Mengenal Tes Urobilinogen dan Manfaatnya untuk Anda

(0)
15 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Urobilinogen adalah zat yang muncul dari proses pemecahan bilirubin.Urobilinogen merupakan zat hasil pemecahan bilirubin.
Urobilinogen adalah salah satu tes yang mungkin disarankan dokter ketika Anda datang dengan keluhan tertentu. Kapan Anda harus menjalani tes ini? Bagaimana jika tes urobilinogen menunjukkan angka yang tidak normal?Urobilinogen adalah zat hasil pemecahan bilirubin di dalam tubuh. Bilirubin sendiri ialah zat berwarna kuning yang terdapat pada organ hati dan berfungsi memecah sel darah merah.Sebagian besar urobilinogen keluar dari tubuh bersama tinja, tetapi sebagian kecil diserap oleh darah dan dikembalikan ke dalam hati. Dari hati, urobilinogen keluar lagi melalui empedu dengan sebagian kecil masuk ke dalam ginjal dan dikeluarkan dari tubuh bersama urine.

Tes urobilinogen adalah pemeriksaan untuk kondisi ini

Tes urobilinogen antara lain diperlukan untuk kondisi jaundice.
Kadar urobilinogen di dalam urine sendiri relatif rendah, yakni 0,2-1 miligram per desiliter urine. Jika tes urobilinogen menandakan bilirubin pada urine kurang atau lebih dari itu, bisa jadi Anda mengidap penyakit yang berhubungan dengan kerusakan fungsi hati.Tes urobilinogen biasanya hanya akan direkomendasikan dokter jika Anda memiliki beberapa gejala, seperti:
  • Jaundice (berubahnya warna kulit dan mata menjadi kekuningan)
  • Urine berwarna pekat
  • Mual dan muntah
  • Rasa nyeri dan bengkak di sekitar perut
  • Gatal-gatal
Dokter bisa saja tidak merekomendasikan Anda untuk melakukan uji urobilinogen jika menduga hal lain sebagai penyebab munculnya keluhan tersebut. Namun bila dokter menganjurkan demikian, Anda sebaikya mengikuti saran itu.Tes urobilinogen adalah salah satu bagian dari uji urine (urinalisis). Tujuan tes ini adalah menemukan adanya sel berbeda, zat kimia, maupun kandungan lain seperti bilirubin di dalam air seni.

Penyebab kadar urobilinogen tidak normal

Kadar urobilinogen yang tidak normal bisa tandakan hepatitis.
Setelah sampel urine diambil, dimasukkan ke dalam wadah khusus, dan dianalisis di laboratorium, barulah diketahui kadar urobilinogen di dalam tubuh Anda. Seperti disebutkan di atas, kadar urobilinogen yang normal adalah 0,2-1 mg/dL.Jika kadar urobilinogen adalah kurang dari 0,2 atau atau bahkan tidak terdeteksi sama sekali, terdapat 3 kemungkinan yang terjadi dalam diri Anda, yaitu:
  • Terjadi penyumbatan pada saluran yang mengangkut empedu ke hati
  • Terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di hati
  • Abnormalitas fungsi hati
Sementara jika kadar urobilinogen adalah di atas 1 mg/dL, maka beberapa kemungkinan yang mungkin Anda alami yakni:

1. Hepatitis

Kondisi ini menggambarkan organ hati yang meradang karena infeksi virus, baik hepatitis A, B, C, D, dan E. Jika tidak segera ditangani, masalah ini bisa berakibat fatal.

2. Sirosis hati

Sirosis hati merupakan luka pada hati akibat kerusakan dalam jangka panjang sehingga hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Sirosis disebut juga penyakit hati stadium akhir karena ini memang akumulasi dari berbagai masalah yang terjadi pada hati, salah satunya karena hepatitis.

3. Kerusakan hati karena pengaruh obat-obatan

Obat yang berisiko merusak hati bisa berupa obat pereda nyeri yang dikonsumsi tidak sesuai anjuran pakai, maupun obat resep yang memang diketahui memiliki efek samping mengganggu kinerja hati. Beberapa tanaman herbal juga dapat merusak hati.

4. Anemia hemolitik

Kondisi ini ditandai dengan hancurnya sel darah merah sebelum waktunya, sehingga tidak ada cukup sel darah merah sehat untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Arti hasil tes urobilinogen

Meskipun demikian, kesimpulan hasil tes urobilinogen ada di tangan dokter. Sekalipun memiliki kadar yang abnormal, belum tentu Anda harus mengonsumsi obat atau menjalani perawatan tertentu.Sebab, beberapa kondisi bisa memengaruhi hasil tes ini, misalnya konsumsi obat atau suplemen tertentu sebelum menjalani tes, maupun menstruasi saat sampel urine diambil.Pada akhirnya, tes urobilinogen hanyalah salah satu cara mengetahui ada atau tidaknya abnormalitas di dalam tubuh Anda. Jika dokter mencurigai ada penyakit berbahaya dari hasil skrining urobilinogen ini, Anda mungkin disarankan untuk menjalani tes lain demi menegakkan diagnosis.Untuk mengetahui lebih banyak tentang urobilinogen, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
urinedarah dalam urineinkontinensia urine
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/333894893_Relation_between_the_Presence_or_Absence_of_Chin_Dimple_with_Urobilinogen_in_Urine
Diakses pada 1 Oktober 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/urobilinogen-in-urine/
Diakses pada 1 Oktober 2020
Repository Unimus. http://repository.unimus.ac.id/3146/4/13.%20BAB%20II.%20pd.pdf
Diakses pada 1 Oktober 2020
WHO. https://www.who.int/health-topics/hepatitis
Diakses pada 1 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cirrhosis/
Diakses pada 1 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait