Tetap Provaksin di Tengah Munculnya Kelompok Antivaksin, Ini Alasannya

Pemberian vaksin akan membantu anak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Vaksinasi dapat melindungi anak dari penyakit serius dan komplikasi penyakit.

Berbicara mengenai pro kontra vaksinasi memang tak ada habisnya. Kelompok provaksin dan antivaksin saling beradu argumen baik mengenai efektivitas, keselamatan, maupun faktor lainnya yang berkaitan dengan vaksin.

Orang yang antivaksin menolak untuk memvaksin anaknya karena berbagai alasan, termasuk isu religius maupun konspirasi. Padahal bagi dunia kesehatan, vaksin menjadi temuan yang penting karena dapat mencegah berbagai penyakit.

Argumen kelompok antivaksin

Orang-orang antivaskin terbagi ke dalam beberapa argumen yang membuatnya menolak pemberian vaksin, antara lain:

  • Vaksin memberi efek samping negatif

Kelompok antivaksin menyatakan bahwa terdapat efek samping negatif yang dapat ditimbulkan oleh vaksin. Setiap vaksin dibuat dengan komponen yang berbeda-beda, sehingga masing-masing dapat memengaruhi tubuh secara berbeda pula. Menurut CDC, semua vaksin membawa risiko reaksi alergi yang mengancam jiwa, seperti kejang, penurunan kesadaran, koma bahkan kerusakan otak. Namun, kasus ini amat jarang terjadi yaitu hanya 1 kasus per sejuta anak.

  • Vaksin haram untuk digunakan

Ada bahan vaksin yang disebut-sebut mengandung lemak babi sehingga haram menggunakannya. Pada tahun 2018, MUI mengeluarkan fatwa tidak halal terhadap vaksin MR karena menggunakan enzim babi dalam proses pembuatannya. Namun, vaksin ini tetap boleh diberikan pada kondisi tertentu, seperti dampak bahaya tidak vaksin lebih besar. Meski begitu, sebagian orang tetap menolak untuk memberi vaksin pada anaknya.

  • Vaksin hanya alat meraup keuntungan

Kelompok antivaksin memandang vaksin sebagai alat meraup keuntungan bagi perusahaan farmasi. Terdapat pula anggapan yang menyatakan bahwa industri vaksin disetir untuk mendapat laba yang berlimpah dengan dalih guna melindungi nyawa manusia. Teori konspirasi lainnya melibatkan pemerintah di mana imunisasi digunakan untuk mengendalikan atau mengurangi populasi dunia.

  • Vaksin tidak memberi pengaruh yang efektif

Meski sudah divaksinasi, namun anak masih bisa sakit. Hal inilah yang membuat orang-orang antivaksin tidak mempercayai keefektifan yang dimiliki vaksin. Selain itu, kekebalan tubuh yang alami juga dianggap lebih efektif dalam melawan penyakit dan melindungi tubuh daripada vaksin buatan. 

Argumen kelompok provaksin

Sementara, menurut kelompok provaksin orangtua harus melakukan berbagai cara untuk memastikan anak-anaknya sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit. Vaksin pun menjadi cara terbaik dalam mewujudkan hal ini. Vaksin digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh terhadap suatu penyakit tertentu. Berikut alasan pentingnya pemberian vaksin:

  • Vaksin membantu mencegah anak terkena berbagai penyakit

Vaksinasi dapat melindungi anak dari penyakit serius dan komplikasi penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti amputasi lengan atau kaki, kelumpuhan anggota badan, gangguan pendengaran, dan lainnya. Selain itu, anak yang mendapat vaksin juga tidak akan mudah tertular penyakit tertentu dari orang lain.

  • Vaksin aman digunakan

Para ilmuwan, dokter, dan pemerintah menyelidiki setiap vaksin secara menyeluruh dalam proses yang panjang dan sangat hati-hati. Mayoritas penelitian pun menunjukkan bahwa vaksin aman digunakan. Perlu diketahui juga bahwa vaksin sangat jarang memberi efek samping yang parah.

  • Vaksin mencegah anak menularkan penyakit

Vaksin tak hanya melindungi anak, namun juga orang-orang di sekitarnya. Jika anak tidak divaksinasi, maka ia dapat menyebarkan penyakit pada anak-anak lain atau orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang atau bahkan kematian pada orang-orang yang rentan tersebut. Selain itu, wabah penyakit pun bisa terjadi.

  • Penghematan biaya dalam jangka panjang

Pemberian vaksinasi pada anak memungkinkan penghematan biaya bagi orang tua dalam jangka panjang. Sebab jika tidak mendapat vaksin, anak lebih mungkin terkena penyakit tertentu yang dapat berakibat fatal hingga orang tua harus lebih banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatan anak.

Catatan dari SehatQ

Terlepas dari adanya kontra, sejak dahulu vaksin telah terbukti memberi banyak manfaat khususnya dalam mencegah berbagai penyakit, seperti polio, campak, cacar, MMR, hepatitis, DPT, dan lainnya. Tidak hanya dari sisi medis, dari sisi agama juga sudah merundingkan manfaat vaksin yang lebih besar daripada tidak divaksin. 

Dengan begitu, sangat penting bagi orang tua untuk memberi vaksinasi pada anak agar kesehatan tubuhnya senantiasa terlindungi. Anak berhak untuk hidup sehat dan menjadi kewajiban orangtua untuk memastikan kesehatan anak dengan pemberian vaksin.

Jurnal Sari Pediatri. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/902
Diakses pada 16 April 2020

Jurnal Medika. http://www.jurnalmedika.com/blog/59-Polemik-Pro-dan-Kontra-Imunisasi-MR
Diakses pada 16 April 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/mmr-tidak-menyebabkan-autisme-bagian-i
Diakses pada 16 April 2020

Vaccine Information. https://vaccineinformation.org/vaccines-save-lives/
Diakses pada 16 April 2020

Infectious Disease EDC. http://infectiousdiseases.edc.org/sites/infectiousdiseases.edc.org/files/documents/pro_con_vaccines.pdf
Diakses pada 16 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/vaccinations#pros-and-cons
Diakses pada 16 April 2020

Artikel Terkait