Tetrodotoksin, Racun Ikan Buntal yang Mematikan

(0)
18 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Racun ikan buntal atau tetrodotoksin tak hanya similiki oleh fuguIkan buntal termasuk hewan laut yang sering disantap mentah
Ikan buntal atau dikenal dengan nama fugu adalah salah satu jenis ikan yang sering digunakan dalam masakan Jepang. Namun ikan ini akan sangat beracun bila koki yang mengolahnya tidak ahli. Racun ikan buntal bahkan bisa memicu kematian.Nama racun yang terkandung dalam ikan buntal adalah tetrodotoksin. Tetrodotoksin merupakan salah satu racun paling mematikan yang secara alami ditemukan di alam.Racun tersebut bahkan disebut lebih mematikan dari sianida dan dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit setelah tertelan.

Racun ikan buntal juga ada pada hewan laut lain

Tetrodotoksin adalah jenis racun yang bisa menyerang sistem saraf. Senyawa ini umum ditemukan pada hewan-hewan laut, seperti ikan buntal (pufferfish).Racun tetrodotoksin bisa terkandung dalam organ hati, testis atau sel telur, usus, maupun kulit dari ikan buntal.Selain terdapat pada ikan buntal, tetrodotoksin juga bisa ditemukan pada:
  • Kulit dan jeroan dari porcupine fish, globefish, ballon fish, blowfish, sunfish, toadfish, gurita cincin biru, dan beberapa spesies salamander
  • Beberapa jenis siput, kepiting, kadal air, dan katak
Tetrodotoksin adalah racun yang tidak mati meski dibekukan atau dipanaskan. Ini berarti, memasak makanan tidak akan menghilangkan racun ini.Bahkan proses membekukan dan mencairkan makanan atau ikan dengan kandungan tetrodoktosin sebelum diolah, justru bisa membuat racun menyebar ke daging ikan.Oleh karena itu, dibutuhkan koki yang sangat ahli dalam membersihkan dan mengolah hewan-hewan laut tersebut agar tetap aman untuk dikonsumsi. Ketika keamanannya sudah terjamin, sushi atau sashimi ikan buntal bahkan dikatakan sebagai salah satu makanan terenak di dunia.

Dampak menelan tetrodoksin, si racun ikan buntal

Tetrodotoksin dapat menyerang sistem saraf pusat. Keracunan bisa terjadi bila seseorang menelan racun ini.Berikut 4 tahap gejala yang dapat muncul bila seseorang keracunan ikan buntal:
  • Gejala tahap 1

Mati rasa atau kebas pada area mulut dan bibir. Kondisi ini bisa tidak atau disertai dengan gangguan pencernaan yang meliputi mual, muntah, sakit perut, dan diare.
  • Gejala tahap 2

Wajah, tangan, dan kaki terasa kebas atau mati rasa, pusing dan sakit kepala, serta tubuh seperti melayang. Sulit bicara dengan jelas, kehilangan keseimbangan, dan otot-otot yang mulai terasa lemas serta lumpuh juga bisa terjadi.
  • Gejala tahap 3

Tubuh terasa lumpuh, tidak mampu bicara, kejang, dan sesak napas.
  • Gejala tahap 4

Sesak napas berat, penurunan detak jantung dan tekanan darah, serta pingsan.Pada sebagian besar kasus, gejala-gejala tersebut dapat timbul mulai dari 20 menit sampai tiga jam setelah Anda mengonsumsi racun tetrodotoksin. Namun pada sebagian kasus, gejala juga bisa muncul 20 jam pascakonsumsi racun.Kematian bisa saja terjadi dalam 4-6 jam setelah seseorang menelan racun ikan buntal. Kematian umumnya disebabkan oleh korban yang tidak bisa bernapas akibat lumpuhnya sistem pernapasan.Hingga saat ini, belum jelas jumlah daging ikan buntal yang bisa menyebabkan seseorang keracunan tetrodotoksin. Pasalnya, tiap ikan buntal mungkin memiliki konsentrasi tetrodotoksin yang berbeda-beda dalam tubuhnya. Namun yang jelas, 1-2 mg tetrodotoksin murni akan mematikan.

Cara menangani keracunan ikan buntal

Obat untuk mengatasi keracunan tetrodotoksin akibat mengonsumsi ikan buntal juga belum ditemukan. Tujuan utama penanganannya adalah mempertahankan agar korban bisa tetap bernapas dan membantu untuk mengeluarkan racun lewat muntah maupun urine.Secara umum, jika seseorang di sekitar Anda mengalami keracunan tetrodotoksin, segera panggil ambulans. Sambil menunggu kedatangan ambulans, lakukan juga hal-hal berikut:
  • Paksa korban untuk muntah bila ia masih sadar.
  • Bila korban kejang, gunakan napas buatan untuk mempertahankan kesadarannya sehingga ia tetap hidup.
  • Miringkan tubuh korban ke sisi kanan atau kiri bila ia muntah. Jangan biarkan korban dalam keadaan telentang saat muntah karena korban bisa tersedak muntahnya sendiri.
Tingkat kematian akibat konsumsi tetrodotoksin sulit diketahui. Namun diperkirakan sekitar 50 persen korban meninggal meski sudah mendapatkan penanganan medis.Korban racun ikan buntal atau tetrodotoksin yang bisa bertahan dalam waktu 24 jam setelah keracunan, umumnya akan selamat. Korban akan membutuhkan waktu beberapa hari tambahan hingga pulih total.Untuk menghindari keracunan senyawa ini, Anda sebaiknya menghindari konsumsi ikan buntal atau hewan lain yang mungkin mengandung tetrodotoksin. Bila tetap ingin memakannya, pastikan koki yang mengolah bahan pangan tersebut telah memiliki sertifikat resmi.
keracunan makanankeracunan
FDA. https://www.fda.gov/food/alerts-advisories-safety-information/advisory-puffer-fish
Diakses pads 18 Agustus 2020
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/fish-poisoning
Diakses pads 18 Agustus 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/818763-overview
Diakses pads 18 Agustus 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507714/
Diakses pads 18 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/pufferfish-poisoning
Diakses pads 18 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait