Tertarik Melakukan Dermabrasi atau Mikrodermabrasi? Ini Risikonya

Dermabrasi dan Mikrodermabrasi memiliki efek samping
Dermabrasi dikembangkan untuk memperbaiki bekas jerawat, bekas cacar, dan bekas luka

Dermabrasi dikembangkan untuk memperbaiki bekas jerawat, bekas cacar, dan bekas luka dari kecelakaan atau penyakit bukan bawaan. Tindakan ini umumnya dilakukan untuk orang dengan kulit yang cerah. Untuk orang dengan kulit yang lebih gelap, dermabrasi dapat menyebabkan jaringan parut atau perubahan warna.

Sedangkan mikrodermabrasi bekerja pada semua jenis dan warna kulit. Tindakan ini membuat perubahan halus, tidak menyebabkan perubahan warna kulit atau bekas luka.

Meski demikian, mikrodermabrasi tidak efektif untuk masalah yang lebih dalam seperti bekas luka, stretch mark, keriput, atau bekas jerawat yang dalam. Pemulihannya pun lebih cepat. Kulit akan berwarna merah muda hanya dalam 24 jam. Tidak perlu pembedahan atau anestesi.

Persiapan Sebelum Melakukan Dermabrasi dan Mikrodermabrasi

Berkonsultasilah dengan tenaga profesional yang melakukan prosedur dermabrasi. Diskusikan mengenai tujuan, risiko, manfaat, dan jenis bius yang akan digunakan. Untuk mikrodermabrasi tidak perlu pembedahan atau anestesi, tindakan ini pun lebih sederhana tetapi tetap perlu dikonsultasikan.

Cara Kerja Dermabrasi dan Mikrodermabrasi

Dermabrasi dilakukan di kantor dokter. Anda mungkin akan diberi obat penenang sebelum prosedur dimulai. Kulit akan dibersihkan sepenuhnya dan akan mendapatkan suntikan obat mati rasa untuk membius area yang akan dirawat.

Dokter akan menggunakan instrumen berkecepatan tinggi dengan roda atau sikat abrasif untuk mengangkat lapisan luar kulit. Kemudian memperbaiki ketidakberesan di permukaan kulit.

Dalam mikrodermabrasi, kristal-kristal kecil disemprotkan ke kulit untuk mengangkat lapisan luar kulit Anda dengan lembut. Teknik tidak terlalu agresif, jadi anda tidak perlu obat mati rasa. Pada dasarnya, ini merupakan prosedur pengelupasan kulit untuk membuat kulit terlihat lebih lembut dan cerah.

Apa yang Terjadi setelah Dermabrasi dan Mikrodermabrasi?

Setelah prosedur dermabrasi, selama beberapa hari kulit akan terasa seolah-olah telah dibakar atau disikat. Dokter biasanya meresepkan atau merekomendasikan obat-obatan untuk meringankan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan. Penyembuhan biasanya terjadi dalam tujuh hingga sepuluh hari.

Setelah itu, akan muncul kulit baru yang pada awalnya berwarna merah jambu. Secara bertahap, warnanya akan terlihat normal. Warna merah jambu tersebut biasanya memudar pada enam hingga delapan minggu. Anda bisa menggunakan riasan segera setelah kulit sembuh.

Kebanyakan orang dapat melanjutkan aktivitas normal mereka dalam tujuh hingga 14 hari setelah tindakan. Anda harus menghindari sinar matahari selama beberapa minggu setelah warna merah jambu hilang. Ketika di luar ruangan, gunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih dan pakailah topi lebar.

Sedangkan setelah mikrodermabrasi, kulit akan menjadi merah muda, terasa kering dan kencang hanya sekitar 24 jam. Untuk mengatasinya cukup gunakan pelembab. Selama 24 jam setelah prosedur, jangan dulu menggunakan riasan.

Efek Samping Dermabrasi dan Mikrodermabrasi

Sebuah tindakan medis pada kulit tentu akan menyebabkan efek samping seperti kulit menjadi kemerahan dan  sensitif terhadap cahaya matahari. Ada juga gangguan pigmentasi dan perubahan warna kulit tidak merata, pembentukan bekas luka hingga infeksi.

Oleh karena itu, ikuti petunjuk dokter. Biasanya pasien dilarang merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol minimal selama 48 jam. Kemudian tidak boleh minum obat dengan kandungan aspirin dan ibuprofen selama seminggu setelah perawatan.

Pasien juga tidak boleh berenang selama perawatan dan 3 hari sesudahnya, karena wajah akan terpapar klorin. Tindakan ini tidak boleh dilakukan bersamaan dengan chemical peeling.

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-dermabrasion#1ars-and-skin-damage

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed