logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Terdaftar sebagai Calon Penerima Vaksin? Ini Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19

open-summary

Alur pelayanan vaksinasi Covid-19 akan melewati 4 meja. Empat meja yang akan dilewati calon penerima vaksin, di antaranya pendaftaran/verifikasi, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, serta pencatatan dan observasi.


close-summary

5

(1)

14 Jan 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Saat terdaftar sebagai calon penerima vaksin, Anda perlu memahami alur pelayanan vaksinasi Covid-19

Sebelum disuntik vaksin, penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana alur pelayanan vaksinasi Covid-19

Table of Content

  • Bagaimana alur pelayanan vaksin Covid-19?
  • Cara cek penerima vaksin Covid-19 secara online

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menjadi orang pertama di tanah air yang menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac.

Advertisement

Setelah Presiden Jokowi, sebagian besar masyarakat Indonesia juga akan mendapatkan vaksin Covid-19. Sebelum disuntik vaksin, penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana alur pelayanan vaksinasi Covid-19.

Bagaimana alur pelayanan vaksin Covid-19?

Untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19, Anda harus terdaftar sebagai calon penerima vaksin terlebih dulu. Jika sudah terdaftar, calon penerima vaksin Covid-19 harus melakukan registrasi ulang dan datang sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Saat hari vaksinasi tiba, akan ada 4 alur meja yang harus dilewati calon penerima vaksin Covid-19. Berikut alur pelayanan vaksinasi Covid-19 yang akan dilalui oleh calon penerima vaksin:

1. Meja 1 (Pendaftaran/verifikasi)

Alur pelayanan Covid-19 yang pertama untuk calon penerima vaksin adalah meja pendaftaran atau verifikasi. Petugas nantinya akan memanggil calon penerima vaksin Covid-19 ke meja 1, sesuai dengan urutan kedatangan.

Di meja 1, petugas akan meminta Anda menunjukkan nomor e-ticket hasil registrasi ulang dan/atau KTP untuk proses verifikasi. Verifikasi data penerima vaksin dilakukan menggunakan aplikasi Pcare Vaksinasi atau secara manual.

2. Meja 2 (Pemeriksaan kesehatan)

Setelah terverifikasi, Anda akan diminta untuk melanjutkan ke meja 2 untuk melakukan proses pemeriksaan kesehatan. Petugas kesehatan akan melakukan anamnesis untuk melihat, serta mengidentifikasi kondisi kesehatan peserta. Tes pemeriksaan fisik seperti cek suhu tubuh dan tekanan darah juga akan dilakukan oleh petugas.

Setelah melakukan pemeriksaan, data kemudian akan dimasukkan ke dalam aplikasi Pcare vaksinasi. Nantinya, aplikasi akan memberikan rekomendasi hasil skrining mengenai apakah Anda bisa melanjutkan, menunda, atau tidak bisa menerima vaksin Covid-19. Apabila ditunda, calon penerima vaksin akan diminta registrasi ulang dan menentukan jadwal pengganti.

Perlu diperhatikan, ada beberapa kondisi yang mungkin membuat Anda tidak boleh menerima vaksin meskipun sudah terdaftar. Kelompok orang yang tidak akan mendapatkan vaksin Covid-19, di antaranya:

  • Wanita hamil
  • Berusia di bawah 18 tahun
  • Tekanan darah sama atau lebih dari 180/110 mmHg
  • Menderita penyakit Inflammatory Bowel Disease akut (sebaiknya ditunda hingga kondisi membaik)
  • Mengalami batuk/pilek/sesak napas 7 hari sebelum divaksin
  • Penyintas Covid-19 (boleh jika sudah sembuh minimal 3 bulan)
  • Sedang menjalani terapi untuk mengatasi penyakit kelainan darah
  • Menderita penyakit ginjal dialisis atau non dialisis (boleh jika kondisinya stabil secara klinis dan mendapatkan persetujuan dokter)
  • Pasien transplantasi ginjal (boleh jika kondisinya stabil dan mendapatkan imunosupresan dosis maintenance)
  • Menderita sakit jantung seperti gagal jantung dan penyakit jantung koroner (boleh jika tidak sedang akut dan sedang dalam kondisi stabil)
  • Menderita penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK (boleh apabila kondisinya sudah terkontrol)
  • Menderita penyakit autoimun sistemik (boleh mendapat vaksin jika penyakitnya sudah dinyatakan stabil oleh dokter yang merawat)
  • Menderita HIV dengan CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui (boleh jika kondisi sudah stabil secara klinis dan rutin mengonsumsi obat ARV)
  • Menderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun maupun non autoimun (boleh jika kondisi sudah stabil secara klinis)
  • Menderita penyakit kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti talesaemia, imunohematologi, hemofilia, dan gangguan gangguan koagulasi (boleh jika sudah memeroleh izin dari dokter)
  • Menderita diabetes mellitus dalam kondisi metabolik akut (boleh jika kondisinya sudah stabil)

Sementara itu, proses penundaan pemberian vaksin Covid-19 hanya akan dilakukan jika suhu tubuh calon penerima vaksin mencapai atau lebih dari 37,5 derajat Celsius. Vaksinasi baru diberikan ketika Anda sembuh dan terbukti tidak menderita Covid-19.

3. Meja 3 (Pemberian vaksin)

Di meja 3, pemberian vaksin Covid-19 akan dilakukan. Saat menerima vaksin, usahakan untuk duduk dengan posisi senyaman mungkin. Petugas akan memberi Anda vaksinasi secara intramuskular sesuai prinsip penyuntikan yang aman.

Setelah selesai menginjeksikan vaksin ke tubuh Anda, petugas akan memberikan memo berisi nama Anda, NIK, nama vaksin dan nomor batch vaksin. Anda kemudian akan diminta beralih ke meja 4 dan menunggu sekitar 30 menit untuk alur pelayanan Covid-19 selanjutnya.

4. Meja 4 (Pencatatan data dan observasi)

Di meja 4, petugas akan memasukkan data dalam memo yang diberikan oleh vaksinator untuk dimasukkan ke dalam aplikasi khusus. Setelah data terinput dengan benar, Anda akan diberi kartu vaksinasi yang telah ditandatangani dan diberi stempel.

Penerima vaksin kemudian diarahkan untuk menunggu selama 30 menit di ruang observasi. Dalam ruang observasi, Anda akan mendapat penyuluhan mengenai pencegahan Covid-19 melalui 3M dan vaksinasi Covid-19.

no caption

Cara cek penerima vaksin Covid-19 secara online

Sebelum menjalani proses vaksinasi, Anda harus mengecek terlebih dahulu apakah terdaftar sebagai calon penerima vaksin. Cara melakukan pengecekannya sangat mudah, Anda tinggal memasukkan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP di situs pedulilindungi.id.

Sebagai tahap awal, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, tenaga pelayanan publik yang rawan terpapar Covid-19 juga akan menerima vaksin Covid-19 tahap awal.

Jika nama dan NIK Anda terdaftar, segera lakukan registrasi ulang melalui:

  • Aplikasi PeduliLindungi
  • Situs https://pedulilindungi.id/
  • Telepon ke *119#

Untuk berdiskusi lebih lanjut alur pelayanan vaksinasi Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

covid-19vaksin corona

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved