Tidak Hanya Mastitis, Benjolan di Payudara juga Disebabkan oleh Berbagai Kondisi Ini

Benjolan di payudara yang terasa sakit dapat disebabkan oleh kelenjar susu mengeras akibat mastitis
Payudara terasa sakit bisa menandakan adanya kelenjar susu mengeras akibat mastitis

Ketika kelenjar susu mengeras, lalu menyebabkan timbulnya benjolan, jangan langsung berpikir bahwa itu merupakan kanker payudara atau penyakit mengerikan lainnya.

Sebab, ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh infeksi payudara (mastitis) yang umum terjadi pada ibu menyusui. Namun, untuk membedakan benjolan pada mastitis dengan gangguan payudara lainnya, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Kelenjar susu mengeras, apakah tanda mastitis?

Puting yang lecet membuat bakteri masuk ke dalam payudara dengan mudah sehingga menyebabkan terjadinya mastitis. Kondisi ini dapat membuat ibu enggan untuk menyusui sehingga ASI jadi menumpuk.

Penumpukan ASI menyebabkan kelenjar susu mengeras, dan dapat menimbulkan benjolan di payudara. Benjolan tersebut biasanya akan terasa menyakitkan, namun berlangsung singkat jika pemberian ASI lancar.

Bukan hanya itu, mastitis juga memiliki tanda yang lain, seperti payudara kemerahan, nyeri, bengkak, bahkan hingga membuat Anda demam. Namun, mastitis biasanya membaik dengan penggunaan antibiotik.

Selain itu, kompres air hangat dipercaya mampu meredakan gejalanya. Akan tetapi, jika benjolan yang ada merupakan kumpulan nanah maka harus dilakukan penyedotan.

Membedakan benjolan mastitis dengan gangguan payudara lainnya

Selain mastitis, terdapat gangguan lain yang dapat menimbulkan benjolan pada payudara, seperti kanker payudara, intraductal papilloma, fibroadenoma, kista, dan fibrokistik. Dalam membedakan benjolan pada mastitis dengan gangguan-gangguan payudara lainnya, maka Anda perlu memerhatikan tanda-tanda yang ada.

  • Fibroadenoma

Fibroadenoma merupakan benjolan jinak di payudara yang paling sering terjadi. Ketika Anda menyentuhnya, benjolan akan terasa padat, bulat, dan dapat digerakkan dengan mudah. Berbeda dengan benjolan mastitis yang terasa sakit, benjolan fibroadenoma tidak menimbulkan rasa sakit.

Selain itu, kondisi ini tidak hanya menimpa kalangan ibu menyusui saja, namun bisa juga menimpa wanita manapun yang rata-rata berusia 20-30 tahun. Untuk menghilangkannya, tindakan operasi dapat dilakukan.

  • Kista

Kista merupakan kantung berisi cairan yang biasanya memengaruhi kedua payudara. Kista terasa halus dan kenyal dengan ukuran yang bervariasi. Pada siklus menstruasi, ukurannya pun sering mengalami perubahan.

Sebagian kista bisa terasa sakit, sementara sebagian lain tidak terasa menyakitkan. Kista dapat diatasi dengan menyedot cairan yang ada dalam kista, atau bahkan dapat hilang dengan sendirinya.

  • Fibrokistik

Fibrokistik merupakan perubahan pada payudara yang terjadi akibat perubahan hormon. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri atau benjolan di payudara Anda. Benjolan pada fibrokistik merupakan kelenjar susu yang tumbuh dan melebar.

Benjolan tersebut bisa berbentuk keras ataupun kenyal. Fibrokistik umumnya terjadi pada wanita berusia 35-50 tahun. Wanita pasca menopause cenderung memiliki jenis perubahan payudara ini. Tidak ada perawatan khusus untuk fibrokistik, namun Anda dapat mengompres payudara dengan air hangat atau meminum obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau acetaminophen.

  • Intraductal papilloma

Intraductal papilloma merupakan pertumbuhan tumor mirip kutil yang berkembang di saluran payudara. Jika hanya ada satu, tumor ini biasanya terletak di bawah puting dan dapat menyebabkan terjadinya pendarahan dari puting. Meski demikian, intraductal papilloma tidak terkait dengan risiko kanker payudara.

Sementara, jika terdapat sekumpulan tumor kecil yang terletak jauh dari puting, kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan risiko kanker payudara. Intraductal papilloma biasanya terjadi pada wanita berusia 30-50 tahun. Kondisi ini dapat dihilangkan dengan tindakan operasi.

  • Kanker payudara

Benjolan kanker payudara biasanya terasa keras. Bentuknya tidak teratur dan seperti menempel di jaringan dalam payudara. Kanker payudara biasanya tidak terasa menyakitkan terutama pada tahap awal.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut dapat menyebabkan payudara nyeri, kemerahan, bengkak, keluar darah dari puting susu, kulit payudara atau puting mengelupas, hingga bentuk atau ukuran payudara berubah. Penanganan kanker payudara dapat dilakukan dengan pengangkatan payudara, dan berbagai pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi.

Apa yang harus dilakukan jika timbul benjolan di payudara?

Sebaiknya, ketika timbul benjolan di payudara yang mengganggu pikiran Anda maka segera periksakan ke dokter. Dengan melakukan pemeriksaan, dokter akan menentukan diagnosis untuk kondisi yang Anda alami.

Akan lebih baik jika Anda melakukan pemeriksaannya sedini mungkin, agar bisa segera mendapatkan penanganan dengan tepat. Jangan sampai Anda menyimpulkannya sendiri, atau bahkan mengabaikannya hingga dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

Bagi para wanita, jangan lupa pula untuk melakukan pemeriksaan payudara ke dokter setiap tahunnya, untuk mengetahui jika ada perubahan yang mencurigakan pada payudara Anda.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/186084.php
Diakses pada 01 Agustus 2019.

WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/benign-breast-lumps#1
Diakses pada 01 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/breast-infection-breast-cancer#1
Diakses pada 01 Agustus 2019.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/breast_lumps_in_women/article.htm
Diakses pada 01 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752
Diakses pada 01 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fibrocystic-breast-disease#treatments
Diakses pada 01 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/intraductal-papilloma#types
Diakses pada 01 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/mastitis
Diakses pada 01 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-cancer#symptoms
Diakses pada 01 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed