Tidak Hanya Lemas, Gejala Anemia Lain Juga Perlu Anda Kenali

Gejala anemia ada beragam, seperti lemas, sesak napas, hilang nafsu makan, hingga kulit menjadi pucat
Gejala anemia yang paling mudah dikenali adalah tubuh menjadi lemas, namun gejala lain juga bisa terjadi

Penyakit anemia atau yang sering disebut sebagai kurang darah, dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering tidak disadari. Selain tubuh terasa lemas, ada beragam gejala anemia lain yang perlu Anda kenali, seperti sesak napas dan kulit menjadi kuning.

Anemia perlu segera ditangani dengan tepat. Meski pada awal kemunculannya, anemia bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun jika dibiarkan, kondisi ini dapat bertambah parah dan menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung.

Gejala anemia secara umum

Pada kondisi awal yang belum parah, gejala anemia mungkin tidak akan langsung muncul. Bahkan pada beberapa kasus, gejala anemia tidak muncul sama sekali. Gejalanya yang munculnya pun dapat berbeda-beda, tergantung dari jenisnya.

Secara umum, berikut ini gejala anemia yang bisa terjadi.

  • Merasa lemas dan lebih lelah dari biasanya
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah
  • Nafsu makan berkurang
  • Kesemutan di kaki dan tangan

Pada anemia yang sudah bertambah parah, gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Muncul warna biru di bagian putih bola mata
  • Kuku menjadi rapuh atau mudah rusak
  • Pusing saat mengubah posisi dari duduk ke berdiri
  • Kulit terlihat pucat
  • Sesak napas, meskipun sedang aktivitas ringan atau istrirahat
  • Sariawan
  • Nyeri lidah
  • Pada wanita, volume darah bertambah saat menstruasi
  • Pada pria, hasrat seksual berkurang

Gejala anemia berdasarkan jenisnya

Selain gejala anemia yang umum, ada beberapa kondisi khas yang menggambarkan gejala anemia, sesuai jenis-jenisnya.

1. Gejala anemia defisiensi besi

Orang dengan anemia defisiensi besi dapat mengalami gejala seperti:

  • Ngidam hal yang aneh atau zat-zat yang tidak bergizi, misalnya kertas, es, dan debu. Kondisi ini disebut dengan gangguan makan pica.
  • Kuku tumbuh melengkung ke atas atau koilonychias
  • Nyeri di mulut akibat ujung bibir yang pecah-pecah

2. Gejala anemia defisiensi vitamin B12

Orang dengan anemia defisiensi vitamin B12 dapat mengalami gejala seperti:

3. Gejala anemia akibat keracunan kronis

Orang dengan anemia akibat keracunan kronis bisa mengalami:

  • Muncul garis hitam kebiruan di gusi
  • Sakit perut
  • Konstipasi
  • Muntah-muntah

4. Gejala anemia akibat kerusakan sel darah merah kronis

Orang dengan anemia akibat kerusakan sel darah merah kronis, dapat mengalami gejala seperti:

5. Gejala anemia sel sabit

Orang dengan anemia sel sabit dapat mengalami gejala berupa kondisi berikut ini.

  • Kelelahan
  • Mudah terserang infeksi
  • Hambatan pertumbuhan pada anak-anak
  • Nyeri sendi yang parah

6. Gejala anemia akibat kerusakan sel darah merah tiba-tiba

Orang dengan anemia akibat kerusakan sel darah merah, tiba-tiba dapat mengalami gejala berupa:

  • Sakit perut
  • Urine berwarna merah atau cokelat
  • Kulit menjadi kuning (jaundice)
  • Memar di kulit
  • Kejang
  • Muncul gejala gagal ginjal

Anemia bisa disembuhkan

Berdasarkan penyebabnya, ada sejumlah cara untuk mengatasi anemia dengan tepat. Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, vitamin B-12 dan folat, dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen dan makanan penambah darah.

Pada beberapa kasus, penambahan vitamin B-12 perlu dilakukan dengan suntikan. Hal ini dilakukan, agar vitamin ini dapat diserap langsung oleh tubuh dan kadarnya tidak berkurang, karena tidak mengalami proses di saluran pencernaan.

Mengonsumsi makanan penambah darah juga bisa menjadi salah satu cara mencegah kambuhnya anemia.

Jika anemia yang dialami sudah parah, dokter dapat menyuntikkan eritropoietin, untuk meningkatkan produksi sel darah merah disumsum tulang belakang.

Sementara itu, apabila kadar hemoglobin terlalu rendah atau terjadi perdarahan, maka dibutuhkan prosedur transfusi darah.

Cegah anemia dengan cara ini

Ada beberapa jenis anemia yang tidak dapat dicegah, seperti anemia yang disebabkan oleh kelainan genetik dan anemia akibat perdarahan. Namun, pencegahan bisa dilakukan untuk anemia yang disebabkan oleh nutrisi tertentu, seperti zat besi dan vitamin B-12 serta folat.

Untuk mencegah anemia yang disebabkan oleh defisiensi zat besi, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kandungan zat besi, seperti:

  • Daging merah
  • Makanan laut
  • Jeroan, seperti hati
  • Gandum utuh
  • Buah kering
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran hijau

Vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi di tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C seperti buah-buahan, juga dapat membantu mencegah anemia.

Apabila anemia disebabkan oleh kurangnya konsumsi vitamin B12 dan asam folat, maka Anda dapat mengonsumsi makanan-makanan di bawah ini untuk mencegahnya.

  • Daging sapi dan unggas
  • Ikan
  • Susu dan produk olahannya
  • Pisang
  • Asparagus

Catatan dari SehatQ

Gejala anemia umumnya muncul secara perlahan dan bahkan seringkali tidak disadari. Selain lemas, Anda juga perlu memahami bahwa kondisi lain seperti sesak napas, kulit pucat, dan mudah marah juga bisa masuk ke dalam gejala anemia. Kenali sebelum terlambat, untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

American Society of Hematology. https://www.hematology.org/Patients/Anemia/
Diakses pada 18 September 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000560.htm
Diakses pada 18 September 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/anemia/
Diakses pada 18 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-symptoms#1
Diakses pada 18 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/anemia
Diakses pada 18 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed