Terjebak dalam Rasa Bersalah Terus Menerus? Bisa Jadi Tanda-Tanda Guilt Complex


Guilt complex adalah keyakinan begitu kuat telah atau akan melakukan kesalahan. Seseorang dengan guilt complex akan memiliki rasa bersalah disertai dengan kekhawatiran, malu, bahkan kecemasan berlebih.

(0)
11 Apr 2021|Azelia Trifiana
Guilt complex menyebabkan seseorang dihantui rasa bersalah terus menerusGuilt complex menyebabkan seseorang dihantui rasa bersalah terus menerus
Guilt complex adalah keyakinan begitu kuat telah atau akan melakukan kesalahan. Seseorang dengan guilt complex akan memiliki rasa bersalah disertai dengan kekhawatiran, malu, bahkan kecemasan berlebih.Kondisi ini termasuk dalam masalah kesehatan mental dengan dampak luar biasa. Seorang individu bisa merasa apa yang dilakukannya adalah kesalahan besar meskipun itu hanya ada dalam bayangannya saja.

Ciri-ciri guilt complex

Selain merasa bersalah terus menerus, guilt complex juga memiliki beberapa karakteristik seperti:
  • Cemas berlebih
  • Kerap menangis
  • Muncul penyesalan berlebihan
  • Terus menerus memikirkan kesalahan di masa lalu
  • Insomnia
  • Otot tegang
  • Sakit perut
Bukan hanya itu, kondisi ini juga bisa memunculkan kesulitan beristirahat, kehilangan minat pada berbagai hal, tubuh lemah dan lesu, sulit berkonsentrasi, hingga menarik diri dari interaksi sosial.Itulah mengapa guilt complex bisa berdampak signifikan pada kehidupan seseorang. Dalam jangka panjang, sangat mungkin muncul rasa tidak berdaya sehingga semakin sulit bisa mencapai tujuan hidup.Begitu kompleksnya, rasa bersalah berlebihan ini akan membuat seseorang melakukan hal sebagai justifikasi atas kesalahannya. Contohnya seperti menutup diri sehingga akan kian sulit menemukan dukungan sosial dari orang-orang terdekat.

Apa pemicunya?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang merasa bersalah terus menerus, seperti:
  • Kecemasan

Orang dengan gangguan kecemasan berlebih lebih rentan menilai tindakannya lewat perspektif negatif. Dari sinilah kemudian muncul rasa bersalah.
  • Pengalaman masa kecil

Anak kecil yang tumbuh besar di lingkungan sering menuduh mereka melakukan kesalahan juga rentan mengalami guilt complex. Bahkan, lingkungan semacam ini dapat membuat anak kecil tertuduh menyembunyikan sesuatu atau bersalah atas hal yang tidak ada kaitannya dengan dirinya. 
  • Budaya

Orang yang berada di posisi berseberangan dengan norma-norma budaya tempatnya tumbuh besar juga bisa merasa bersalah ketika tidak lagi menjalankannya
  • Agama

Beberapa tradisi agama ada yang menekankan rasa bersalah sebagai cara menentukan apakah seseorang melakukan kesalahan atau tidak
  • Tekanan sosial

Apabila Anda merasa orang lain menilai apa yang telah dilakukan, sangat mungkin muncul rasa bersalah disertai dengan penyesalan

Mengenal jenis guilt complex

bersedih
Bersedih karena rasa bersalah
Lebih jauh lagi, ada beberapa jenis rasa bersalah yang pada akhirnya bisa menimbulkan guilt complex. Contohnya adalah:
  • Rasa bersalah alami

Ketika seseorang memang melakukan hal yang kurang tepat, wajar jika merasa bersalah. Justru, rasa bersalah ini merupakan hal adaptif dan menjadi sumber motivasi untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Namun ketika perubahan ini dinilai gagal, sangat mungkin muncul rasa bersalah terus menerus.
  • Rasa bersalah maladaptif

Terkadang, ada juga orang yang merasa bersalah akan hal yang berada di luar kendali mereka. Meski sebenarnya tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubahnya, orang dengan kondisi ini tetap merasa bersalah, malu, dan menyesal secara signifikan.
  • Pikiran rasa bersalah

Wajar ketika seseorang sesekali memiliki pikiran negatif atau kurang pantas. Bahkan, pikiran ini saja sudah bisa menimbulkan rasa bersalah. Di saat yang sama, mungkin saja muncul ketakutan orang lain akan tahu tentang pemikiran negatifnya.
  • Rasa bersalah penyintas

Jenis rasa bersalah yang cukup rumit dan biasanya berpusat pada prinsip hidup atau ketidakadilan. Contohnya merasa bersalah ketika hidupnya berjalan mulus sementara orang terdekatnya tidak dalam kondisi yang sama.Selain itu, jenis rasa bersalah ini bisa muncul ketika seseorang selamat dari kecelakaan atau bencana alam sementara orang lain tidak. Soal keberuntungan juga bisa menjadi pemicu munculnya pemikiran ini.

Cara menghilangkan rasa bersalah

Apabila rasa bersalah sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk meminta bantuan medis. Dokter atau terapis mungkin akan memberikan obat antidepresan dan anti-kecemasan untuk meredakan gejalanya.Selain itu, mungkin juga dokter menerapkan terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif untuk mengganti rasa bersalah dengan pemikiran positif. Metode semacam ini dapat membuat seseorang merasa lebih paham akan emosi dan perilakunya.Tak hanya intervensi medis, ada pula hal yang bisa dilakukan sebagai cara menghilangkan rasa bersalah, seperti:

1. Mencari sudut pandang berbeda

Ketika pikiran terus menerus terkungkung dalam rasa bersalah, coba berpikir dengan berbeda. Cari cara untuk menggeser fokus dari hal negatif ke realistis. Tak lupa, masukkan pikiran-pikiran positif untuk menghilangkan kecenderungan menyalahkan diri sendiri.

2. Memaafkan diri sendiri

Mudah diucapkan namun cukup menantang diterapkan, itu adalah memaafkan diri sendiri. Bukan berarti menggampangkan apa yang pernah dilakukan, namun lebih kepada bertanggung jawab sepenuhnya. Berikan hak kepada diri sendiri untuk membuat perubahan dan perlahan menghapus penyesalan berlebihan.

3. Bicara dengan orang lain

Temukan orang terdekat sekaligus kepercayaann tempat Anda bisa bercerita banyak hal. Adanya dukungan sosial adalah kunci untuk mengelola emosi sulit. Apabila tidak ada sosok terdekat yang bisa menjadi tempat bercerita, selalu ada pakar kesehatan mental yang siap jadi pendengar dalam sesi terapi.Rasa bersalah tidak selalu buruk. Namun apabila terus menerus membuat seseorang terkungkung dan aktivitasnya terganggu, tak ada salahnya mencari bantuan profesional.

Terus menerus merasa bersalah, menyesal, dan menyalahkan diri sendiri cenderung bersifat destruktif. Perlu ada upaya untuk mengubah perspektif untuk mengimbanginya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala lain yang menyertai guilt complex, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/guilt-complex-definition-symptoms-traits-causes-treatment-5115946
Diakses pada 26 Maret 2021
Europe’s Journal of Psychology. https://ejop.psychopen.eu/index.php/ejop/article/view/1564
Diakses pada 26 Maret 2021
Clinical Psychology Review. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272735810000474?via%3Dihub
Diakses pada 26 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait