logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Dampak Buruk Terlalu Sering Memendam Emosi

open-summary

Memendam rasa bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan mental. Cara mengatasinya adalah berdamai dengan perasaan itu sendiri.


close-summary

5

(3)

9 Apr 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Dampak memendam rasa

Memendam perasaan bisa merusak hubungan dengan orang lain

Table of Content

  • Penyebab memendam perasaan
  • Dampak memendam perasaan
  • Cara menghilangkan kebiasaan memendam perasaan
  • Catatan dari SehatQ

Setiap manusia tentunya memiliki perasaan. Namun, beberapa orang terkadang memilih untuk memendam perasaan mereka karena alasan tertentu. Apabila Anda termasuk salah satu orang yang mempunyai kebiasaan ini, coba hilangkan mulai dari sekarang.

Advertisement

Memendam perasaan tiak hanya memberi dampak buruk bagi kesehatan mental, melainkan juga fisik. Jika tidak segera dihilangkan, kebiasaan buruk ini berpotensi meningkatkan risiko kematian dini.

Penyebab memendam perasaan

Sejumlah faktor dapat menjadi penyebab seseorang memendam perasaan. Beberapa faktor yang turut berperan, antara lain:

1. Tidak ingin terlihat lemah

Terkadang, Anda memilih untuk memendam perasaan karena tidak ingin terlihat lemah di mata orang lain. Sikap ini sering kali ditunjukkan saat berada di lingkungan kerja atau tempat-tempat yang menuntut Anda terlihat kuat. 

Saat menunjukkan emosi yang sesungguhnya, muncul kekhawatiran terhadap penilaian rekan kerja yang akan menganggap Anda tidak dapat mengelola perasaan dengan baik. Hal tersebut kemudian membuat Anda memilih untuk memendam dan menyembunyikan perasaan sedih, takut, frustasi, dan emosi negatif lainnya.

2. Tidak ingin tersakiti atau menyakiti orang lain

Beberapa orang sengaja memendam perasaan karena ingin melindungi hubungannya dengan pasangan mereka. Sebagai contoh, saat pasangan melakukan tindakan yang membuat kesal, Anda mungkin memilih untuk menyembunyikan rasa jengkel di dalam hati.

Jika Anda mengungkapkan kekesalan ke pasangan, berpotensi mengakibatkan konflik yang lebih besar dan menyakitkan hati. Agar terhindar dari hal tersebut, menyembunyikan perasaan pun dianggap sebagai jalan terbaik.

3. Kurangnya rasa percaya diri

Kurangnya rasa percaya diri dapat membuat Anda memilih untuk memendam perasaan daripada mengutarakan emosi yang tengah dirasakan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pengalaman buruk terkait menyampaikan pendapat atau perasaan di masa lalu.

Misalnya, ketika masih kecil, Anda mungkin malah mendapatkan kritikan dari orangtua ketika menyampaikan emosi yang dirasakan. Saat hal tersebut terjadi secara berulang-ulang, kepercayaan diri untuk mengutarakan perasaan pun akan semakin menghilang.

Baca juga: Manfaat Menggambar untuk Kesehatan Mental

Dampak memendam perasaan

Memendam perasaan dapat memberikan dampak buruk terhadap berbagai macam aspek kehidupan Anda. Jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan ini dapat memengaruhi hubungan, kondisi fisik, dan mental.

Berikut beberapa dampak yang berpotensi muncul akibat terlalu sering memendam perasaan:

  • Terganggunya hubungan dengan orang lain

Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah seringkali membuat Anda memilih untuk memendam perasaan. Ketika emosi sudah memuncak serta tidak tertahankan, Anda akhirnya menghindari orang itu yang kemudian berpotensi menyebabkan kerusakan hubungan.

  • Memicu rasa sakit hati

Tidak hanya melukai diri sendiri, kebiasaan memendam perasaan yang Anda lakukan juga dapat membuat orang lain sakit hati. Sebagai contoh, Anda mengatakan kepada pasangan bahwa sedang dalam keadaan baik-baik saja, namun menunjukkan perilaku berbeda.

Pasangan mungkin akan merasa sakit hati karena Anda tidak bersikap terbuka. Secara perlahan, kepercayaan terhadap Anda bisa saja hilang dan hubungan menjadi hancur apabila kebiasaan ini dilakukan terus menerus. 

  • Meningkatkan risiko kematian dini

Sebuah studi yang diterbitkan di tahun 2013 menunjukkan keterkaitan antara tekanan emosional akibat sering memendam perasaan dengan peningkatan risiko kematian dini. Studi tersebut menjelaskan, penekanan emosi dapat menyebabkan stres.

Stres yang tak teratasi dengan baik meningkatkan risiko Anda terserang penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan masalah jantung. Penyakit-penyakit tersebut bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan dan memperpendek umur.

Baca juga: Pelampiasan Emosi yang Baik untuk Kesehatan Mental Anda

Cara menghilangkan kebiasaan memendam perasaan

Menghilangkan kebiasaan memendam perasaan mungkin akan terasa sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Anda dapat memulainya dengan mencoba untuk mengakui serta menerima perasaan negatif yang dirasakan, walaupun tidak segera mengungkapkannya.

Sebagai contoh, Anda mungkin merasa marah karena ucapan pasangan yang tak menyenangkan hati. Jika Anda tidak ingin memulai pertengkaran, tahan perasaan tersebut hingga menemukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan dan menjelaskannya kepada pasangan.

Jika Anda tetap tidak bisa untuk mengungkapkan emosi, melakukan journaling dapat membantu dalam berlatih menyampaikan perasaan. Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater juga bisa membantu menemukan solusi yang tepat untuk masalah Anda.

Berikut beberapa cara untuk melakukannya:

  • Menanyakan pada diri sendiri
  • Berbincang dengan orang terdekat
  • Melatih diri untuk terbuka
  • Menuangkan dalam media lain, seperti cerita narasi, puisi, atau lagu
  • Menenangkan diri, seperti yoga dan meditasi

Baca juga: Cara Menahan Emosi Ini

Catatan dari SehatQ

Memendam perasaan selama ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menghindari konflik. Faktanya, kebiasaan ini malah dapat merusak hubungan Anda dengan orang lain. Selain itu, menyembunyikan emosi juga meningkatkan risiko kematian dini.

Untuk berdiskusi lebih lanjut soal memendam perasaan dan dampaknya terhadap hubungan dan kesehatan Anda, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalmenjalin hubungan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved