Ternyata Bisa Dimakan, Adakah Manfaat Kulit Mangga untuk Kesehatan?

(0)
02 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat kulit mangga yaitu efek antioksidan dan potensi antikankerMengonsumsi kulit mangga tentu berisiko menimbulkan keracunan pestisida yang biasanya disemprotkan pada buah untuk mencegah hama
Mangga menjadi salah satu buah yang amat populer di muka bumi. Dalam konsumsi buah ini, Anda mungkin tak pernah berpikir untuk memakan kulitnya. Ya, kulit mangga sebenarnya bisa dimakan dan dilaporkan memiliki beragam nutrisi. Berkat nutrisinya, manfaat kulit mangga pun cukup mengesankan, terutama efek antioksidan dan potensi antikanker.

Manfaat kulit mangga: potensi antioksidan bahkan antikanker

Sama halnya dengan buah mangga yang memang sudah termasyhur, kulit mangga juga menyimpan beragam nutrisi. Kulit mangga dilaporkan mengantongi vitamin C, vitamin E, serat, serta senyawa tumbuhan seperti polifenol dan karotenoid. Konsumsi nutrisi di atas tak dipungkiri lagi memberikan efek positif untuk kesehatan. Orang yang rutin konsumsi vitamin C, polifenol, dan karotenoid dilaporkan memiliki risiko yang lebih rendah untuk menderita penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan penurunan kemampuan kognitif.Sebuah studi uji tabung dalam jurnal Food Chemistry bahkan melaporkan, ekstrak kulit mangga menawarkan efek antioksidan dan antikanker yang lebih kuat dibandingkan ekstrak dagingnya.Manfaat kulit mangga lainnya yakni mengandung tinggi triterpene dan triterpenoid. Keduanya merupakan  kelompok senyawa yang berpotensi memiliki kemampuan antikanker dan antidiabetes. Kulit mangga juga mengantongi serat, nutrisi yang amat vital untuk kesehatan pencernaan dan pengendalian rasa lapar. Riset lain dalam jurnal Food Chemistry memaparkan, serat dalam kulit mangga memiliki porsi sekitar 45-78%.  

Risiko negatif dari konsumsi kulit mangga

Tak hanya buahnya, manfaat kulit mangga pun perlu dipertimbangkan
Waspadai risiko keracunan pestisida saat konsumsi kulit mangga
Walau potensi manfaat kulit mangga di atas amat menarik, patut dicatat bahwa ada beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan. Risiko konsumsi kulit mangga, termasuk:

1. Risiko alergi

Kulit mangga mengandung urushiol, senyawa organik yang juga ditemukan dalam tanaman jelatang (poison ivy) dan poison oak. Pada beberapa orang, urushiol dapat memicu reaksi alergi – terutama pada individu yang sensitif terhadap jelatang dan tanaman yang mengandung urushiol lainnya.Apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap jelatang, maka kulit mangga juga berisiko menimbulkan reaksi alergi. Hentikan konsumsi kulit mangga jika muncul ruam gatal dan pembengkakan pada kulit Anda.

2. Risiko keracunan sisa pestisida

Seperti yang mungkin Anda tahu, pestisida sering disemprotkan pada buah dan sayuran untuk mencegah serangan hama dan bakteri. Konsumsi kulit mangga tentu berisiko menimbulkan keracunan zat berbahaya tersebut dan berpotensi menimbulkan masalah pada kesehatan, termasuk gangguan sistem endokrin, gangguan reproduksi, dan risiko kanker.Pastikan Anda mencuci mangga dengan bersih jika penasaran untuk mencicipi kulitnya.

Cara mendapatkan manfaat kulit mangga dengan hati-hati

Walaupun cenderung aman untuk dikonsumsi, penting untuk diingat bahwa tak semua orang cocok dengan rasa kulit mangga. Teksturnya cenderung sulit dikunyah serta akan terasa sedikit pahit di lidah. Apabila Anda tetap tertarik untuk mencicipi manfaat kulit mangga, Anda bisa langsung menggigitnya layaknya memakan buah apel atau pir. Apabila rasanya tak cocok di lidah, Anda tentu tak perlu memaksakan diri.Anda juga bisa menambahkan beberapa iris kulit mangga ke smoothies buah. Mengonsumsinya dalam bentuk smoothies bersama buah-buahan lain menjadi cara yang menyenangkan untuk mendapatkan manfaat kulit mangga.Sebelum mengonsumsinya langsung atau membuatnya menjadi smoothies, pastikan Anda mencucinya terlebih dahulu secara menyeluruh.

Catatan dari SehatQ

Manfaat kulit mangga memang menggugah dan menarik untuk dicoba. Namun, rasa dan tekstur kulit buah ini mungkin tak cocok untuk semua orang. Walau kaya dengan nutrisi seperti vitamin C, tentu Anda bisa mencari buah lain yang juga bernutrisi namun rasanya tetap nyaman di lidah.
seratvitamin cantioksidanbuah dan sayurannutrisi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/mango-skin
Diakses pada 19 Agustus 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0308814606005243
Diakses pada 19 Agustus 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0308814609014800
Diakses pada 19 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait