Tetrasiklin: Antibiotik Serba Guna untuk Infeksi Bakteri


Salah satu antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter adalah golongan tetrasiklin. Bahan ini digunakan untuk berbagai keperluan pengobatan infeksi ringan hingga berat.

(0)
25 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Antibiotik golongan tetrasiklin dapat mengobati infeksi bakteri ringan hingga beratAntibiotik tetrasiklin kerap diresepkan oleh dokter guna mengobati infeksi bakteri
Tetrasiklin sama seperti antibiotik lainnya digunakan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Banyak kondisi medis yang memerlukan bahan ini untuk mengobatinya. Bahkan dalam beberapa kasus, antibiotic satu ini juga sering digunakan untuk melawan beberapa kondisi serius.Untuk mendapatkan resep antibiotik ini, seseorang harus memiliki beberapa masalah yang disebabkan bakteri seperti di bawah ini:
  • Infeksi pada kulit semisal jerawat
  • Infeksi pada usus
  • Infeksi pada saluran pernapasan
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi pada alat kelamin
  • Penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore, atau klamidia
  • Infeksi serius akibat kelompok bakteri Antraks, Listeria, Clostridium, Actinomyces dan lainnya
  • Infeksi pada mata
  • Infeksi pada gusi
  • Infeksi yang disebabkan kutu atau tunga
  • Untuk mempercepat pertumbuhan hewan
Antibiotik tetrasiklin juga sering disarankan dokter untuk mengobati infeksi yang terjadi akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Mereka yang mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri juga dianjurkan mengonsumsi obat ini.

Hindari tetrasiklin jika memiliki kondisi berikut

Meski bisa mengobati banyak penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, antibiotik tetrasiklin sebaiknya tidak digunakan jika Anda memiliki kondisi di bawah ini:
  • Memiliki penyakit ginjal yang sudah parah
  • Memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik yang ditandai dengan munculnya ruam, sesak napas, atau mata bengkak
  • Sedang menjalani kehamilan atau dalam proses program hamil
  • Sedang menyusui
  • Anak di bawah 8 tahun, kecuali dibolehkan dokter
  • Sedang mengonsumsi obat pereda nyeri (methoxyflurane) atau obat jerawat lain (isotretinoin)
Anda juga harus memberi tahu dokter beberapa hal di bawah ini jika hendak mengonsumsi obat ini:
  • Memiliki gangguan ginjal baik ringan maupun sedang
  • Memiliki penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan seperti lupus
  • Punya gangguan yang menyebabkan otot melemah atau myasthenia gravis
Jika sedang menjalani pengobatan memakai tetrasiklin karena terkena infeksi menular seksual pastikan tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Selain itu, konsumsilah sesuai dengan petunjuk dokter agar pengobatan berjalan efektif. Melakukan dua hal di atas bisa menghindarkan penularan kepada orang lain.

Nama lain tetrasiklin

Anda mungkin akan mendapatkan nama lain dari antibiotik ini. Hal ini wajar mengingat tetrasiklin merupakan nama kelompok antibiotik yang memiliki turunan sebagai berikut:
  • Aureomycin
  • Terramycin
  • Achromycin
  • Declomycin
  • Reverin
  • Tetralysal
  • Megaclor
  • Rondomycin
  • Vibramycin
  • Minocin
  • Tigilcycline

Efek samping menggunakan tetrasiklin

Meski memiliki banyak manfaat, bisa saja antibiotik ini menyebabkan efek samping pada beberapa orang. Adapun efek samping yang mungkin muncul antara lain:
  • Mengalami mual
  • Mederita muntah
  • Terserang diare
  • Mengalami gatal pada rectum atau vagina
  • Lidah mengalami pembengkakan
  • Lidah berwarna hitam atau berbulu
  • Iritasi pada tenggorokan atau sakit
Beberapa efek samping bisa juga bersifat serius sehingga harus segera menghubungi dokter jika hal tersebut terjadi. Efek samping yang tegolong serius tersebut antara lain:
  • Mengalami sakit kepala
  • Gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur, melihat benda berbayang, atau hilang penglihatan
  • Merasakah reaksi alergi berupa ruam
  • Kulit terasa gatal-gatal
  • Beberapa bagian tubuh membengkak seperti wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata
  • Sulit bernapas atau susah menelan
  • Sendi terasa kaku atau bengkak
  • Dada terasa nyeri
  • Memar atau pendarahan yang tak biasa
  • Kembali terasanya gejala demam, sakit tenggorokan, menggigil, atau tanda infeksi lainnya
  • Tinja berair atau berdarah, kram perut, atau demam selama menjalani pengobatan atau mengalami hal tersebut setelah menghentikan pengobatan dua bulan atau lebih
Saat mengonsumsi antibiotik tetrasiklin sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi alkohol. Selain itu, antibiotik ini juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan produk susu dan turunannya. Susu, keju, yogurt, atau es krim tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan obat ini. Jika itu dilakukan, maka efektivitas obat akan berkurang.Jangan lupa menyimpan tetrasiklin di tempat yang sejuk dan kering. Jauhkan pula obat ini dari jangkauan anak-anak. Usahakan agar bahan ini terhindar dari cahaya langsung matahari. Pastikan juga untuk tidak mengonsumsi obat yang sudah kadaluwarsa.Penasaran kenapa bagaimana penggunaan tetrasiklin dan tentang antibiotik lainnya? Anda bisa berkonsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pengobatan jerawatinfeksi saluran kemihinfeksi bakteripenyakit menular seksualantibiotiktetracycline
Drugs. https://www.drugs.com/tetracycline.html
Diakses pada 25 November 2020
Drugs. https://www.drugs.com/drug-class/tetracyclines.html
Diakses pada 25 November 2020
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tetracycline/patientmedicine/tetracycline%20-%20oral
Diakses pada 25 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC99026/
Diakses pada 25 November 2020
Medine Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682098.html
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait