Menstruasi yang terlambat bisa jadi tanda awal kehamilan
Sinyal pertama yang menjadi ciri-ciri kehamilan adalah menstruasi yang terlambat

Bagi pasangan suami istri yang sedang menantikan kehamilan, perubahan sekecil apapun dalam tubuh tentu jadi hal yang mendebarkan. Apakah ini ciri-ciri kehamilan, atau hanya alarm palsu?

Mengecek lewat testpack tentu mudah, kan? Namun kadang, dua garis di testpack belum muncul jika terlalu dini.

[[artikel-terkait]]

Untuk itu, Anda perlu tahu apa saja ciri-ciri kehamilan lainnya yang paling umum berikut ini.

Kapan ciri-ciri kehamilan mulai terasa?

Perubahan dalam tubuh seorang perempuan bisa terasa sekitar satu atau dua pekan sejak berhubungan seksual. Meski demikian, hampir 60% perempuan baru merasakan ada perubahan saat usia kandungan mereka memasuki 5-6 minggu.

Kapan terasanya ciri-ciri kehamilan bukan jadi masalah. Setiap perempuan akan merasakan hal yang berbeda sepanjang kehamilannya. Bahkan kehamilan kedua, ketiga, bisa saja terasa berbeda dengan kehamilan pertama.

Apa saja ciri-ciri kehamilan?

Tentu sinyal pertama ketika seorang perempuan mengandung adalah menstruasi yang terlambat. Bagi yang jadwal menstruasinya selalu teratur, tentu terlambat satu dua hari bisa sangat terasa.

Selain itu, masih banyak ciri-ciri kehamilan lain yang dirasakan perempuan yang tengah hamil muda.

Berikut ini di antaranya:

  • Payudara terasa sakit atau sensitif

Terkadang, perempuan akan merasakan payudara lebih sensitif jelang menstruasi. Ternyata hal yang sama bisa menjadi ciri-ciri kehamilan.

Lalu apa perbedaannya? Bagi perempuan yang hamil, rasa sakit ini terus ada, tidak seperti sakit payudara jelang menstruasi yang hanya terasa sementara. Ini terjadi karena hormon estrogen dan progesteron meningkat dan aliran darah ke payudara pun semakin deras.

  • Areola di payudara berwarna lebih gelap

Melihat warna areola di payudara tampak lebih gelap dan ukurannya membesar? Ini adalah ciri-ciri kehamilan berikutnya yang juga populer.

Tak hanya itu, jika diperhatikan lebih detil, akan terlihat bintik-bintik timbul di pinggir yaitu kelenjar areola. Kelenjar ini berfungsi untuk melubrikasi puting saat bayi sudah lahir dan ibu siap menyusui.

  • Keluar flek

Apabila ada flek berwarna pink atau coklat di celana dalam Anda, bisa jadi itu adalah ciri-ciri kehamilan berikutnya. Kondisi ini disebut implantation bleeding yang bisa terjadi 6-12 hari setelah berhubungan seksual.

Perdarahan ini terjadi ketika telur yang dibuahi menempel ke uterus dan menyebabkan iritasi ringan. Kadang, ciri-ciri ini disalahartikan sebagai menstruasi.

  • Suhu tubuh meningkat

Lagi-lagi karena peningkatan hormon estrogen dan progesteron, ibu hamil bisa merasa gerah karena suhu tubuhnya meningkat. Sejatinya, dalam periode ovulasi seorang perempuan, suhu basal tubuh mereka akan naik saat berovulasi dan kembali turun saat menstruasi.

Namun jika kehamilan terjadi, suhu basal ini akan tetap tinggi. Tenang saja, ini adalah hal biologis yang pasti dialami oleh ibu hamil.

  • Frekuensi buang air kecil bertambah

Merasa lebih sering buang air kecil padahal asupan cairan tidak bertambah? Bisa jadi ini ciri-ciri kehamilan.

Ketika sel telur menempel di uterus, hormon hCG akan naik secara dramatis. Efek sampingnya, Anda akan sering merasa ingin buang air kecil.

  • Muntah (morning sickness)

Ini juga merupakan ciri-ciri kehamilan yang paling umum dan kerap terjadi di pagi hari. Lagi-lagi, ini terjadi karena peningkatan hormon hCG secara drastis dalam tubuh.

Bahkan, 50-90% ibu hamil akan merasakan morning sickness. Tenang saja, biasanya hal ini akan berhenti di trimester pertama kehamilan.

Ada banyak lagi ciri-ciri kehamilan lain yang sedikit banyak terkait dengan perubahan hormon. Tenang saja, itu adalah sinyal yang positif.

Selain berita membahagiakan tentang kehamilan dan akan menimang bayi setidaknya dalam 30 pekan ke depan, hormon seperti estrogen dan progesteron berjasa dalam memastikan kehamilan Anda tetap sehat. Cari tahu apa yang membuat Anda merasa paling nyaman.

Artikel Terkait

Banner Telemed