Terbukti Aman, Ini Daftar Buah untuk Asam Lambung yang Bersahabat

Buah alpukat tidak akan memicu naiknya asam lambung
Alpukat merupakan salah satu buah yang aman dikonsumsi penderita asam lambung

Seakan mutlak, penderita GERD perlu mengubah gaya hidup termasuk pilihan menu makanan demi mengantisipasi gejala GERD yang mengganggu aktivitas mereka. Kadang, pecinta buah pun jadi ragu, amankah mengonsumsinya? Kabar baiknya, ada beberapa buah untuk asam lambung yang bersahabat dan bisa jadi pilihan.

Jenis makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh signifikan terhadap berapa banyak asam lambung yang diproduksi dalam perut. Buah untuk asam lambung yang aman adalah non-citrus fruits alias buah-buahan yang tidak bersifat asam.

Buah untuk asam lambung yang bersahabat

Demi menghindari asam lambung naik yang dapat menyebabkan penderita GERD merasa kesakitan, mual, hingga kembung, penting untuk benar-benar memerhatikan makanan apa yang masuk ke tubuh.

Pada tahun 2013 lalu, peneliti dari Tongji University Shanghai mengadakan riset dengan melibatkan 500 penderita GERD. Hasilnya, terbukti bahwa beberapa jenis makanan bahkan bisa mengurangi frekuensi terjadinya gejala-gejala penyakit GERD.

Beberapa makanan tersebut di antaranya:

  • Protein rendah kolesterol (salmon, almond, biji-bijian)
  • Karbohidrat dalam buah, sayur, kentang, dan biji-bijian
  • Makanan kaya vitamin C seperti buah dan sayur
  • Buah-buahan yang tinggi kandungan serat, magnesium, dan potasium
  • Telur
  • Sayuran hijau (brokoli, bayam, kale, asparagus)

Dari daftar di atas, SehatQ akan menggarisbawahi buah untuk asam lambung yang tidak akan memicu asam lambung tinggi. Mengingat buah-buahan kaya akan sumber vitamin dan mineral, jangan sampai penderita GERD benar-benar menghindarinya.

Beberapa buah untuk asam lambung yang masih aman dikonsumsi di antaranya:

  • Alpukat
  • Apel
  • Berries
  • Melon
  • Persik
  • Pisang

Di sisi lain, buah-buahan yang sebaiknya dihindari karena dapat memicu naiknya asam lambung adalah buah-buahan yang bersifat asam, seperti:

  • Jeruk
  • Jeruk nipis
  • Grapefruit
  • Lemon
  • Nanas
  • Tomat

Bahkan olahan tomat dalam bentuk saus atau makanan dengan saus tomat seperti pizza dan lasagna juga bisa memicu naiknya asam lambung pada penderita GERD. Lebih jauh lagi, olahan buah-buahan seperti jus tomat dan jus jeruk juga bisa menjadi stimulus naiknya asam lambung.

Beberapa penderita GERD juga sulit bertoleransi terhadap bawang putih dan bawang merah serta makanan yang diolah dengan bahan tersebut. Jika merasa masih perlu meraba-raba apa makanan yang jadi pemicu, konsultasikan pada dokter atau ahli gizi.

Perlukah membuat daftar makanan yang bersahabat?

Bagi penderita GERD, sebaiknya mereka tidak menyepelekan daftar makanan apa saja yang bisa memicu naiknya asam lambung. Bila perlu, buat daftar makanan apa saja yang paling bersahabat dan tidak bersahabat. 

Food diary ini bisa berisi informasi penting seperti:

  • Makanan apa saja yang dikonsumsi
  • Waktu makan
  • Gejala apa yang dirasakan

Meski demikian, ada pendapat lain yang datang dari American College of Gastroenterology. Mereka justru tidak merekomendasikan menghindari makanan pemicu. Justru yang harus disembuhkan adalah masalah dalam sistem pencernaan seseorang.

Terlebih, ada banyak hal lain yang juga memicu kambuhnya asam lambung naik atau gejala penyakit GERD lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan makanan. Misalnya saja bagaimana posisi tubuh seseorang usai makan, apakah waktu makan terlalu dekat dengan waktu tidur, hingga seberapa banyak porsi yang dikonsumsi.

Artinya, penderita GERD harus benar-benar cerdas dalam mengatur pola makan, menu yang dikonsumsi, hingga gaya hidup. Entah itu membuat food diary atau justru membuat tubuh terbiasa dengan makanan berisiko, pilihan ada di tangan setiap individu.

Jurus bagi penderita GERD

Tentu tidak lengkap hanya menuliskan daftar buah untuk asam lambung yang bersahabat dan tidak saja. Lebih jauh lagi, ada beberapa jurus yang bisa diterapkan penderita GERD untuk mengantisipasi gejala yang menyakitkan.

Coba beberapa jurus berikut ini:

  • Berhenti merokok 
  • Jangan makan berlebihan
  • Hindari pakaian terlalu ketat atau sabuk yang terlalu sempit
  • Jangan berbaring atau membungkukkan tubuh pada 30 menit pertama usai makan. Hindari aktivitas membungkukkan tubuh seperti mengikat tali sepatu atau mengambil benda yang jatuh di lantai.
  • Hindari mengunyah permen karet karena udara yang tertelan bisa mengakibatkan asam lambung naik
  • Hindari makanan pencuci mulut berupa coklat atau yang tinggi lemak. Ganti dengan yogurt tanpa rasa atau cookies rendah lemak.
  • Konsumsi jahe untuk mengobati gejala GERD (bisa dalam bentuk teh jahe)

Penting untuk diingat bahwa perlu waktu sekitar 4-5 jam sebelum perut benar-benar kosong dan siap diisi kembali. Itu sebabnya penderita GERD tidak direkomendasikan makan di waktu-waktu dekat dengan jam istirahat.

Untuk urusan makanan yang memicu asam lambung naik, kondisinya bisa saja berbeda antara satu orang dan lainnya. Hal yang terpenting adalah mencoba mengidentifikasi makanan pemicu secara berkala untuk tahu bagaimana toleransi sistem pencernaaan Anda.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15530-lifestyle-guidelines-for-the-treatment-of-gerd
Diakses pada 9 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd/foods-to-avoid#fruits-and-vegetables
Diakses pada 9 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314690.php
Diakses pada 9 Juli 2019

The American Journal of Gastroenterology. https://journals.lww.com/ajg/Fulltext/2013/03000/Guidelines_for_the_Diagnosis_and_Management_of.6.aspx
Diakses pada 9 Juli 2019

Hindawi. https://www.hindawi.com/journals/grp/2013/691026/
Diakses pada 9 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed