7 Tes Kesehatan Sebelum Menikah yang Sebaiknya Anda Lakukan

(0)
06 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes kesehatan sebelum menikah penting untuk dilakukan demi menghindari berbagai kemungkinan penyakitIlustrasi wawancara dokter dengan pasien dalam tes pemeriksaan fisik
Di Indonesia, tes kesehatan sebelum menikah atau pranikah, memang tidak terlalu populer. Namun, Kementerian Kesehatan sangat merekomendasikan Anda dan pasangan untuk menjalani prosedur ini sebelum melangsungkan resepsi pernikahan sebagai bentuk keterbukaan masing-masing individu yang akan mengarungi bahtera rumah tangga.

Tujuan melakukan tes kesehatan pranikah

Tujuan tes kesehatan pranikah, atau dikenal juga dengan sebutan premarital screening, bukanlah membuka aib jika salah seorang atau kedua calon mempelai memiliki penyakit tertentu. Sebaliknya, tes ini bertujuan memberi konsultasi kepada calon pasangan seputar status kesehatan keduanya, agar dapat membangun keluarga yang sehat dan menghasilkan keturunan yang sehat pula.Dengan melakukan tes kesehatan pranikah, maka Anda dan pasangan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan, antara lain:
  • Mencegah berbagai macam penyakit yang bisa muncul pada calon bayi, seperti penyakit thalassemia, diabetes melitus, hepatitis B dan C, hingga HIV/AIDS.
  • Bisa mengenal riwayat kesehatan diri sendiri maupun pasangan, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari, khususnya bagi riwayat keturunan yang dihasilkan.
  • Membuat calon mempelai semakin mantap, lebih terbuka, dan lebih yakin satu sama lain mengenai riwayat kesehatan keduanya.
  • Menghindari munculnya beban sosial dan psikologis pada anak jika menderita penyakit keturunan dari gen orangtuanya.
Tes kesehatan sebelum menikah ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi dianjurkan untuk dilangsungkan setidaknya tiga bulan sebelum resepsi. Bila ditemukan indikasi masalah kesehatan yang lebih serius, Anda atau pasangan mungkin harus menjalani pemeriksaan ulang atau tambahan untuk mengonfirmasi diagnosis awal tersebut.Baca Juga: Ini Syarat-Syarat Administrasi Nikah yang Perlu Dipenuhi Calon Pengantin

Tes kesehatan sebelum menikah yang bisa Anda lakukan

Tes kesehatan sebelum menikah bersifat individual. Artinya, Anda dapat membicarakan terlebih dahulu dengan pasangan mengenai tes yang akan Anda lakukan.Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan rekomendasi tes kesehatan sebelum menikah yang dapat Anda pilih sebagai berikut.
  • Pemeriksaan fisik

Ini adalah pemeriksaan umum yang biasanya dilakukan pertama kali saat Anda menemui dokter. Pada pemeriksaan fisik, berat badan Anda akan ditimbang dan tekanan darah Anda akan diukur.Dokter juga akan bertanya mengenai riwayat kesehatan Anda. Anda pun sebaiknya terbuka dengan dokter bila ada anggota keluarga yang memiliki penyakit tertentu yang mungkin membuat Anda berisiko menderita kondisi yang sama, contohnya seperti diabetes.
  • Pemeriksaan penyakit keturunan

Anda mungkin terlihat sehat, tapi bisa jadi memiliki gen terhadap penyakit tertentu (carrier) yang diturunkan oleh orangtua. Untuk mengetahuinya, dokter akan merekomendasikan tes kesehatan sebelum menikah berupa tes darah.
Tes HIV dalam pemeriksaan sebelum nikah penting dilakukan
Tes HIV perlu dilakukan dalam salah satu pemeriksaan pranikah
  • Pemeriksaan penyakit menular

Ini mungkin adalah tes kesehatan sebelum menikah yang paling penting Anda lakukan. Pada tahap ini, dokter akan mendeteksi ada atau tidaknya penyakit menular pada diri Anda atau pasangan dan risiko yang Anda bawa dalam pernikahan jika memang mengidapnya.Penyakit menular yang dimaksud, misalnya hepatitis B dan C, serta HIV/AIDS. Penyakit menular tersebut sangat berbahaya dan bukan tidak mungkin dapat mengancam nyawa Anda maupun bayi Anda kelak.
  • Pemeriksaan organ reproduksi

Pemeriksaan pranikah ini bertujuan mengetahui kesehatan organ reproduksi Anda dan calon pasangan. Tes kesehatan sebelum menikah ini sangat penting dilakukan, terutama bagi Anda yang ingin memiliki keturunan.
  • Pemeriksaan alergi

Alergi kerap dipandang sebelah mata karena dianggap hanya menyebabkan Anda bersin, gatal, maupun bengkak. Padahal, alergi yang parah dapat berakibat fatal, bahkan sampai membuat sesak napas dan meninggal dunia bila alergi berkembang menjadi kondisi disebut dengan anafilaksis.
Pemeriksaan pra nikah salah satunya adalah cek darah
Pemeriksaan darah adalah salah satu jenis pemeriksaan pranikah yang perlu dilakukan
  • Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah dalam tes kesehatan pranikah perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai riwayat penyakit yang mungkin dimiliki calon pengantin, seperti diabetes melitus. Dengan melakukan pemeriksaan ini, maka Anda dan pasangan akan bisa mengetahui kadar gula darah dan risiko diabetes yang dimiliki.Pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus. Pemerikaan ini penting dilakukan untuk mengetahui kecocokan antara rhesus Anda dan calon. Sebab jika tidak cocok, maka akan berpengaruh pada kesehatan anak.Rh-negatif pada perempuan dan Rh-positif pada pria berisiko menimbulkan ketidaksesuaian yang berakibat fatal pada anak.
  • Pemeriksaan urine

Pemeriksaan pranikah yang terakhir perlu dilakukan adalah tes urine lengkap. Lewat tes ini, Anda akan mengetahui penyakit sistematik atau metabolik. Penilaiannya didasarkan pada warna, bau, hingga jumlah urin yang dikeluarkan.Perlu Anda ketahui bahwa biaya tes kesehatan sebelum menikah ini biasanya tidak di-cover oleh asuransi sehingga Anda perlu merogoh kocek sendiri. Namun, beberapa tes ini bisa dilakukan di beberapa Puskesmas tanpa biaya alias gratis untuk pemilik kartu BPJS, misalnya tes untuk mendeteksi HIV/AIDS.Tes kesehatan sebelum menikah tidak pernah bermaksud untuk memisahkan Anda dengan pasangan, melainkan mendukung keterbukaan sebelum menikah. Jika Anda terindikasi menderita penyakit tertentu, komunikasikan dengan dokter beserta calon pasangan mengenai rencana ke depan yang terbaik.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar diet maupun nutrisi makanan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pemeriksaan pra nikahmempertahankan pernikahanpernikahan
Ministry of Health Kingdom of Saudi Arabia. https://www.moh.gov.sa/en/HealthAwareness/Beforemarriage/Pages/default.aspx
Diakses pada 4 Januari 2019
Kementerian Kesehatan RI. http://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kesehatan-pra-nikah
Diakses pada 4 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/allergic-symptoms
Diakses pada 4 Januari 2019
Warta Kota. https://wartakota.tribunnews.com/2019/11/27/sekarang-berobat-hiv-semudah-ke-poli-gigi-8-puskesmas-sediakan-layanan-cuma-cuma
Diakses pada 4 Januari 2019
Imed Pub. http://diversityhealthcare.imedpub.com/premarital-screening-programs-in-the-middle-east-from-a-human-rights-perspective.php?aid=22083
Diakses pada 4 Januari 2019
Kementerian Kesehatan RI. https://promkes.kemkes.go.id/7-jenis-tes-dalam-cek-pra-nikah-yang-akan-dijalani-calon-pengantin
Diakses pada 12 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait