Tidak Diketahui Penyebab Pastinya, Kenali Faktor Risiko Hipertensi Esensial

(0)
19 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala hipertensi esensial biasanya tidak dirasakan pada awalnya dan diketahui melalui pemeriksaan medisJika hipertensi esensial diabaikan, kondisi ini bisa memburuk dan menyebabkan masalah kesehatan
Hipertensi terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi hingga bisa menimbulkan gangguan. Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi diklasifikasikan sebagai hipertensi esensial. Hipertensi esensial adalah peningkatan tekanan darah yang penyebab pastinya tidak diketahui. Kondisi ini berbeda dengan hipertensi sekunder yang terjadi akibat kondisi kesehatan lain, seperti sleep apnea obstruktif, masalah ginjal, dan penyakit tiroid.

Faktor risiko hipertensi esensial

Perlu Anda ketahui bahwa jenis penyakit hipertensi ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Meski tidak diketahui penyebabnya, namun terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami hipertensi esensial, di antaranya:

1. Berat badan berlebih

Semakin berat bobot tubuh, maka semakin banyak pula darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Ketika darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat, tekanan pada arteri juga akan mengalami peningkatan sehingga memicu hipertensi.

2. Riwayat hipertensi pada keluarga

Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi esensial cenderung lebih berisiko mengalami kondisi serupa. Sekitar 50 gen telah diidentifikasi terkait dengan tekanan darah tinggi.

3. Penuaan

Berbagai faktor yang berkaitan dengan penuaan telah terbukti meningkatkan risiko hipertensi esensial. Hal ini dikarenakan pembuluh darah menjadi lebih kaku seiring bertambahnya usia sehingga dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah.

4. Tidak aktif bergerak

Orang yang tak aktif secara fisik cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat. Semakin cepat detak jantung Anda, maka semakin keras pula jantung bekerja dan semakin kuat tekanan pada arteri yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. 

5. Mengonsumsi terlalu banyak garam

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam juga bisa memicu hipertensi esensial. Garam meningkatkan resistensi air dalam tubuh sehingga volume cairan dalam darah pun ikut bertambah yang mengakibatkan meningkatnya tekanan darah. Berbagai kondisi lain, seperti merokok, stres, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, kekurangan kalium, dan kondisi kronis tertentu. Kebanyakan orang tak merasakan gejala hipertensi esensial dan biasanya kondisi ini ditemukan saat pemeriksaan medis. Akan tetapi, terkadang orang dengan hipertensi esensial yang tekanan darahnya sangat tinggi bisa mengalami sakit kepala, pusing, dan penglihatan kabur.

Cara mengatasi hipertensi esensial

Jika hipertensi esensial diabaikan, kondisi ini bisa memburuk dan menyebabkan masalah seperti gagal jantung, serangan jantung, atherosclerosis, stroke, kerusakan mata, kerusakan ginjal, dan kerusakan saraf. Adapun cara mengatasi hipertensi esensial yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Perubahan gaya hidup

Jika Anda memiliki masalah hipertensi, dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah Anda. Berikut perubahan gaya hidup yang sebaiknya diikuti:
  • Mengonsumsi makanan kaya akan kalium dan serat. Namun, jika ginjal Anda bermasalah jangan menambah asupan kalium tanpa izin dokter.
  • Menghindari makanan yang tinggi sodium
  • Berolahraga setidaknya 30 menit dalam sehari
  • Jika kelebihan berat badan, cobalah untuk menurunkannya
  • Berhenti merokok
  • Hindari stres
  • Batasi asupan alkohol tak lebih dari satu gelas per hari
Melakukan gaya hidup tersebut tak hanya akan membantu menurunkan hipertensi, namun juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan sehingga Anda terhindar dari berbagai penyakit yang mengintai.

2. Penggunaan obat-obatan

Jika perubahan gaya hidup tak juga menurunkan tekanan darah tinggi Anda, dokter mungkin akan meresepkan obat antihipertensi. Berikut obat tekanan darah yang paling umum digunakan:
  • Beta-blocker, seperti metoprolol
  • Calcium channel blocker, seperti amlodipine
  • Diuretik, seperti hydrochlorothiazide
  • Inhibitor angiotensin-converting enzyme, seperti captopril
  • Angiotensin II receptor blockers, seperti losartan
Lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi adanya masalah sedini mungkin. Jika Anda memiliki riwayat hipertensi esensial, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter agar mendapat perawatan yang tepat.
hipertensitekanan darah tinggiobesitaspola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/essential-hypertension#outlook
Diakses pada 02 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410
Diakses pada 02 Juli 2020
ADA. https://ada.com/conditions/essential-hypertension/
Diakses pada 02 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait