Pentingnya Tes TUBEX untuk Deteksi Tifus Hanya Dalam 10 Menit

(0)
03 Jan 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes TUBEX dilakukan melalui pemeriksaan sampel darahTes TUBEX mampu deteksi tifus dengan cepat
Penyakit tifus didiagnosis bukan hanya dari gejala klinis yang dialami oleh seseorang, seperti panas tinggi atau sakit perut. Untuk menegakkan diagnosis, Anda harus menjalani tes tertentu, termasuk tes TUBEX.Tes TUBEX adalah metode pemeriksaan darah di laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri Salmonella typhi pada tubuh. Salmonella typhi sendiri merupakan bakteri penyebab penyakit tifus dan bisa terdeteksi pada antibodi jika Anda memang positif mengidap penyakit tifus.Nama TUBEX sendiri sebetulnya merupakan merek dagang dari alat deteksi IgM Salmonella typhi yang dikeluarkan oleh perusahaan IDL Biotech, Sollentuna, Swedia. Alat ini diklaim bisa digunakan di berbagai laboratorium dan bisa menunjukkan hasil hanya dalam 10 menit.

Tes TUBEX berlangsung dengan prosedur ini

Anda mungkin pernah mendengar tes Widal sebagai cara lain untuk mendiagnosis penyakit tifus. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa tes TUBEX memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dalam mendeteksi Salmonella typhi, yakni dengan sensitivitas hingga 78%. Sementara itu, akurasi tes Widal hanya 64%.Seperti halnya tes Widal, tes TUBEX merupakan pengujian sederhana yang hanya terdiri atas satu langkah sebelum hasilnya bisa terbaca secara visual. Dalam tes TUBEX, petugas laboratorium akan mengambil sampel darah Anda, memasukkannya ke dalam tabung, kemudian mengirimnya ke lab.
Sampel darah akan diperiksa di laboratorium
Berikut ini gambaran besar proses pengujian sampel darah di laboratorium menggunakan alat tes TUBEX.
  • Sampel darah dimasukkan ke dalam tabung yang telah berisi cairan detektor.
  • Sampel didiamkan selama 2 menit di suhu ruang.
  • Sampel darah mendapat cairan indikator, kemudian petugas lab mengocoknya selama 2 menit.
  • Sampel didiamkan lagi selama 5 menit, kemudian petugas akan melihat perubahan warnanya.
Perubahan warna inilah yang mengindikasikan bakteri Salmonella typhi di dalam darah. Warna itu kemudian dicocokkan menggunakan skala warna dengan skor 0-10 dengan nilai 0 menunjukkan negatif tifus, sedangkan nilai 10 menunjukkan positif tifus.Diagnosis positif ataupun negatif dari TUBEX test bisa dilihat dari warna yang muncul dalam tabung. Hasil tes yang positif ditandai dengan warna biru, artinya cairan sampel tidak mengalami perubahan warna. Warna biru menunjukkan bahwa sampel darah mengandung antibodi IgM anti-O9 yang dimiliki oleh bakteri Salmonella typhi.Selain tes TUBEX dan Widal, pemeriksaan lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri Salmonella typhi adalah pengujian sumsum tulang. Tes ini juga lebih akurat. Hanya saja, pengambilan sampelnya sangat menyakitkan dan butuh waktu pengujian yang lebih lama, sehingga jarang digunakan sebagai tes pertama saat Anda mengalami gejala tifus.

Kapan Anda harus menjalani tes TUBEX?

Ketika mencurigai gejala tifus, dokter merekomendasikan tes darah atau tes TUBEX. Tanda-tanda tifus sendiri adalah:
  • Demam dengan suhu tubuh yang meningkat secara perlahan mulai dari siang hingga malam hari, dengan suhu puncak bisa sampai 40,5 derajat Celcius
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan rasa lelah berlebihan
  • Sakit perut disertai diare atau konstipasi
  • Tidak nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Keringat dingin
  • Batuk kering
  • Muncul kemerahan
  • Perut buncit
Ketika gejala tifus terebut mulai muncul, segera periksakan ke dokter. Jika tidak segera diobati, Anda bisa kian tidak berdaya dan tidur dalam kondisi mata setengah terpejam hingga mengalami komplikasi yang mengancam nyawa.

Apa yang harus Anda lakukan setelah tes TUBEX?

Jika tes TUBEX memperlihatkan hasil negatif tapi Anda mengidap gejala tifus, dokter akan merekomendasikan pengobatan tertentu. Sementara itu bila tes TUBEX memperlihatkan positif tifus, dokter akan memberi pengobatan berupa antibiotik.Beberapa orang dengan gejala tifus ringan masih boleh dirawat di rumah dengan perawatan intensif, termasuk banyak minum dan makan secara teratur. Dengan konsumsi antibiotik, gejala Anda akan membaik dalam 2-3 hari, namun Anda harus menghabiskan antibiotik dalam 7-14 hari atau sesuai rekomendasi dokter.Pada anak-anak atau orang dewasa yang memiliki gejala klinis cukup parah, seperti perut buncit atau diare dan muntah hingga terancam dehidrasi, Anda harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Di rumah sakit, antibiotik akan diberikan dalam bentuk infus.

Catatan dari SehatQ

Gejala tifus biasanya akan membaik dalam 3-5 hari, tapi Anda biasanya disarankan tetap dirawat hingga 1 minggu atau lebih. Jika tifus sudah menimbulkan komplikasi, seperti terjadi perdarahan internal atau usus terpelintir, dokter akan mengambil tindakan operasi.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang penyakit tifus, Anda juga bisa berkonsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
demamtifussel darahsumsum tulang belakang
IDL Biotech. https://idlbiotech.com/wp-content/uploads/2018/08/IDL_TUBEX_folder-1511-web.pdf
Diakses pada 22 Desember 2020
Jurnal Universitas Gadjah Mada.. https://jurnal.ugm.ac.id/tropmed/article/download/37180/21492
Diakses pada 22 Desember 2020
Journal of Clinical Microbiology. https://jcm.asm.org/content/36/8/2271
Diakses pada 22 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/diagnosis/
Diakses pada 22 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/treatment/
Diakses pada 22 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait