Tiap Orang Unik, Apa Saja Faktor Pembentuk Kepribadian Seseorang?


Faktor pembentuk kepribadian seseorang sangatlah beragam, mulai dari genetik, lingkungan, orangtua, hingga sosial. Sepanjang hidup, interaksi dengan orang lain turut membentuk sifat seorang individu.

(0)
10 Dec 2020|Azelia Trifiana
Faktor-faktor yang membentuk kepribadian seseorangAda banyak faktir yang membentuk kepribadian seseorang
Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Ada yang kepribadiannya menyenangkan hingga menyebalkan, selalu ceria atau murung. Tapi sebenarnya apa yang membuat setiap orang punya kepribadian yang berbeda?Faktor pembentuk kepribadian seseorang sangatlah beragam, mulai dari genetik, lingkungan, orangtua, hingga sosial. Sepanjang hidup, interaksi dengan orang lain turut membentuk sifat seorang individu.Topik tentang karakter manusia ini menjadi pembahasan yang begitu menarik di dunia psikologi. Terlebih, kepribadian menjadi sorotan sepanjang hidup seseorang mulai dari saat bertemu orang baru, bekerja, hingga berinteraksi dalam kegiatan sosial.

Teori faktor pembentuk kepribadian

Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana terbentuknya karakter seseorang. Terlebih, tidak ada orang yang memiliki karakter benar-benar serupa. Semuanya unik.Untuk menjelaskan keunikan ini, berikut beberapa teori yang pernah ada:

1. Teori psikoseksual Sigmund Freud

Sigmund Freud pernah menggagas konsep yang cukup kontroversial seputar perkembangan psikoseksual manusia. Menurutnya, karakter berkembang dalam tahapan yang berkaitan erat dengan zona erogenik. Ini adalah zona yang sensitif terhadap rangsangan.Ketika seseorang gagal memenuhi tahapan ini, sangat mungkin terjadi masalah kepribadian saat tumbuh dewasa. Hingga kini, teori Freud yang satu ini termasuk salah satu yang menuai kontroversi.

2. Teori struktur kepribadian Sigmund Freud

Masih dari Sigmund Freud, pakar asal Austria ini membuat konsep bagaimana struktur kepribadian seseorang. Menurutnya, pendorong utama dari perilaku seseorang adalah libido. Energi ini menjadi penggerak komponen pembentuk kepribadian yaitu id, ego, dan superego.Konsep id, ego, dan superego begitu populer meski menuai banyak kritik dari peneliti lain. Menurut Freud, adanya tiga aspek ini membentuk karakter manusia.Secara singkat, id adalah bagian dari karakter yang ada sejak lahir untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Ego berfungsi mengendalikan id sehingga bisa berperilaku secara realistis. Sementara superego melibatkan lebih banyak aspek seperti moral, nilai-nilai, dan juga konsep ideal menurut budaya dan orangtua.

3. Teori psikososial Erik Erikson

Hingga kini, 8 tahapan perkembangan manusia milik Erik Erikson adalah salah satu yang paling terkenal di dunia psikologi. Erikson fokus pada bagaimana hubungan sosial menjadi faktor pembentuk kepribadian yang utama. Tak hanya itu, apa yang terjadi di masa kecil seseorang turut membentuk sosoknya hingga seumur hidup.Pada tiap tahapan teori psikososial Erikson, manusia yang bisa melewati tiap tahapan dengan sukses akan menguasai kepribadian tertentu. Sebaliknya jika gagal melewatinya, bisa terjadi krisis yang berpengaruh terhadap kehidupannya seumur hidup.

4. Teori kognitif Jean Piaget

Jean Piaget pernah menggagas teori perkembangan kognitif yang tak kalah populer. Ide utamanya adalah bahwa anak-anak berpikir dengan cara berbeda dari orang dewasa.Menurutnya, anak-anak melewati 4 tahapan yang sangat berpengaruh pada perubahan pola pikirnya. Mulai dari bagaimana anak-anak berpikir tentang dirinya sendiri, orang lain, dan juga dunia di sekitarnya. Ini adalah aspek yang berpengaruh sebagai faktor pembentuk kepribadian.

5. Teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg

Teori lain datang dari Lawrence Kohlberg yang fokus pada bagaimana pola pikir manusia berkaitan dengan moral. Mengacu pada proses yang digagas Piaget, namun Kohlberg mengembangkan teorinya menjadi enam tahapan berbeda.Ada banyak alasan yang membuat teori Kohlberg dikritik. Salah satu sorotan utama adalah karena teori ini tidak mengakomodasi perbedaan gender dan budaya secara seimbang. Meski demikian, teori ini termasuk salah satu yang diperhitungkan dalam dunia psikologi.Kepribadian seseorang melibatkan tak hanya karakter yang terbawa sejak lahir, namun juga perkembangan kognitif. Tak hanya itu, pola perilaku ini juga turut membentuk bagaimana seseorang berpikir dan bertindak.

Setiap pengalaman hidup yang dialami seseorang akan turut membentuk kepribadiannya. Ini adalah aspek yang bisa terus berubah sepanjang usianya. Merujuk pada beberapa teori di atas, baik karakter bawaan lahir hingga pengalaman hidup sama-sama berperan dalam terbentuknya kepribadian seseorang.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar faktor pembentuk kepribadian dan pengaruhnya terhadap mental seseorang, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mental
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/personality-development-2795425
Diakses pada 26 November 2020
Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/personality-theories.html
Diakses pada 26 November 2020
Psycnet. https://psycnet.apa.org/record/2017-20897-007
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait