Tes Kesuburan Wanita, Ini yang Bisa Dilakukan Dokter


Tes kesuburan wanita dapat membantu mengidentifikasi dini mengenai masalah fertilitas pada tubuh Anda. Rangkaian cek kesuburan pun beragam, mulai dari pap smear hingga tes urine.

(0)
23 Apr 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes kesuburan wanita sebelum program kehamilanTes kesuburan wanita dapat dilakukan membantu merencanakan kehamilan
Tes kesuburan wanita dianjurkan jika Anda dan pasangan belum berhasil mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seks selama 1 tahun tanpa alat kontrasepsi. Ya, ini pun berguna, selain melakukan tes kehamilan berupa test pack atau tes darah untuk mencari tahu apakah Anda sudah diberkahi momongan atau belum.Pengujian ini berguna untuk mengetahui masalah yang menjadi penyebab seseorang mengalami infertilitas.Pada pria, tes kesuburan akan dilakukan dengan menganalisis sperma dan semen yang dihasilkan.Sementara, tes kesuburan wanita dapat dilakukan dengan beberapa tahap. Mulai dari analisis siklus masa subur, pemeriksaan hormon, hingga pemeriksaan USG.Jika ditemukan masalah pada satu organ yang berkaitan dengan sistem reproduksi, seperti tuba falopi, ovarium, dan rahim, bukan tidak mungkin wanita akan berisiko mengalami gangguan kesuburan. Hal ini akan berdampak pada keberhasilan program hamil yang dijalani.Baik pada pria maupun wanita, dokter juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari melihat riwayat gangguan kesehatan, frekuensi berhubungan seks, hingga kebiasaan buruk, seperti minum alkohol dan merokok. 

Pilihan tes yang umum untuk mengetahui kesuburan wanita

Tes kesuburan wanita terbaik selalu diikuti dengan serangkaian pemeriksaan secara menyeluruh. Dokter akan memakai berbagai cara cek kesuburan wanita untuk mengidentifikasi masalah fertilitas. Berikut adalah beberapa tes yang mungkin akan dilakukan untuk mengetahui tingkat kesuburan pada wanita.

1. Tes pap smear

Pap smear berguna untuk mengecek kanker atau penyakit menular seksual yang mengganggu kesuburan
Beberapa wanita juga perlu cek kesuburan wanita berupa tes pap smear untuk mendeteksi kanker serviks atau penyakit menular seksual yang mengganggu kehamilan.

2. Tes urine

Tes urine berguna untuk mengecek kadar hormon luteinizing
Pada cek kesuburan wanita jenis ini, dokter juga mungkin memerlukan sampel urine untuk mengetahui hormon luteinizing (LH). Hormon ini muncul dalam kadar tinggi tepat sebelum Anda mengalami ovulasi atau masa subur.Hormon LH membantu merangsang pertumbuhan folikel pada sel telur. Hal ini mampu mempercepat proses pembuahan. Namun, hormon ini akan bekerja dengan optimal jika hormon follicle stimulating hormone (FSH) turut andil. Hal ini pun dipaparkan pada riset dari Journal of Human Reproductive Sciences.

3. Tes darah

Cek kesuburan wanita bisa dilakukan dengan tes darah
Tes kesuburan wanita ini dilakukan untuk melihat kadar hormon yang berkaitan dengan ovulasi atau proses pelepasan sel telur ke tuba falopi. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan gangguan proses tersebut dan tes darah dapat mendeteksi apabila kondisi ini terjadi.

4. Cek suhu tubuh

Anda juga bisa memantau suhu tubuh Anda setiap pagi. Ini pun bisa digunakan sebagai cara cek kesuburan wanita. Suhu tubuh wanita biasanya akan meningkat atau terasa lebih gerah/panas setelah masa ovulasi. Dengan memeriksa suhu tubuh setiap pagi, Anda bisa mempelajari pola ovulasi Anda dalam beberapa bulan. Suhu tubuh ini juga kerap disebut sebagai suhu tubuh basal.Selain pemeriksaan di atas, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lain, seperti tes tiroid atau tes hormonal lainnya.

Pemeriksaan ovulasi

Tes USG dilakukan untuk mengecek tes fase luteal
Tes ovulasi diperlukan sebagai pengingat atau monitor kesuburan. Evaluasi ovulasi dapat dipecah menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Tes ovulasi

Tes kesuburan wanita ini berguna untuk memastikan apakah ovulasi terjadi dengan melihat grafik suhu Anda, menggunakan alat prediksi ovulasi dan tes darah dan ultrasonografi.

2. Tes fungsi ovarium

Ini adalah jenis tes hormon kesuburan wanita. Hal ini berguna untuk melihat bagaimana hormon berfungsi dan bekerja selama siklus ovulasi Anda. Tes yang berkaitan adalah tes FSH di hari ketiga (mengukur hormon perangsang folikel), tes estradiol di hari ketiga (mengukur estrogen), USG (untuk memastikan ovulasi terjadi), dan tes darah untuk menentukan kadar inhibin B.

3. Tes fase luteal

Tes kesuburan wanita akan mengevaluasi kadar progesteron, pengujian hormon yang lebih luas, dan mungkin biopsi endometrium.

Tes organ reproduksi

Pengecekan dengan metode Hysterosalpingogram menggunakan X-ray
Agar kehamilan dapat tercapai, semua organ reproduksi seperti indung telur, saluran telur, dan rahim harus berfungsi dengan baik. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan mengecek kesehatan organ-organ tersebut:

1. Hysterosalpingogram (HSG)

Tes kesuburan wanita yang juga disebut "tubogram" ini adalah tes dengan x-ray yang berguna untuk mengambil gambar dari tuba falopi dan rahim. X-ray diambil setelah dokter menyuntikkan cairan pewarna melalui vagina.HSG dapat membantu Anda mengetahui jika saluran tuba tersumbat atau jika Anda memiliki cacat pada rahim. Tes ini biasanya dilakukan tepat setelah masa menstruasi.

2. Histeroskopi

Prosedur histeroskopi ini dilakukan apabila hasil tes HSG menunjukkan kemungkinan adanya kelainan. Dalam tes ini, cara cek kesuburan wanita ini dilakukan dengan menempatkan tabung tipis yang lentur berkamera ke saluran menuju rahim.Dari kamera, dapat dipantau jika terdapat masalah dan mengambil gambar yang dapat digunakan untuk menunjang diagnosis.

3. USG transvaginal

Dokter akan memasang alat ultrasound ke dalam vagina dan mengarahkan ke dekat organ panggul. Gelombang suara dapat mendeteksi masalah pada indung telur, leher rahim atau serviks, tuba falopi, vagina, dan rahim.

4. Laparoskopi

Untuk melakukan pemeriksaan ini, Anda akan berada di bawah pengaruh bius total. Laparoskopi dilakukan menggunakan teleskop yang terbuat dari fiber optic.Teleskop tersebut kemudian dimasukkan ke dalam perut untuk melihat kelainan pada perut, tuba falopi serta indung telur. Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk menemukan kelainan, seperti endometriosis.

Tes kesuburan wanita lainnya

Biopsi dilakukan untuk ambil sampel jaringan rahim
Dokter juga dapat menyarankan beberapa tes lain untuk memeriksa kesuburan. Tes-tes tersebut antara lain:
  • Tes darah untuk memeriksa hormon FSH. Jika FSH tinggi, berarti kesuburannya rendah. Tes darah FSH akan diperiksa pada awal siklus menstruasi di hari ke-3.
  • Tes darah untuk hormon inhibin B. Jika tingkat inhibin B rendah, maka ada masalah kesuburan pada pasien.
  • Tes postcoital. Dokter akan memeriksa lendir serviks setelah Anda melakukan hubungan seks.
  • Biopsi endometrium. Dalam prosedur ini, dokter mengambil sampel jaringan dari rahim.

Catatan dari SehatQ

Tes kesuburan wanita tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan seluruhnya. Dokter akan berdiskusi dengan Anda untuk menentukan tes terbaik berdasarkan situasi yang dihadapi. Setelah tes selesai, setidaknya sekitar 85% pasangan akan mengetahui masalah dalam fertilitas mereka.Apabila Anda memiliki masalah kesuburan maupun ingin memilih tes kesuburan wanita yang tepat, segera temui  dokter spesialis kandungan terdekat ataupun konsultasi melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQKunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik terkait dan perlengkapan ibu hamil.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tes kesuburanmerencanakan kehamilantes kehamilanmasalah infertilitas
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/fertility-tests-for-women
Diakses pada Oktober 2018
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/infertility/female-fertility-testing/
Diakses pada 19 Maret 2019
Pregnancy, Birth anda Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/fertility-tests
Diakses pada 19 Maret 2019
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/female-fertility-testing/
Diakses 14 Juli 2020
Journal of Human Reproductive Sciences. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3963304/
Diakses pada 14 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait