9 Jenis Tes Pendengaran untuk Mengecek Gangguan pada Telinga

Tes pendengaran perlu dilakukan oleh segala usia untuk mengetahui adanya kondisi medis tertentu
Lakukan tes pendengaran untuk mengecek apakah ada gangguan pada telinga Anda

Selain penglihatan, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pendengaran. Gangguan pendengaran seringkali dihubungkan dengan orang berusia lanjut. Kondisi menghilangnya pendengaran karena usia atau presbikusis memang umum terjadi di kalangan lansia.

Akan tetapi, tes pendengaran tetap perlu dilakukan oleh segala usia. Selain untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada pendengaran, tes pendengaran dapat membantu untuk mendiagnosis kemungkinan adanya kondisi medis tertentu.

Tes pendengaran juga dapat membantu memberikan penanganan yang tepat untuk mencegah bertambah parahnya gangguan pendengaran yang dialami, jika Anda memang didiagnosis memiliki gangguan pendengaran.

sakit telinga

9 jenis tes pendengaran

Tes pendengaran beragam jenisnya dan masing-masing tes mengukur hal yang berbeda-beda, berikut adalah beberapa tes pendengaran yang umumnya dilakukan:

1. Speech perception test

Pada tes pendengaran ini, Anda akan diminta untuk mengenakan headphone dan mendengarkan kalimat-kalimat. Saat Anda mendengarkan sesuatu, Anda diharuskan untuk memencet tombol atau mengangkat tangan.

2. Timpanometri

Timpanometri berfungsi untuk mengecek telinga bagian tengah yang terdiri dari gendang telinga dan tiga tulang kecil yang menjadi penghubung gendang telinga dan telinga bagian dalam.

Timpanometri dapat mengecek apakah terdapat cairan di belakang gendang telinga. Tes ini dilakukan dengan menaruh sebuah alat kecil ke dalam telinga Anda.

3. Stapedial reflexes and reflex decay

Tes pendengaran ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya sesuatu yang menghalangi transmisi sinyal suara pada saraf pendengaran ke otak.

4. Tes Rinne-Weber

Tes pendengaran ini menggunakan garpu tala 512-Hz untuk mengetahui bagaimana Anda merespon terhadap suara dan getaran di sekitar telinga.

5. Audiometri nada murni (pure tone audiometry)

Tes pendengaran ini serupa dengan speech perception test. Namun, Anda hanya akan mendengarkan suara-suara yang berbeda-beda dan bukan kalimat-kalimat.

6. Tes TEN (threshold equalizing noise)

Tes pendengaran yang berfungsi untuk mendeteksi “daerah mati” (dead zones) atau bagian nada dalam telinga yang tidak dapat merespon terhadap suara. Melalui tes ini, dokter dapat menyesuaikan alat bantu telinga yang digunakan.

7. Evaluasi respon batang otak (brainstem response evaluation)

Evaluasi pendengaran yang dapat menilai apakah terdapat halangan atau interupsi pada saraf-saraf yang menyalurkan suara dari telinga bagian dalam ke otak.

Evaluasi ini meliputi penempatan elektroda ke dalam saluran telinga dan kepala Anda yang saat dinyalakan akan memperdengarkan suara-suara klik yang singkat.

8. Otoacoustic emissions

Tes pendengaran yang mengukur otoacoustic emissions atau sinyal akustik yang dihasilkan oleh telinga bagian dalam yang normal. Sinyal ini dapat muncul saat tidak ada stimulasi akustik ataupun saat terdapat stimulasi akustik.

Fungsi dari tes pendengaran ini adalah untuk melihat apakah sel-sel rambut bagian luar pada bagian dalam telinga dapat berfungsi dengan baik atau tidak.

Sinyal akustik tersebut diukur dan dianalisis dengan menaruh mikrofon pada bagian saluran kanal yang terbuka. 

9. Tes SIN (sentence-in-noise)

Tes pendengaran yang dilakukan untuk mengetahui apakah Anda dapat menggunakan alat bantu dengar pada situasi yang ribut dan jenis alat bantu dengar apa yang dibutuhkan.

Oleh karenanya, tes ini mengevaluasi pemahaman Anda terhadap percakapan-percakapan dalam kondisi yang bising.

Setelahnya, hasil tes Anda akan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki kesulitan untuk mendengar percakapan pada kondisi yang bising.

gangguan pada telinga

Bagaimana suara diproses?

Organ telinga merupakan salah satu organ panca indera yang penting digunakan dalam berkomunikasi. Secara umum, telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Pada awalnya gelombang suara akan masuk melalui bagian luar telinga dan kemudian masuk ke dalam ke telinga bagian tengah.

Di telinga bagian tengah, gelombang suara akan menggetarkan gendang telinga dan menjalar ke tulang-tulang  yang akan mengantarkan getaran ke telinga bagian dalam. Pada telinga bagian dalam, barulah getaran dikirim ke otak dalam bentuk sinyal melalui saraf.

Telinga bagian dalam tidak hanya berfungsi menghantarkan getaran gelombang suara ke otak, tetapi juga berperan dalam keseimbangan tubuh.

Periksakan ke dokter

Bila Anda atau kerabat memiliki gangguan, keluhan, atau masalah pada telinga, Anda atau kerabat dapat mengunjungi dokter THT untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/rinne-and-weber-tests#test-procedure
Diakses pada 18 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/departments-centers/diagnostic-audiology-evaluations/overview/ovc-20429248
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
Diakses pada 18 April 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/eardisorders.html
Diakses pada 27 Agustus 2019

Medical Hearing Systems. http://medicalhearingsystems.com/hearing-test/why-its-important-to-have-your-hearing-tested-regularly/
Diakses pada 18 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hearing-tests/
Diakses pada 18 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed