Tidak Hanya untuk Otak, Kenali Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat minyak ikan bagi kesehatan membuat minyak ikan menjadi salah satu suplemen yang sering ditemukan dalam masyarakat
Manfaat minyak ikan bisa ditemukan dalam bentuk kapsul, sirup, ataupun saat mengonsumsi ikan yang berlemak

Pernahkah Anda ketika kecil dulu disuruh minum vitamin minyak ikan oleh orangtua Anda? Atau jangan-jangan Anda sendiri memberikan minyak ikan pada anak Anda sekarang. Manfaat minyak ikan erat kaitannya dengan fungsi otak sehingga anak-anak biasanya diwajibkan mengonsumsi suplemen ini.

Suplemen minyak ikan muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari bentuk sirup yang berwarna oranye atau putih, sampai yang dikemas dalam bentuk kapsul. Minyak ikut juga tidak sulit untuk ditemukan karena beredar luas di masyarakat.

Minyak ikan selalu diyakini sebagai suplemen yang memiliki berbagai fungsi untuk kesehatan. Manfaat minyak ikan yang paling umum diketahui masyarakat adalah untuk menjaga kesehatan tulang atau membantu kinerja otak. Padahal masih banyak manfaat minyak ikan yang mungkin belum Anda ketahui.

Apa saja manfaat minyak ikan yang terlewatkan?

Sebelum mengetahui manfaat minyak ikan, ada baiknya jika Anda mengetahui apa itu minyak ikan. Minyak ikan biasanya didapatkan melalui jaringan tubuh ikan dan terkadang diproduksi di bagian hati ikan.

Ikan yang digunakan untuk pembuatan suplemen minyak ikan umumnya berasal dari ikan yang tinggi lemak, seperti makarel, tuna, dan sebagainya. Berikut adalah berbagai manfaat minyak ikan yang patut Anda ketahui.

  • Menyehatkan kulit

Kulit adalah organ manusia yang terbesar dan tentunya perlu untuk dijaga. Salah satu manfaat minyak ikan dalam menjaga kesehatan kulit adalah mengatasi jerawat dan berpotensi melindungi Anda dari kanker kulit.

  • Membantu penurunan berat badan

Menurunkan berat badan tidak hanya memberikan bentuk tubuh yang lansing, tetapi juga menghindarkan Anda dari berbagai penyakit.

Kombinasi konsumsi minyak ikan dengan olahraga ditemukan dapat mengurangi kadar lemak tubuh serta meningkatkan kardiovaskular dan metabolisme.

  • Meningkatkan kesehatan tulang

Manfaat minyak ikan yang sering digembar-gemborkan adalah khasiatnya dalam menjaga kesehatan tulang. Hal ini bukan rumor semata, karena minyak ikan terbukti bisa mencegah keretakan tulang.

  • Melindungi organ jantung

Manfaat minyak ikan dalam menjaga kesehatan jantung disebabkan karena minyak ikan  mampu mengurangi kadar lemak trigliserida yang berlebih, meningkatkan kolesterol baik HDL, mencegah penyumbatan pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.

  • Mengurangi peradangan

Minyak ikan menggandung antiradang yang dapat menurunkan senyawa sitokin yang merupakan penyebab peradangan pada orang yang obesitas dan stres, serta mengurangi nyeri dan kekakuan di persendian penderita radang sendi.

  • Berdampak pada kesehatan mental

Kandungan omega-3 dalam minyak ikan sangat berperan dalam fungsi otak, bahkan manfaat minyak ikan yang ditemukan adalah mampu memperlambat dan mencegah perkembangan gangguan psikotik.

Minyak ikan juga ditemukan dapat membantu meringankan gejala gangguan psikologis bipolar pada remaja penderita bipolar. Selain gangguan psikotik dan bipolar, manfaat minyak ikan terhadap kesehatan mental lainnya  adalah meringankan gejala depresi.

  • Menurunkan kadar lemak di hati

Organ hati berfungsi untuk mengolah lemak yang masuk ke dalam tubuh. Lemak yang menumpuk di organ hati berpotensi untuk memicu penyakit hati. Anda dapat mencegahnya dengan penggunaan minyak ikan yang memberikan efek menurunkan kadar lemak trigliserida.

  • Meningkatkan fungsi otak

Manfaat minyak ikan yang terkenal adalah meningkatkan fungsi otak. Dulu semasa kecil, kita sering disuruh orangtua untuk rutin mengonsumsi minyak ikan agar ranking satu di kelas.

Namun sebenarnya, manfaat minyak ikan yang satu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi, sudah ada riset yang menunjukkan bahwa minyak ikan ampuh untuk mencegah penurunan fungsi kognitif.

  • Menjaga kesehatan mata di hari tua

Manfaat minyak ikan tidak terbatas pada organ otak saja, tetapi juga dapat mengurangi risiko terkena gangguan mata saat usia lanjut.

Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi minyak ikan selama empat setengah bulan dapat meningkatkan penglihatan pada kaum lansia yang mengalami gangguan mata di hari tua. Namun, riset lebih lanjut masih diperlukan.

  • Baik untuk kandungan

Senyawa omega-3 penting bagi pertumbuhan janin dan bisa didapatkan melalui minyak ikan. Calon ibu yang mengonsumsi minyak ikan cenderung akan memiliki anak dengan koordinasi tangan dan mata yang baik. Masih banyak manfaat minyak ikan terhadap kandungan yang perlu untuk ditelaah lebih lanjut.

  • Mengatasi ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan kesulitan untuk fokus dan hiperaktivitas yang umumnya terjadi pada anak-anak.

Minyak ikan ditemukan mampu membantu untuk mengatasi gangguan perilaku ADHD pada anak-anak.

  • Mengurangi gejala asma

Alergi dan asma adalah dua jenis gangguan yang sering ditemui pada anak-anak maupun orang dewasa. Apabila Anda mengalami asma, Anda bisa mempertimbangkan mengonsumsi minyak ikan yang ditemukan dapat menangani asma.

Apakah minyak ikan aman dikonsumsi?

Manfaat minyak ikan bisa didapatkan tidak hanya dari konsumsi suplemen, tetapi juga dengan langsung menyantap ikan yang dipanggang atau dikukus. Minyak ikan secara umum aman untuk dikonsumsi.

Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi minyak ikan, apabila Anda juga mengonsumsi obat penurun tekanan darah, obat pengencer darah, obat penurun berat badan, suplemen vitamin E, dan obat kontrasepsi.

Catatan dari SehatQ

Anda dapat mengonsumsi minyak ikan yang memiliki segudang khasiat untuk kesehatan. Terdapat 12 manfaat minyak ikan yang bisa didapatkan, seperti:

  • Menyehatkan kulit
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Meningkatkan kesehatan tulang
  • Melindungi organ jantung
  • Mengurangi peradangan
  • Berdampak pada kesehatan mental
  • Menurunkan kadar lemak di hati
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Menjaga kesehatan mata di hari tua
  • Baik untuk kandungan
  • Mengatasi ADHD
  • Mengurangi gejala asma

Namun, selalu konsultasikan ke dokter apabila Anda mengonsumsi obat dan suplemen tertentu, seperti obat pengencer darah, obat penurun tekanan darah, dan sebagainya.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/13-benefits-of-fish-oil
Diakses pada 19 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-fish-oil/art-20364810
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12351465
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26817716
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15983189
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3238146/
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17185423
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22317966
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21924882
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18485485
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20124114
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24557349
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17490962
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17335973
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543297/
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19156158
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3191260/
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15674003
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23173831
Diakses pada 19 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15867048
Diakses pada 19 September 2019

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2013/02/130226092002.htm
Diakses pada 19 September 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221343441300042X
Diakses pada 19 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed