Tidak Haid Selama Setahun, Apakah Bisa Hamil? Kenali Pemicunya


Tidak haid selama setahun atau amenorrhea bisa jadi gejala penyakit atau kondisi kronis. Tidak haid selama setahun apakah bisa hamil? Tergantung dari penyebabnya.

(0)
22 Oct 2020|Azelia Trifiana
Tidak haid selama setahunbisa jadi gejala penyakit kronisNama lain dari siklus kehamilan tidak teratur adalah amenorrhea
Idealnya, siklus haid seorang perempuan berlangsung antara 21-40 hari. Jika tidak teratur atau sama sekali tidak terjadi, disebut dengan amenorrhea. Tidak haid selama setahun apakah bisa hamil? Bisa saja berpengaruh terhadap fertilitas jika mengindikasikan penyakit tertentu.Seseorang dikatakan mengalami amenorrhea apabila belum mendapatkan haid pertama kalinya hingga usia 16 tahun atau saat tidak juga haid selama 3-6 bulan.

Penyebab tidak mens dalam periode lama

seorang wanita pusing
Ada banyak faktor yang memengaruhi tidak haid dengan jangka waktu lama
Berdasarkan jenisnya, amenorrhea dibedakan menjadi primer dan sekunder. Kondisi primer ketika remaja perempuan sudah berusia 16 tahun dan belum haid untuk pertama kalinya. Rata-rata, anak perempuan haid pertama kali saat berusia 12 tahun.Sementara amenorrhea sekunder adalah ketika seorang perempuan tidak haid setidaknya selama 3 bulan. Kedua jenis amenorrhea ini dapat diatasi secara efektif.Ada banyak alasan mengapa seseorang mengalami amenorrhea atau tidak haid selama berbulan-bulan hingga setahun, seperti:

1. Faktor alami

Penyebab tidak mens yang paling alami adalah siklus ketika seseorang hamil, menyusui, dan juga menopause. Lantas, tidak haid selama setahun apakah bisa hamil? Jika pemicunya adalah faktor alami seperti menyusui, jawabannya bisaSelain itu, ketika seorang wanita tidak haid selama 12 bulan berturut-turut dapat dikatakan memasuki fase menopause. Menopause dapat disertai gejala lain seperti vagina terasa lebih kering hingga hot flashes terutama di malam hari.

2. Faktor gaya hidup

Gaya hidup seseorang juga turut berpengaruh terhadap siklus menstruasinya. Mulai dari aktivitas fisik berlebihan, stres, atau lemak tubuh yang tidak seimbang dapat menunda atau menghentikan menstruasi.

3. Ketidakseimbangan hormon

Kondisi hormon yang tidak seimbang akibat tumor kelenjar pituitari (hipofisis) atau kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan seseorang tidak haid selama berbulan-bulan. Tak hanya itu, rendahnya hormon estrogen disertai dengan tingginya hormon progesteron juga dapat menyebabkan hal yang sama.

4. Masalah genetik

Masalah genetik atau kelainan kromosom seperti Turner syndrome dan Sawyer syndrome terkadang juga dapat menyebabkan terlambat menstruasi. Perempuan yang mengalami masalah ini juga tidak menunjukkan ciri-ciri pubertas seperti tumbuhnya payudara.Pada konteks yang lebih langka, ada pula Asherman’s syndrome yang menyebabkan haid tidak terjadi selama beberapa bulan. Pada kondisi ini, terbentuk jaringan parut di rahim sehingga membuat ukurannya mengecil. 

5. Konsumsi obat

Konsumsi obat tertentu seperti antidepresan, obat hipertensi, dan pengobatan kemoterapi dapat menyebabkan seseorang mengalami amenorrhea atau tidak haid selama berbulan-bulan. Jika dirasa mengganggu, konsultasikan dengan dokter untuk mencari obat alternatif.Tak hanya itu, berhenti mengonsumsi pil KB secara tiba-tiba juga bisa menjadi penyebab tidak mens pada bulan-bulan berikutnya. Namun idealnya, setelah itu siklus haid akan kembali normal.

6. Cacat organ reproduksi

Adanya cacat pada struktur organ reproduksi perempuan juga dapat berkontribusi terhadap tidak terjadinya menstruasi secara teratur. Ini bisa terjadi karena cacat lahir, tumor, atau infeksi yang muncul di rahim seseorang setelah persalinan.]

Cara mengatasi siklus haid tidak teratur   

Menerapkan meditasi dapat mengurangi stres yang memengaruhi siklus haid
Kemungkinan terjadinya kehamilan setelah tidak haid selama kurang lebih 1 tahun sangat bergantung pada penyebabnya. Apabila masalahnya bisa diatasi dengan mudah seperti mengubah gaya hidup, mengganti pengobatan, atau menunggu fase alami berhenti, maka kemungkinan hamil tetap ada.Namun jika penyebab amenorrhea berkaitan dengan masalah medis lebih serius, ada kemungkinan berpengaruh terhadap fertilitas atau kesuburan. Coba konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.Saat memeriksa kemungkinan amenorrhea, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta bertanya seputar siklus haid dan gaya hidup. Jika absennya haid bukan disebabkan oleh kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG, pemeriksaan darah, dan CT scan.Penanganan amenorrhea bergantung pada penyebabnya, seperti:
  • Pemberian suplemen untuk masalah ketidakseimbangan hormon
  • Pengangkatan kista atau jaringan parut jika diperlukan
  • Mengubah gaya hidup terkait berat badan dan aktivitas olahraga

Catatan dari SehatQ

Apabila siklus haid yang terlewat sudah dicoba diatasi dengan mengubah gaya hidup atau obat medis, sebaiknya lakukan konsultasi lebih jauh lagi. Jika Anda ingin tahu lebih banyak terkait penyebab amenorrhea berdasarkan gejalanya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
siklus haidhaidkesehatan wanita
Healthline. https://www.healthline.com/health/menstruation-absent
Diakses pada 11 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/amenorrhea/symptoms-causes/syc-20369299
Diakses pada 11 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/absence-periods
Diakses pada 11 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait