Tergantung Penyebabnya, Ini Cara Mengatasi BAB Keras yang Efektif

(0)
17 Jul 2020|Azelia Trifiana
BAB keras dapat terjadi karena berbagai faktorKurang serat sebabkan BAB keras
Ada kalanya urusan buang air besar tidak semulus yang diharapkan. Istilah medisnya adalah konstipasi. Terkadang, ini bisa terjadi karena kurang serat atau faktor medis lain. Cara mengatasi BAB keras tak harus dengan pencahar, bisa dengan cara alami seperti pilihan makanan yang tepat.Namun jika konstipasi terjadi karena masalah medis tertentu, konsultasikan dengan dokter apa makanan yang sebaiknya dikonsumsi atau adakah cara mengatasi BAB keras dengan lebih mudah.

Penyebab BAB keras

BAB keras terasa tidak nyaman bahkan menimbulkan rasa sakit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan BAB menjadi keras, seperti:

1. Konsumsi obat

Terkadang BAB keras terjadi karena konsumsi obat dengan kandungan tertentu, seperti:
  • Antacid mengandung aluminum dan kalsium
  • Antikolinergik
  • Antikonvulsan untuk mencegah kejang
  • Diuretik
  • Suplemen zat besi
  • Calcium channel blockers
  • Obat depresi
  • Obat Parkinson’s disease
Apabila konstipasi dirasa sangat mengganggu, konsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu alternatif obat lainnya.

2. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak mencukupi asupan cairan dan serat bisa menyebabkan seseorang mengalami konstipasi. Orang yang baru mengganti jenis diet yang dijalaninya juga bisa merasakan susah BAB. Tak hanya itu, jarang beraktivitas fisik dapat memicu hal yang sama.Ingat pula bahwa ketika seseorang terbiasa mengabaikan sinyal tubuh untuk BAB, ada kemungkinan mengalami konstipasi. Menahan keinginan untuk BAB mengganggu kinerja otak ketika muncul sinyal yang sama di kemudian hari.

3. Medis

Faktor medis seperti menderita penyakit tertentu atau sedang hamil juga bisa menyebabkan seseorang sulit BAB. Apa saja?
  • Usia lanjut
  • Masalah anatomi saluran pencernaan
  • Cedera otak
  • Masalah hormonal
  • Tumor usus
  • Obstruksi atau usus tersumbat
  • Parkinson’s disease
  • Kehamilan
  • Cedera sumsum tulang belakang
  • Peradangan kelenjar prostat
Kondisi medis seperti obstruksi usus bisa mengindikasikan masalah medis darurat. Ada risiko terjadi komplikasi yang mengancam nyawa apabila usus pecah dan mengenai dinding usus.

Cara mengatasi BAB keras

Selama tidak ada keluhan seperti nyeri tak tertahankan atau darah di feses, cara mengatasi BAB keras bisa dilakukan di rumah. Namun apabila sudah disertai keluhan yang mengganggu aktivitas, konsultasikan pada dokter.Beberapa cara mengatasi BAB keras di antaranya:
  • Pijat perut

Terkadang, pijatan di area perut dapat memberi stimulus pada usus untuk mengeluarkan feses lebih cepat. Jika untuk bayi jenis pijatannya dengan huruf I-L-U yang berakhir di kiri bawah, orang dewasa bisa melakukan pijat perut dengan gerakan melingkar.
  • Banyak minum air

Semakin banyak asupan cairan di saluran pencernaan, feses bisa menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Mudah untuk mengetahui apakah seseorang sudah cukup minum atau belum, lihat dari indikator warna urine. Idealnya, warna urine kuning pucat bahkan bening.
  • Perbanyak serat

Perbanyak juga asupan serat untuk membantu melancarkan proses cerna. Namun ingat, porsinya secukupnya saja dan jangan terlalu banyak. Asupan serat berlebihan akan menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman di perut.Ada banyak pilihan sumber serat yang membantu melancarkan BAB seperti brokoli, kacang polong, wortel, kacang-kacangan, atau roti gandum.
  • Beraktivitas fisik

Aktivitas fisik akan membantu usus untuk bergerak sehingga pembuangan pun lebih lancar. Tak hanya itu, bonusnya pun tubuh jadi lebih bugar.
  • Obat dari dokter

Jika cara mengatasi BAB keras di rumah tidak efektif, resep obat dari dokter mungkin dibutuhkan. Biasanya, dokter akan memberikan obat berjenis bulk-forming, osmotic, hingga stool softeners. Ini hanya solusi jangka pendek jika konstipasi terjadi bukan karena masalah medis.
  • Operasi

Ketika konstipasi terjadi karena ada masalah medis serta harus ditangani segera, dokter bisa melakukan prosedur operasi. Biasanya, ini dilakukan ketika terjadi penyumbatan di usus atau prolaps rektum. Operasi menjadi pilihan terakhir prosedur medis ketika kondisinya sudah cukup darurat.

Catatan dari SehatQ

Ketika mengalami konstipasi, coba runut apa pemicunya. Apakah kurang memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan bergizi, kurang cairan hingga dehidrasi, konsumsi obat, atau masalah medis lainnya. Segera ambil tindakan agar konstipasi tidak menyebabkan komplikasi yang tak diharapkan.
masalah pencernaanhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/hard-stool
Diakses pada 5 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318694
Diakses pada 5 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/constipation-relief-tips
Diakses pada 5 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait