Mengenal 7 Tanda Disfungsi Seksual pada Wanita

(0)
27 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penurunan gairah karena disfungsi seksual pada wanitaDisfungsi seksual pada wanita memberikan pengaruh yang cukup besar saat berhubungan intim
Sama halnya pada pria, wanita juga dapat mengalami disfungsi seksual. Disfungsi seksual pada wanita dapat ditandai dengan beberapa hal, diantaranya kehilangan gairah untuk melakukan hubungan intim dan munculnya rasa nyeri saat berhubungan intim.Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi. Namun sayangnya, masih banyak wanita yang meremehkan masalah disfungsi seksual pada diri mereka. Padahal dengan dampak yang ditimbulkannya, kondisi ini lama-kelamaan bisa memengaruhi hubungan Anda dan pasangan.[[artikel-terkait]]

7 tanda disfungsi seksual pada wanita

Menurut ahli, disfungsi seksual pada wanita bisa memberikan pengaruh yang cukup besar pada saat melakukan hubungan intim. Kondisi ini biasanya ditandai oleh empat hal, yaitu:

1. Menurunnya gairah seksual

Banyak faktor yang dapat memengaruhi rendahnya gairah seksual, mulai dari perubahan hormon, gangguan kesehatan, stres, hingga depresi. Rasa bosan dengan rutinitas seksual yang itu-itu saja juga bisa membuat gairah seorang wanita menurun.

2. Sulit untuk terangsang

Bagi wanita, kesulitan untuk merasa terangsang saat melakukan hubungan intim umumnya berkaitan dengan kurangnya cairan vagina yang keluar. Berkurangnya produksi cairan vagina bisa berkaitan dengan kondisi seperti:
  • Gangguan kecemasan
  • Kurangnya rangsangan yang diberikan pasangan
  • Terdapat gangguan aliran darah ke vagina dan klitoris

3. Sulit untuk orgasme

Kondisi ini juga bisa disebut dengan istilah anorgasmia. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya:
  • Kebiasaan untuk menahan keinginan mengekspresikan diri secara seksual
  • Kurangnya pengalaman seksual
  • Kurangnya pengetahuan tentang hubungan intim
  • Faktor psikologis seperti rasa bersalah, gangguan kecemasan, atau trauma akibat kekerasan seksual
  • Kurangnya stimulasi seksual
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Penyakit kronis

4. Nyeri saat berhubungan intim

Nyeri saat berhubungan intim bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah endometriosis. Selain itu, kondisi ini juga bisa timbul karena:

5. Hasrat seksual yang rendah

Hasrat seksual yang rendah merupakan contoh disfungsi seksual pada wanita yang paling umum. Hal ini dapat memicu konflik dalam hubungan jika tidak segera dikomunikasikan.

6. Gangguan gairah seksual

Keinginan Anda untuk berhubungan seks mungkin utuh, namun Anda mengalami kesulitan pada gairah atau justru tidak dapat terangsang atau mempertahankan gairah selama melakukan aktivitas seksual.

7. Gangguan orgasme

Gangguan orgasme adalah kondisi dimana Anda memiliki kesulitan yang terus-menerus atau berulang saat akan mencapai orgasme. Pada kondisi ini Anda telah diberikan gairah seksual dan stimulasi yang berkelanjutan, namun tetap tidak merasakan sensasi apapun.
Rasa nyeri juga bisa timbul akibat vaginismus. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan kram pada otot, yang berada di sekitar vagina. Biasanya, kondisi ini dialami oleh wanita yang ketakutan mengalami rasa sakit saat berhubungan seksual. Selain itu, kondisi ini bisa juga muncul pada wanita dengan fobia seksual dan trauma dari pengalaman seksual sebelumnya.Tidak sedikit wanita yang pernah mengalami kondisi ini. Kondisi ini bisa datang dan pergi. Namun, bagi beberapa orang lainnya, kondisi ini terus menerus terjadi sehingga dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan.Disfungsi seksual pada wanita bisa diatasi. Jadi, Anda tidak perlu malu untuk mulai mendiskusikannya dengan dokter atau terapis. Dengan begitu, penyebab awal terjadinya kondisi ini dapat dikenali, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat.

2 Faktor penyebab disfungsi seksual dan perawatannya

Untuk mengatasi persoalan ini secara tepat, dokter akan melihat penyebab awal disfungsi seksual yang Anda alami. Jika penyebabnya adalah gangguan fisik, dokter akan memberikan perawatan medis sesuai dengan kondisi yang Anda alami.Sedangkan, jika penyebabnya adalah karena faktor psikologis, maka Anda biasanya disarankan mengikuti konseling. Kombinasi kedua jenis perawatan juga bisa dilakukan secara bersamaan jika sesuai dengan kondisi Anda.Terkadang, perawatan yang dilakukan bisa berupa perubahan perilaku. Seperti misalnya, jika yang dialami adalah kurangnya gairah, Anda dan pasangan dapat mencoba untuk memberikan variasi yang berbeda saat melakukan hubungan intim.Perubahan tersebut bisa berupa perubahan tempat, waktu, teknik saat melakukan hubungan intim, dan variasi foreplay. Mulai saat ini, para wanita perlu mulai lebih terbuka untuk mendiskusikan kondisi seksualnya dengan pasangan. Sehingga, jika memang terdapat masalah yang kemudian memengaruhi hubungan intim yang biasa dijalani, maka hal tersebut bisa diselesaikan bersama pasangan.
masalah seksualhubungan seksualdisfungsi ereksi
American Sexual Health Association. http://www.ashasexualhealth.org/sexual-health/womens-health/sexual-difficulties/
Diakses pada 17 Mei 2019
Healthy Woman https://www.healthywomen.org/condition/sexual-dysfunction#tab2
Diakses pada 17 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/sexual-dysfunction-women#2
Diakses pada 17 Mei 2019
NCBI. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-sexual-dysfunction/symptoms-causes/syc-20372549#:~:text=This%20most%20common%20of%20female,Orgasmic%20disorder
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait