Tiba-tiba Keluar Darah Saat Berhubungan, Apa Penyebabnya?

(0)
28 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tiba-tiba keluar darah saat berhubungan dapat terjadi akibat infeksi menular seksualTiba-tiba keluar darah saat berhubungan bisa disebabkan oleh vaginitis atrofi
Tiba-tiba keluar darah saat berhubungan intim tentunya bisa membuat Anda kaget sekaligus khawatir. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari masalah ringan hingga berat yang perlu segera ditangani.Sekitar 46-63 persen wanita pascamenopause diperkirakan mengalami perdarahan selama atau setelah berhubungan seks. Di samping itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita yang masih aktif menstruasi. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab tiba-tiba keluar darah saat berhubungan

Menurut penelitian, sekitar 9 persen wanita mengalami bercak atau perdarahan yang tidak terduga, baik selama atau setelah berhubungan seks. Adapun beberapa penyebab tiba-tiba keluar darah saat berhubungan intim, yaitu:

1. Berhubungan seks berlebihan

Seks yang berlebihan bisa menimbulkan luka, goresan, atau robekan pada vagina sehingga menyebabkan darah keluar. Kondisi di atas lebih mungkin terjadi jika apabila vagina kering. Selain itu, penetrasi secara paksa juga bisa membuat jaringan vagina rusak parah dan menyebabkan perdarahan.

2. Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi IUD atau perubahan metode kontrasepsi dapat menyebabkan perdarahan ringan saat berhubungan seks. Perdarahan ini merupakan efek samping sementara yang wajar terjadi. Namun, jika perdarahan tersebut terus berlanjut, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter kandungan.

3. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia, bisa menimbulkan gejala berupa nyeri panggul, keputihan abnormal, sering buang air kecil dan terasa menyakitkan, serta gatal dan sensasi terbakar pada vagina.Peradangan tersebut juga dapat menyebabkan pembuluh darah pada vagina membengkak dan rentan pecah sehingga bisa memicu tiba-tiba keluar darah saat berhubungan seks.Bukan hanya itu, pendarahan serviks akibat trikomoniasis juga bisa menyebabkan perdarahan. Sifilis dan herpes genital juga dapat menimbulkan luka terbuka di luar atau dalam vagina yang rentan berdarah jika teriritasi.

4. Kehamilan

Awal kehamilan dapat menyebabkan timbulnya bercak darah saat berhubungan intim. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, terutama setelah terlambat menstruasi, sebaiknya lakukan tes kehamilan. Kondisi ini juga dapat menjadi tanda dari kehamilan ektopik yang harus segera mendapatkan penanganan medis.

5. Polip

Polip adalah pertumbuhan jaringan abnormal berwarna merah atau ungu yang kaya akan kapiler sehingga mudah berdarah saat tersentuh. Polip serviks, rahim, atau endometrium pun dapat menyebabkan darah keluar selama atau setelah berhubungan intim. Sebagian besar polip bersifat jinak, tetapi beberapa dapat berkembang menjadi kanker. Dalam sebagian kasus, pengangkatan polip mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi tersebut.

6. Ektropion serviks

Ektropion atau erosi serviks adalah suatu kondisi di mana sel-sel yang melapisi bagian dalam serviks justru tumbuh di luarnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah membesar dan meradang.Akibatnya, perdarahan pun kerap terjadi saat berhubungan seks, penggunaan tampon, dan pemeriksaan panggul dengan spekulum. Erosi serviks umumnya terjadi pada remaja, dan wanita yang mengonsumsi pil KB.

7. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang melapisi dinding rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat ditandai dengan hubungan intim yang menyakitkan, bahkan terkadang terjadi perdarahan. Jaringan endometrium juga bisa menempel pada permukaan organ lain sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang hebat.

8. Vaginitis atrofi

Vaginitis atrofi adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan peradangan, kekeringan, rasa gatal, sensasi terbakar, dan penipisan dinding vagina. Penurunan kadar estrogen pada wanita pascamenopause pun dapat menyebabkan dinding vagina menipis dan menghasilkan lebih sedikit lendir sehingga bisa menyebabkan tiba-tiba mengeluarkan darah saat berhubungan.Sementara itu, pada wanita yang lebih muda, vaginitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Akan tetapi, menggunakan pelumas vagina dapat meredakan kekeringan dan rasa nyeri ketika berhubungan seks.

9. Kanker

Kanker serviks, vagina, atau rahim dapat menyebabkan darah tiba-tiba keluar ketika berhubungan. Hal tersebut terjadi karena saat kanker tumbuh, pembuluh darah di area yang terpengaruh menjadi rentan pecah. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengalami menstruasi yang lebih berat dan lebih lama dari biasanya.Mengatasi kondisi tiba-tiba darah keluar saat berhubungan perlu dilakukan berdasarkan penyebabnya. Oleh sebab itu, lakukanlah pemeriksaan ke dokter untuk mendeteksi sedini mungkin masalah yang terjadi. Dokter juga akan menentukan penanganan yang tepat untuk keluhan Anda sehingga bisa segera diobati.
hubungan seksmasalah seksualsekspendarahan saat sekspendarahaninfeksi menular seksual
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/top-causes-of-vaginal-bleeding-after-sex-3520909
Diakses pada 14 September 2020
Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a29438/bleeding-during-sex/
Diakses pada 14 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait