Termometer bayi jenis in-ear dapat Anda gunakan pada bayi yang berusia setidaknya 3 bulan
Termometer bayi digital berbahan plastik, bisa menjadi pilihan, untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan

Mengetahui suhu anak Anda akan membantu mengantisipasi berbagai penyakit. Dengan mengetahui suhu mereka, setidaknya orangtua bisa memberikan pertolongan pertama. Dalam hal ini, termometer bayi berperan penting.

Termometer untuk anak memiliki banyak varian dan cara penggunaannya pun berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis termometer berdasarkan cara penggunaan dan manfaatnya.

Termometer Bayi untuk Ukur Suhu Tubuh

1. Termometer In-ear

Kebanyakan dokter akan memakai termometer jenis ini untuk mengukur suhu tubuh bayi. Alat ini dipilih karena mudah dan tidak menyakitkan. Tak hanya itu, keakuratannya juga bisa dijamin.

2. Termometer Dahi

Jenis termometer ini tergolong baru. Termometer ini bekerja dengan membidikkan sinar inframerah ked ahi bayi untuk mencatat suhu tubuh. Jadi, tidak diperlukan kontak fisik dengan kulit bayi.

3. Termometer Ketiak

Termometer ini direkomendasikan untuk mengukur suhu tubuh bayi yang baru lahir. Selain itu, ada tiga hal yang harus diketahui untuk menggunakan termometer bayi dengan tepat. Pertama, kemampuan termometer untuk memprediksi usia bayi.

Sebab, suhu tubuh bervariasi, tergantung usia bayi. Kedua, kemampuan teknologi untuk menyimpan hasil pengukuran terakhir. Ketiga, kecepatan termometer dalam menunjukkan hasil pengukuran suhu tubuh bayi.

Jenis Termometer Lainnya

Selain tiga jenis termometer untuk mengukur suhu tubuh bayi yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada sejumlah termometer lain yang bisa digunakan. Fungsinya tidak terbatas pada pengukuran suhu tubuh bayi saja.

Bahkan, ada termometer yang bisa digunakan untuk mengukur suhu ruangan. Berikut ini jenis-jenis termometer lain yang juga penting untuk Anda ketahui.

1. Non-Contact Thermometer

Termometer bayi ini memiliki keakuratan yang terbukti secara klinis serta multiguna. Termometer ini memungkinkan Anda untuk mengecek suhu botol bayi, makanan, air mandi, dan suhu ruangan. Termometer ini juga menyajikan simbol yang mudah dibaca, serta memiliki memori yang dapat merekam hasil pengukuran suhu sebanyak 60 kali.

2. Termoscan

Termometer ini dapat membantu memeriksa suhu anak secara akurat. Uniknya, Anda dapat memasukkan informasi usia anak. Termometer ini akan menunjukkan hasil dalam tiga warna, yaitu hijau untuk suhu normal, kuning untuk suhu lebih tinggi dari normal, dan merah untuk suhu yang sangat tinggi.

3. Age Precision Stick

Anda bisa menggunakan termometer ini untuk anak hingga orang dewasa dari segala usia. Termometer ini memiliki fitur pengaturan usia mulai dari 0 bulan hingga 36 bulan ke atas.

4. Room Thermometer

Termometer ini akan berubah warna sesuai dengan suhu ruangan. Cahaya kuning menunjukkan suhu yang nyaman bagi bayi. Sementara itu, cahaya biru menandakan suhu yang terlalu dingin dan cahaya merah untuk suhu yang terlalu panas. Termometer ini juga bisa berfungsi sebagai lampu tidur.

5. Bath Thermometer

Termometer ini dapat digunakan saat mandi untuk memantau suhu ruangan maupun air. Uniknya, ada termometer jenis ini yang juga bisa berfungsi sebagai mainan bayi.

Suhu normal untuk bayi biasanya berkisar antara 36,4-36,8 derajat Celcius. Setiap bayi memiliki suhu inti yang sedikit berbeda, jadi akan bervariasi hasilnya. Ada baiknya mengukur suhu bayi dalam kondisi sehat. Jadi, Anda bisa mendapat gambaran suhu tubuh normal Si Kecil.

Anda sekarang telah mengetahui berbagai jenis termometer bayi. Termometer digital berbahan plastik, bisa menjadi pilihan, jika bayi berusia kurang dari 6 bulan. Sementara itu, termometer telinga dapat Anda gunakan pada bayi yang berusia setidaknya 3 bulan.

Mother and Baby. https://www.motherandbaby.co.uk/baby-and-toddler/baby-and-toddler-health-advice/best-baby-thermometers-and-how-to-use-them
Diakses pada November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/women/qa/what-kind-of-thermometer-should-you-get-your-baby
Diakses pada 22 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed