Terus Bergerak dan Gelisah Saat Tidur? Mungkin 6 Hal Ini Pemicunya


Gelisah dan terus bergerak saat tidur bisa disebabkan berbagai faktor. Pemicunya, mulai dari sleep hygiene buruk hingga kondisi medis. Faktor seperti stres, stimulasi berlebih, hingga kecemasan juga bisa menjadi penyebabnya.

0,0
29 Apr 2021|Azelia Trifiana
Gelisah saat tidur membuat istirahat malam Anda tergangguGelisah saat tidur membuat istirahat malam Anda terganggu
Kamar sudah temaram, suhu kamar nyaman, tapi gelisah saat tidur kerap datang tanpa diundang. Bahkan, tanpa terasa bisa berjam-jam hanya bolak-balik di kasur, susah tidur karena banyak pikiran. Banyak pemicunya, mulai dari sleep hygiene buruk hingga kondisi medis.Selain itu, ada pula beberapa faktor seperti stres, stimulasi berlebih, hingga kecemasan yang berpengaruh terhadap kondisi ini. Bukan tidak mungkin apabila terus menerus berlangsung, susah tidur ini dapat menyebabkan frustrasi.

Penyebab gelisah saat tidur malam

Tidak ada orang yang ingin susah tidur. Ketika tubuh dan pikiran seharusnya beristirahat, tapi situasi seakan tidak mendukung. Beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicu adalah:

1. Gangguan kecemasan

gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan dapat menghambat tidur.
Orang yang mengalami gangguan kecemasan yang semakin intens di malam hari bisa saja mengalami susah tidur atau susah terlelap. Dalam sebuah studi tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa kecemasan somatik dapat berdampak signifikan pada kualitas tidur seseorang.Pikiran terus menerus berputar tanpa henti dan penuh dengan kecemasan. Ini justru membuat tubuh merasa sulit beristirahat. Akibatnya, tubuh seakan mengajak terus bergerak sepanjang malam.

2. Stres

Bukan hanya mental, stres juga bisa berdampak pada fisik sehingga sulit untuk tidur nyenyak. Sebut saja ketika otot terasa tegang, akan lebih sulit bagi tubuh untuk bisa rileks di kasur.Sebuah studi dengan partisipan mahasiswa kedokteran menunjukkan bahwa level stres tinggi akan berdampak signifikan pada kualitas tidur. Salah satu cara berdamai dengan stres bisa dengan meditasi, tanpa harus selalu identik dengan keheningan.

3. Stimulasi berlebihan

Bukan hanya anak kecil saja yang bisa sulit beristirahat ketika overstimulated. Orang dewasa pun tak luput. Sumbernya adalah dari blue light peralatan elektronik seperti televisi, telepon, dan peralatan elektronik lainnya. Paparan sinar ini bisa menunda produksi hormon melatonin pemicu rasa kantuk.

4. Jadwal tidur berantakan

Justru penting, inilah salah satu fungsi rutinitas yaitu untuk mengatur jadwal tidur. Ketika seseorang tak punya jadwal tidur teratur seperti terlalu dini, terlambat, atau saat belum lelah, ini dapat berdampak pada kualitas tidur.Bahkan, ketika tubuh terlalu lelah pun, belum tentu langsung bisa terlelap dengan nyenyak. Ada kemungkinan Anda justru merasa gelisah dan hanya memutar-mutar tubuh di atas kasur.

5. Tidur terlalu banyak

tidur
Tidur berlebihan sebabkan sulit tidur di malam hari
Memang benar bahwa tidur siang berdampak positif untuk perbaiki mood. Namun, tidak berlebihan. Durasinya sebaiknya hanya sekitar 10-30 menit saja. Apabila terlalu lama, ada kemungkinan menjadi semakin sulit terlelap di malam hari.Ketika Anda tidur terlalu lama di siang hari, tubuh mungkin saja belum siap betul untuk terlelap di malam hari. Akibatnya? Gelisah saat tidur malam hari.

6. Pola makan tidak seimbang

Bukan hanya baik untuk kesehatan, pola makan seimbang juga berdampak positif bagi kualitas tidur. Nutrisi dari makanan berperan signifikan dalam produksi hormon melatonin. Termasuk, berpengaruh pada kinerja neurotransmitter lain yang membantu mengendalikan tidur.Ketika nutrisi yang masuk ke tubuh tidak seimbang, hasilnya tentu kualitas tidur menjadi buruk.

Bagaimana dengan kondisi medis?

Selain beberapa faktor di atas, kondisi medis tertentu juga bisa berpengaruh pada kualitas tidur buruk. Apa saja yang paling umum?
  • Restless leg syndrome

Restless leg syndrome atau RLS adalah kondisi yang menimbulkan keinginan begitu besar untuk menggerakkan kaki. Sensasinya paling terasa ketika tubuh beristirahat seperti sedang berbaring. Ketika sensasi ini muncul, akibatnya adalah tubuh terus menerus bergerak dan gelisah di atas kasur.
  • Sleep apnea

Kondisi lain yang memicu tubuh tidak bisa tenang saat waktu tidur adalah sleep apnea. Orang yang menderita penyakit ini akan kesulitan bernapas saat terlelap. Akibatnya, tentu sangat mungkin jadi terbangun berkali-kali sepanjang malam.
  • Insomnia

Kondisi medis yang paling sering menyebabkan susah tidur nyenyak di malam hari. Ada banyak penyebab insomnia, termasuk kondisi fisik lain seperti arthritis dan fibromyalgia. Kondisi semacam ini membuat seseorang sulit merasa nyaman saat berbaring di kasur.

Cara mengatasi gelisah saat tidur malam

Kunci untuk mengatasi gelisah saat tidur malam adalah dengan menerapkan sleep hygiene yang tepat. Caranya seperti:
  • Pastikan kamar tidur nyaman

Langkah pertama dalam menerapkan sleep hygiene adalah memastikan kamar tidur cukup nyaman. Tepat sekali, ini berkaitan dengan kasur dan bahkan sprei yang Anda gunakan.
  • Teknik relaksasi

Coba lakukan teknik relaksasi untuk meredakan gejala fisik baik mental yang berkaitan dengan stres dan gangguan kecemasan. Mulai dari bernapas dalam, meditasi, atau teknik grounding untuk membuat tubuh terasa rileks.
  • Matikan peralatan elektronik

Sebisa mungkin, hindari menggunakan alat elektronik satu jam sebelum tidur. Dengan demikian, tubuh dan pikiran akan bersiap untuk istirahat. Cari alternatif yang lebih ramah ke mata, seperti membaca buku hingga bermain puzzle.
  • Aktif bergerak

Bergerak dan berolahraga secara rutin dapat berdampak sangat baik pada kualitas tidur. Ketika saat tidur tiba pun, tubuh jadi lebih mudah rileks dan tidur nyenyak. Ini juga bisa jadi cara menyalurkan energi agar tidak menumpuk di malam hari.

Catatan dari SehatQ

Apabila rangkaian sleep hygiene hingga meditasi tidak menyelesaikan keluhan gelisah saat tidur malam, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Jangan remehkan karena kualitas tidur buruk juga akan berpengaruh signifikan kepada kualitas hidup.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala lain yang menyertai gelisah saat tidur malam, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan tidurmasalah tidurgangguan kecemasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/tossing-and-turning
Diakses pada 16 April 2021
Journal of Epidemiology and Global Health. https://www.healthline.com/health/tossing-and-turning
Diakses pada 16 April 2021
The Journals of Gerontology Series B. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6074813/
Diakses pada 16 April 2021
National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/children-and-sleep/how-blue-light-affects-kids-sleep
Diakses pada 16 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait