Terganggu Mimpi Buruk? Tenang, Ini Cara Agar Tidur Nyenyak Kembali

Salah satu cara agar tidur nyenyak akibat mimpi buruk adalah dengan meditasi
Mimpi buruk dapat mengganggu tidur nyenyak Anda.

Pernahkah Anda mengalami mimpi buruk hingga sulit untuk tahu cara agar tidur nyenyak? Tenang, Anda tidak sendiri. Studi menyebutkan lebih dari 85% orang dewasa pasti pernah mengalami mimpi buruk.

Mimpi tak diharapkan ini bisa terjadi setidaknya sekali dalam sebulan dengan prevalensi 8-29%, sementara frekuensi mimpi buruk sekali dalam sepekan sekitar 2-6%.

Bagaimana cara agar tidur nyenyak kembali?

Sangatlah wajar ketika seseorang merasa terganggu emosinya selepas mengalami mimpi buruk. Dia bisa merasa takut, cemas, khawatir, hingga sulit untuk tahu cara agar tidur nyenyak kembali.

Kabar baiknya, hal ini bisa diatasi dengan beberapa teknik khusus, seperti:

  • Kenali teknik relaksasi yang nyaman untuk tubuh Anda
  • Tarik dan hembuskan napas perlahan
  • Meditasi 
  • Hindari melihat jam
  • Jika tidak kunjung tertidur setelah 20 menit, tinggalkan kamar tidur agar tidak tertanam mindset bahwa kamar tidur = sulit tidur
  • Memasang musik tenang yang membantu kembali tidur
  • Berdoa sesuai keyakinan
  • Menyesuaikan alur mimpi buruk sesuai dengan harapan Anda

Cara terakhir cukup menarik, seakan mengatur skenario mimpi buruk tersebut. Ini semua adalah mind game. Ketika benar-benar terjaga setelah mimpi buruk, coba analogikan mimpi buruk tadi dengan alur cerita yang berlawanan.

Jika alur cerita mimpi buruk Anda adalah A, coba ganti dan simulasikan dengan alur cerita B. Pilih alur yang sesuai dengan preferensi Anda.

Tak perlu merasa terlalu khawatir, cara agar tidur nyenyak pasti akan Anda temukan seiring dengan beberapa kali pengalaman mengalami mimpi buruk. Hanya sekitar 5 persen orang dewasa yang benar-benar memiliki masalah klinis terkait mimpi buruk.

Mimpi buruk berbeda dengan teror tidur

Perlu dibedakan bahwa mimpi buruk berbeda dengan sleep terrors atau teror tidur. Teror akan terjadi dalam 90 menit pertama tidur di fase non-rapid eye movement (REM). 

Orang yang mengalaminya akan merasa panik hingga berteriak, dengan ingatan yang lebih samar dibandingkan dengan mimpi buruk.

Bahkan pada tahapan yang lebih parah, orang tersebut dapat melakukan hal-hal destruktif ketika terbangun tanpa ingat sama sekali.

Sementara mimpi buruk cenderung terjadi saat fase REM paling kuat yaitu di 2/3 akhir waktu tidur. Analoginya ketika seseorang mulai tidur pukul 10 malam, maka mimpi buruk bisa terjadi menjelang pukul 6 pagi.

Orang yang mengalami mimpi buruk bisa terbangun dan bisa tidak. Ada yang hanya terbangun sebentar dan tahu cara agar tidur nyenyak kembali. Apakah orang tersebut mengingatnya atau tidak juga bervariasi antara satu dan lain.

Mengapa terjadi mimpi buruk?

Mimpi buruk dapat terjadi karena stres dan rasa cemas berlebihan. Semisal ketika seseorang kehilangan orang terdekat, kehilangan pekerjaan, atau baru saja mengalami kegagalan. 

Kejadian-kejadian yang membuat stres ini dapat memicu munculnya mimpi buruk. Lebih jauh lagi, orang yang depresi juga rentan mengalami mimpi buruk.

Jika mimpi buruk hanya terjadi sesekali dan tidak terlalu mengganggu, maka itu bukan masalah.

Namun ketika mimpi buruk terus menerus terjadi dan mengganggu kualitas tidur Anda, konsultasikan pada pakarnya. Bisa jadi itu adalah pertanda depresi atau masalah tidur lainnya.

Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/nightmare-causes-sleep_n_2585002
Diakses pada 8 Juni 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/5-strategies-that-will-help-you-get-back-to-sleep/
Diakses pada 8 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/night-terrors/
Diakses pada 8 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed