Apa Saja Tes Kesehatan yang Perlu Dijalani Calon Pengasuh Anak?

Tes kesehatan untuk pengasuh anak, sangat perlu dilakukan guna menghindari risiko penularan penyakit terhadap Si Kecil.
Tes kesehatan untuk calon pengasuh anak penting dilakukan, untuk mencegah penularan penyakit pada Si Kecil.

Kesehatan adalah faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan jasa pengasuh anak di rumah. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang bisa menular, dari pengasuh ke Si Kecil. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tes kesehatan bagi pengasuh anak, mungkin bisa Anda tambahkan sebagai salah satu syarat penerimaan.

Beberapa penyakit menular seperti hepatitis B maupun TBC, keberadaannya kadang tidak disadari oleh para pengidapnya. Daya tahan tubuh Si Kecil yang mungkin belum terbentuk sempurna pun bisa menjadi faktor yang mempermudah penularan.

[[artikel-terkait]]

Lihat kebersihan sebagai langkah awal pemeriksaan kesehatan

Sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter atau di laboratorium, Anda bisa sekilas melihat faktor yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu kebersihannya. Kebersihan kuku, kulit, dan rambut, ternyata bisa banyak menggambarkan status kesehatan seseorang.

1. Kuku

Kondisi kuku yang kuning, bisa menandakan adanya infeksi jamur. Kondisi ini tidak menular, tapi bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk calon pengasuh, agar lebih menjaga kebersihan dirinya. Terutama, jika ia juga perlu menyiapkan makanan untuk Si Kecil.

2. Kulit

Beberapa infeksi yang terjadi di kulit, dapat dengan mudah menular, seperti herpes dan scabies. Infeksi herpes yang muncul di area mulut, gampang menular ke anak melalui ciuman di pipi, atau jika luka yang ditimbulkan oleh herpes tersebut, menyentuh permukaan kulit anak.

Sementara itu, scabies bisa disebabkan oleh tungau dan dapat menular melalui sentuhan. Scabies berada pada tahap paling menular, saat lukanya sudah terlihat kering.

3. Rambut

Jika pengasuh terlihat terus-menerus menggaruk kepalanya, bisa jadi itu mendakan gangguan seperti kutu, yang bisa menular pada anak. Tidak hanya rasa gatal di kepala, kutu juga bisa menimbulkan rasa gatal pada leher dan telinga.

Kutu memang cukup sulit terlihat secara langsung oleh mata, karena ukurannya yang kecil. Namun, bukan berarti kutu tidak bisa terlihat sama sekali. Telur kutu, lebih mudah terlihat dibandingkan kutu, dan umumnya berada di sekitar telinga dan batas rambut di area leher

Jenis tes kesehatan untuk pengasuh 

Untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pengasuh secara lebih rinci, Anda dapat mengajaknya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter maupun laboratorium kesehatan. Beberapa jenis pemeriksaan yang umumnya akan dianjurkan untuk calon pengasuh yaitu:

1. Pemeriksaan hitung darah lengkap

Pemeriksaan hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC) dilakukan sebagai pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan. Hasil dari pemeriksaan kesehatan ini, bisa menunjukkan keberadaan kelainan pada tubuh, termasuk anemia, infeksi, hingga leukimia.

Jumlah sel darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari kadar normal, mengindikasikan calon pengasuh mengalami gangguan kesehatan tertentu, dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

2. Pemeriksaan rontgen thorax

Prosedur rontgen thorax atau rontgen dada bisa digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi infeki paru-paru atau penyakit TBC (tuberculosis). TBC sangatlah menular. Penyakit berbahaya ini bisa menyebar melalui udara, saat ada penderitanya yang batuk atau bersin.

Mengingat pengasuh akan sering berdekatan dengan anak, pemeriksaan ini perlu dilakukan, untuk mengantisipasi adanya penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini.

Melalui rontgen dada, kondisi lain seperti kanker paru-paru, dan pneumonia juga bisa terdeteksi.

3. Pemeriksaan HBsAg

Pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B surface antigen), ditujukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit hepatitis B. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah.

Apabila dinyatakan positif, maka individu yang menjalani pemeriksaan, memang benar menderita hepatitis B dan dapat menularkan penyakit ini ke orang lain. Penularan hepatitis B salah satunya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan darah penderita.

Barang sehari-hari seperti sikat gigi dan gunting kuku yang digunakan penderita hepatitis B, juga bisa jadi sumber infeksi. Namun perlu diingat, virus ini tidak menular melalui sentuhan biasa, seperti berpelukan atau berjabat tangan.

Melakukan pemeriksaan kesehatan untuk calon pengasuh anak, bisa menjadi salah satu cara melindungi Si Buah Hati dari hantaman berbagai penyakit yang mungkin menyerang. Berkonsultasilah dengan dokter, untuk mengetahui lebih lanjut seputar hasil pemeriksaan, serta jenis pemeriksaan lain yang mungkin diperlukan.

Hepatitis B Foundation. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/diagnosis/hbv-blood-tests/
Diakses pada 19 Juni 2019

Hepatitis B Foundation. https://www.hepb.org/prevention-and-diagnosis/transmission/
Diakses pada 19 Juni 2019

WHO. https://www.who.int/tb/publications/Radiography_TB_factsheet.pdf
Diakses pada 19 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/chest-x-ray
Diakses pada 19 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/contagious-skin-rashes
Diakses pada 19 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/complete-blood-count/about/pac-20384919
Diakses pada 19 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/head-lice/symptoms-causes/syc-20356180
Diakses pada 19 Juni 2019

AARP. https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/info-2017/medical-condition-fingernail-health-fd.html
Diakses pada 19 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics#1
Diakses pada 19 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed