Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna?

Surat keterangan tidak buta warna bisa diperoleh dengan menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan mata.
Untuk memperoleh surat keterangan tidak buta warna, salah satu tes yang harus dilakukan adalah tes Isihara.

Surat keterangan tidak buta warna umumnya diperlukan sebagai syarat melamar pekerjaan atau melanjutkan pekerjaan, termasuk ketika Anda mendaftar tes calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Untuk dapat memperoleh surat keterangan tidak buta warna, Anda dapat memintanya pada rumah sakit, klinik, maupun Puskesmas terdekat. Sebagai prosedurnya, Anda akan diminta untuk menjalani tes buta warna parsial, sebuah prosedur pemeriksaan medis untuk mengetahui kemampuan mata dalam melihat maupun membedakan warna dengan baik.

Tes buta warna untuk memperoleh surat keterangan tidak buta warna

Untuk dapat memperoleh surat keterangan tidak buta warna, Anda terlebih dahulu harus menjalani tes buta warna untuk memastikan kondisi kesehatan mata. Umumnya, pemeriksaan yang dilakukan adalah tes buta warna, yang terdiri dari tes Ishihara dan penyusunan warna.

1. Tes Ishihara

Tes Ishihara merupakan tes buta warna parsial yang umum dilakukan. Dalam prosesnya, dokter akan meminta Anda menunjuk angka maupun huruf yang tertera secara samar pada gambar dengan pola titik berwarna.

Setelah menunjuk dengan kondisi melihat menggunakan kedua mata, selanjutnya, dokter akan meminta Anda untuk menutup satu mata dan membaca dan menebak gambar yang terdiri dari titik-titik berwarna dengan angka atau bentuk yang berbeda di tengahnya.

Orang yang tidak buta warna pasti dapat menebak angka tersembunyi di antara pola titik berwarna tersebut. Sementara itu, jika ternyata mengalami gangguan penglihatan berupa buta warna, Anda akan melihat angka yang berbeda dengan individu berpenglihatan normal.

Selain angka dan huruf, dokter juga akan meminta Anda menelusuri alur warna tertentu menggunakan jari pada gambar yang disediakan. Tes Isihara sendiri pertama kali ditemukan oleh seorang ophthalmologist dari Jepang, Shinobu Ishihara pada tahun 1917.

Anda harus menjalani tes tertentu untuk mendapatkan
surat keterangan tidak buta warna.

2. Tes Holmgren dan Anomaloscope

Selain tes Ishihara yang umum digunakan untuk meminta surat keterangan tidak buta warna, ada tes Holmgren dan Anoaloscope.

Tes Holmgren atau tes benang wol berwarna merupakan tes buta warna parsial yang pemeriksaannya dilakukan dengan benang-benang wol beraneka warna yang telah dirancang khusus. Saat menjalani tes Holmgren, Anda akan diminta untuk mengambil benang sesuai warna yang diinstruksikan.

Sementara itu, tes Anomaloscope dilakukan dengan menebak warna di dalam alat serupa mikroskop bernama Anomaloscope.

Sebenarnya, apa itu kondisi buta warna?

Buta warna merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan seseorang tidak dapat melihat atau membedakan warna tertentu. Ada dua jenis buta warna, yaitu buta warna parsial atau sebagian, dan buta warna total.

Buta warna parsial

Individu dengan kondisi buta warna parsial, tidak dapat membedakan warna tertentu dengan baik. Contohnya, sulit membedakan warna biru dan kuning.

Buta warna parsial terbagi menjadi dua jenis dan masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

1. Buta warna merah-hijau

Buta warna merah-hijau merupakan jenis buta warna parsial yang paling sering dialami para penderita buta warna. Ada beberapa jenis buta warna merah-hijau, yaitu protanopia, protanomaly, deuteranomali, dan deuteranopia.

  • Protanopia:
    Jenis buta warna parsial ini terjadi ketika seseorang melihat warna merah menjadi warna hitam. Penderita buta warna protanopia juga akan melihat warna jingga-hijau menjadi kuning.
  • Protanomali:
    Penderita protanomali akan melihat warna jingga, kuning, dan merah, menjadi warna hijau. Warna hijau yang terlihat juga tidak secerah warna aslinya.
  • Deuteranomali:
    Penderita deuteranomali akan melihat warna hijau dan kuning seperti warna merah. Penderitanya juga sulit membedakan antara ungu dan biru.
  • Deuteranopia:
    Kondisi ini membuat penderitanya melihat warna hijau menjadi krem, dan warna merah menjadi kuning kecokelatan.

2. Buta warna biru-kuning

Buta warna biru-kuning merupakan jenis buta warna parsial yang jarang terjadi dibandingkan dengan merah-hijau. Ada 2 jenis buta warna biru-kuning, yaitu tritanomali dan tritanopia.

  • Tritanomali:
    Individu dengan kondisi tritanomali akan melihat warna biru menjadi lebih hijau. Kondisi ini juga membuat penderitanya sulit membedakan warna merah dengan kuning.
  • Tritanopia:
    Jenis buta warna parsial ini menyebabkan penderitanya melihat warna biru seperti hijau, ungu seperti merah, dan kuning seperti merah muda. 

Buta warna total

Orang dengan kondisi buta warna total tidak mampu membedakan warna sama sekali, yang juga disebut sebagai monokromasi. Semua hal yang dilihat hanyalah warna abu-abu, putih dan hitam.

Catatan dari SehatQ

Penting bagi Anda untuk mengantisipasi buta warna pada diri sendiri, anak maupun orang terdekat. Beberapa ciri individu yang mengidap buta warna, antara lain:

? Sulit mengikuti pelajaran di sekolah yang berkaitan dengan warna
? Sulit membedakan warna daging mentah dan yang telah dimasak matang
? Sulit membedakan warna lampu lalu lintas

National Eye Institute.
https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/color-blindness/testing-color-blindness
Diakses pada 29 Februari 2020

National Eye Institute.
https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/color-blindness/types-color-blindness
Diakses pada 29 Februari 2020

All About Vision.
https://www.allaboutvision.com/eye-exam/color-blind-tests.htm
Diakses pada 29 Februari 2020

Science Museum.
http://broughttolife.sciencemuseum.org.uk/broughttolife/objects/display?id=92915
Diakses pada 29 Februari 2020

Colour Blind Awareness.
http://www.colourblindawareness.org/colour-blindness/types-of-colour-blindness/
Diakses pada 29 Februari 2020

Artikel Terkait