Selain Wanita, Pria Juga Bisa Alami Penyakit Fibromyalgia

Rasa sakit pada otot serta sendi penderita penyakit fibromyalgia, bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin D.
Penderita penyakit fibromyalgia mungkin kekurangan vitamin D, sehingga memicu rasa sakit pada otot serta sendi.

Fibromyalgia atau fibromyalgia syndrome (FMS) merupakan sebuah penyakit kronis yang muncul dengan gejala rasa sakit di sekujur tubuh. Tidak hanya wanita, penyakit fibromyalgia ternyata juga bisa dialami oleh pria.

Sayangnya, gejala yang muncul lebih lama dan sulit dikenali, sebelum para pria akhirnya dapat didiagnosis fibromyalgia. Itulah sebabnya, para pria perlu menunggu bertahun-tahun, hingga gejala terasa semakin buruk, sebelum akhirnya dokter menyatakan diagnosis penyakit fibromyalgia.

Rumitnya Proses Diagnosis Penyakit Fibromyalgia

Penderita fibromyalgia mungkin kekurangan vitamin D. Sebab, kekurangan vitamin D berpotensi memicu rasa sakit pada otot serta sendi. Fibromyalgia juga kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat, yang memicu rasa sakit dari rangsangan, yang biasanya tidak akan menyakitkan.

Diperkirakan ada 4,8 persen pria di seluruh dunia, yang memiliki penyakit fibromyalgia. Namun pria cenderung tidak berkonsultasi dengan dokter atau melaporkan gejala ini saat menjalani pemeriksaan.

Bahkan, para pria cenderung tidak lulus dalam tes "poin tender" tradisional. Dalam tes ini, dokter menanyakan tentang rasa sakit di 11 dari 18 poin pada tubuh, untuk membuat diagnosis. Sebaliknya, wanita cenderung memiliki poin tender lebih banyak dibandingkan pria, yang mengalami rasa sakit meluas dan kurang terlokalisasi.

Gejala Penyakit Fibromyalgia

Gejala paling umum yang muncul pada penderita fibromyalgia adalah rasa sakit yang menyebar dan merata pada seluruh tubuh. Rasa sakit yang terasa sangatlah beragam. Mulai dari sensasi terbakar, seperti ditusuk-tusuk, hingga rasa nyeri tumpul yang dapat dirasakan hingga selama 12 pekan.

Gejala ini terus muncul dan terasa dengan intensitas dan tingkat keparahan yang berubah-ubah. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang dapat diamati dan berupa:

  • Tubuh menjadi jauh lebih sensitif terhadap rasa sakit.
  • Otot terasa nyeri dan kaku.
  • Sulit tidur dan sering merasa kelelahan.
  • Sakit kepala dengan beragam titik rasa sakit.
  • Daya ingat melemah dan sulit berkonsentrasi.
  • Sering merasa tertekan, stres, dan depresi.
  • Muncul kram pada otot perut.
  • Timbul sindrom iritasi usus.

Tingkat keparahan gejala fibromyalgia bisa bersifat individual. Perbedaan ini biasanya dapat dipicu oleh kondisi psikis yang dialami penderita. Selain itu, aktivitas dan cuaca lingkungan juga memiliki pengaruh cukup besar.

Penanganan terhadap Penyakit Fibromyalgia

Fibromyalgia masuk dalam kategori penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi munculnya gejala, agar tidak menghambat aktivitas sehari-hari, di antaranya:

1. Terapi dengan Obat-obatan

Dalam hal ini, pemberian obat bertujuan untuk menghilangkan atau meredakan rasa sakit yang muncul. Obat-obatan tersebut dapat berupa: paracetamol/tramadol, antidepresan (amitriptyline, fluoxetine, paroxetine, venlafaxine, dan duloxetine), serta antikonvulsan (gabapentin).

Apabila rasa sakit sangat mengganggu, disertai dengan otot kaku dan nyeri, dokter juga dapat memberikan obat relaksan otot, obat penenang, hingga obat tidur, untuk meningkatkan kualitas tidur.

2. Terapi Psikologis

Terapi ini dilakukan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan kemampuan kognitif pasien. Dalam hal ini, konselor berperan dalam membantu pasien, untuk menemukan strategi mengatasi stres dan depresi.

3. Terapi Fisik

Terapi fisik dilakukan untuk meringankan rasa sakit. Misalnya dengan melakukan olahraga ringan, seperti yoga dan pilates, serta berenang di kolam air hangat.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/how-fibromyalgia-affects-men
Diakses pada Oktober 2018

Kementerian Kesehatan RI.
http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/5-tanda-kekurangan-vitamin-d
Diakses pada 11 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed