang ereksi tidak sengaja tertekuk. Kondisi ini umumnya terjadi saat berhubungan seksual atau masturbasi.

Penis patah sebenarnya terjadi ketika tunika albuginea robek. Tunika albuginea adalah lapisan berserat dari jaringan ikat di bawah kulit yang membuat penis bisa ereksi. Selain itu, batang penis juga bisa ikut robek.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penis patah, antara lain:

  • Penis tertekuk atau ditekuk secara paksa saat sedang berhubungan seksual
  • Pukulan keras pada penis yang sedang ereksi, seperti terjatuh atau kecelakaan mobil, dalam keadaan ereksi
  • Masturbasi yang berlebihan

Fraktur penis juga sering terjadi saat penis seorang pria sedang berpenetrasi dan “menabrak” tulang kemaluan (pubik) pasangan.

Biasanya, posisi hubungan seksual woman-on-top, bisa meningkatkan risiko cedera penis patah. Hal ini karena berat badan dari wanita, bisa membuat penis pria yang sedang ereksi, menjadi tertekuk.  

Gejala penis patah

Fraktur penis merupakan cedera yang paling umum terjadi
Caption

 

Terdapat sejumlah ciri-ciri penis patah yang dapat dengan mudah dikenali, yaitu:

Menurut beberapa penelitian, cedera yang menyebabkan penis patah biasanya disertai suara seperti patahan yang terdengar, sesaat setelah terjadi fraktur. Setelah itu, penis akan terlihat memar dan bengkak.

Jika tidak ada suara patahan, bisa jadi ada cedera lain yang terjadi pada penis. Ciri-ciri penis patah lainnya, seperti darah dalam urine hingga membengkaknya skrotum juga bisa terjadi, tapi sangat jarang.

Baca Juga

  • Cara Berhubungan Setelah Melahirkan agar Tidak Sakit
  • Masturbasi Membatalkan Puasa, Ini 7 Cara Menahannya
  • Mengenal Pijat Prostat, Terapi untuk Kaum Adam yang Masih Kontroversial

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Patahnya penis dapat diketahui melalui hasil wawancara pasien (anamnesis) dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang juga perlu dilakukan untuk menentukan diagnosis dari kondisi pasien.

Dokter juga akan melakukan rontgen khusus, yaitu cavernosography. Ini adalah prosedur menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah penis. Dengan begitu, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah penis, apakah ada masalah serius atau tidak. 

Tak hanya itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan menggunakan USG dan MRI, serta pemeriksaan urine untuk melihat adanya kemungkinan kerusakan pada saluran urine pasien.

Cara mengobati penis patah

Pengobatan penis patah harus melalui proses operasi. Dokter bedah akan segera menjahit robekan yang ada di tunica albuginea dan batang penis (corpus cavernosum). Tujuannya adalah mengembalikan kemampuan penis untuk ereksi dan mempertahankan fungsi kemihnya.

Setelah operasi, Anda akan tetap menjalani rawat inap di rumah sakit sekitar 1-3 hari. Selama masa perawatan ini, dokter akan memberikan antibiotik dan obat untuk meredakan rasa nyeri pada penis.

Setelah itu, pemulihan penis patah bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan, sampai akhirnya penis bisa berfungsi seperti semula.

Pasien fraktur penis dilarang melakukan hubungan seks sementara waktu. Setidaknya, pasien harus menunggu sampai satu bulan lebih, untuk bisa kembali melakukan hubungan intim.

Sekitar 90% kasus operasi penis yang patah, menunjukkan hasil yang memuaskan. Namun, ada efek samping operasi berupa disfungsi ereksi, kelengkungan penis, hingga rasa nyeri saat ereksi.

Cedera penis lainnya

Fraktur penis adalah jenis cedera penis yang paling umum terjadi. Namun, ada beberapa jenis trauma lain yang juga dapat memengaruhi penis.

Berikut ini adalah beberapa cedera penis:

1. Terjepit ritsleting

Terjepit ritsleting adalah salah satu cedera penis yang umumnya terjadi pada anak-anak. Saat anak mengalami terjepit ritsleting, Anda sebaiknya segera membawa anak ke dokter.

Pasalnya, jika dibiarkan terlalu lama, jaringan penis yang membengkak akan menyulitkan dokter untuk melepaskan jepitan.

2. Amputasi penis

Amputasi atau pemotongan penis sering kali dihubungkan dengan gangguan kejiwaan dan masalah emosi yang hebat, seperti kemarahan atau kecemburuan.

Amputasi penis harus ditangani sesegera mungkin. Khususnya, jika amputasi terjadi saat penis ereksi. Sebab, ini memungkinkan penderitanya mengalami kehilangan banyak darah sehingga mengancam nyawa.

Penis yang telah dipotong dapat disambung kembali dengan operasi. Semakin cepat penis yang diamputasi disambung kembali, akan semakin baik pula peluang fungsi penis kembali normal.

3. Penis tercekik

Cedera penis ini terjadi akibat penggunaan ring penis atau alat pembesar penis lain yang tidak sesuai. Penggunaan ring penis, khususnya saat ereksi, dapat membuat ring penis jadi semakin ketat sehingga mencekik penis.

Hal ini dapat menghambat aliran darah, juga menyebabkan lecet pada penis.

BACA JUGA: Mengenal Vakum Penis, Amankah untuk Atasi Impotensi?

Catatan dari SehatQ

Fraktur penis termasuk ke dalam kondisi darurat medis. Itu sebabnya, Anda harus segera mendapat pertolongan medis apabila mengalami masalah ini.

Hindari masturbasi berlebihan, hingga penetrasi yang terlalu keras, saat sedang berhubungan seks. Hal-hal inilah yang bisa memicu terjadinya penis patah. 

Punya keluhan medis terkait organ intim? Chat dokter langsung di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui solusinya secara cepat! Download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play

Advertisement

hubungan seksmasturbasikesehatan pria

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved